MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 16 April 2019 11:40
Tarakan Zona Merah karena Dapur Politik
PENGECEKAN PASUKAN: Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit mengecek personel Polres Tarakan yang akan melakukan pengamanan TPS, kemarin (15/4). ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Meski merupakan provinsi termuda di Indonesia, namun siapa sangka Kalimantan Utara masuk dalam 17 provinsi berkategori rawan dalam urusan politik pada pelaksanaan Pemilu tahun ini.

“Memang Kaltara masuk garis merah tapi tidak masuk dalam 15 daerah rawan politik, karena garis merah Kaltara berdasarkan IKP per 9 April 2019 lalu, Kaltara urutan ke-17,” ungkap Siti Nuhriyati, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Utara kepada Radar Tarakan.

Kendati demikian, sebagai pengawas Pemilu, Siti menyatakan bahwa pihaknya akan tetap menganggap Kaltara sebagai kawasan rawan politik agar tidak terlena dan tetap waspada untuk melakukan pengawasan pada setiap tahapan.

Siti menyatakan, seluruh kabupaten/kota di Kaltara masuk dalam titik rawan. Namun di antara 5 kabupaten/kota seperti, Tarakan yang paling rawan, karena jumlah penduduknya  terbanyak. “Bisa juga dikatakan Tarakan sebagai dapur untuk mengelola aktivitas politik. Tapi bagi kami seluruh wilayah rawan supaya kami tetap waspada,” tuturnya.

Dalam menentukan tingkat kerawanan sebuah daerah, diukur berdasarkan beberapa indikator seperti kepadatan penduduk, pengalaman atau peristiwa yang terjadi pada Pemilu sebelumnya, posisi TPS yang berada di perbatasan maupun tengah kota, dan sebagainya.

“Itulah mengapa kami mengasumsikan bahwa Tarakan memiliki gesekan yang lumayan tajam, apalagi melihat peserta calon DPD yang mayoritas dari Tarakan dan Nunukan. Otomatis persaingan mereka untuk memperebutkan suara pemilih itu tajam,” jelasnya.

Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya menyiapkan jajaran pengawas mulai dari menyiapkan bimbingan teknis, melakukan patroli pengawasan saat memasuki masa tenang pada 13 April 2019 pukul 00.00 WITA dan membagi pengawas pada masing-masing koordinator wilayah untuk memantau langsung.

“Nanti kami akan supervisi sampai pelaksanaan pemungutan suara yang melibatkan jajaran pengawas sampai pengawas TPS,” urainya.

 

TNI POLRI ALL OUT

Sehari menjelang Pemilu 2019, TNI-Polri kembali menegaskan akan menjamin keamanan selama pencoblosan berlangsung. Bahkan untuk melihat kesiapan dari personel Polres Tarakan, Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit langsung mengecek personel yang akan melakukan pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) di Mapolres Tarakan, kemarin (15/4).

Usai melakukan pengecekan pasukan, Indrajit menegaskan saat ini Polri dan akan dibantu oleh TNI sudah siap sepenuhnya dalam melakukan pengamanan terhadap semua proses Pemilu 2019. Dari 2.184 TPS yang ada di seluruh Kaltara, akan dijaga oleh anggota Polri sebanyak 976 personel. Kemudian anggota TNI dari tiga matra yaitu Angkatan Darat, Udara dan Laut berjumlah 1.200 personel.

“Semua personel lengkap dengan persenjataan. Intinya TNI-Polri dengan jumlah yang besar ini untuk menjamin kepada seluruh masyarakat yang akan memilih, itu terjamin keamanannya,” tegasnya.

Bahkan pihaknya akan membangun pos keamanan dan diisi oleh anggota TNI-Polri. Sebanyak 23 pos pengamanan akan disiapkan untuk seluruh wilayah Kaltara. Terhadap tempat pos pengamanan yang ditempatkan, pihaknya nantinya akan menempatkan di dekat TPS dan tempat pusat keramaian.

“Saya ingatkan kalau ada oknum tertentu  yang ingin mengacau atau menghambat  kegiatan pesta demokrasi, saya akan tindak tegas,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, berjalan amannya pemilu kali ini akan memperlihatkan kepada semua negara tetangga terhadap Indonesia yang berhasil melaksanakan Pemilu secara serentak. Untuk itu, dirinya sangat menginginkan Pemilu di Kaltara berjalan aman. Bahkan dirinya juga sudah mengintruksikan agar jajaran TNI-Polri selalu bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu.

“Saya sudah komitmen, kemudian dari Kabinda, Danlantamal dan Danlanud akan menindak tegas. Kita mau Kaltara ini aman dan Pemilu bisa berjalan damai,” tuturnya.

Ditambahkan Indrajit, mewaspadai tingkat kerawanan yang akan terjadi selama Pemilu berlangsung, pihaknya juga akan melakukan patroli gabungan dalam skala besar. “Saya instruksi kepada anggota kalau ada gangguan, lihat kekuatan kemampuannya. Kalau anggota cuma satu orang kemudian yang menganggu banyak, untuk segera siap dan kami sudah siap personel dengan jumlah banyak,” bebernya.

Sementara itu, Komandan LantamalXIII Tarakan Laksamana Pertama Judijanto mengatakan pihaknya sudah menerima instruksi dari Panglima TNI untuk berada di belakang Polri dalam melakukan pengamanan selama Pemilu berlangsung.

“Setiap saat Polri meminta bantuan kami akan all out, mulai dari pesawat, helikopter, kapal stand by juga. Jadi kami akan all out membantu Polri dan komitmen kami dari awal sudah jelas, bahwa akan membuat Pemilu aman dan berjalan lancar,” imbuhnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa masyarakat tidak takut adanya kerusuhan yang terjadi saat Pemilu, lantaran pihaknya memprediksi bahwa Pemilu akan berjalan dengan aman. “Tentukan pilihan kalian dan itu akan membuat bangsa kita bermartabat. Jadi tidak usah takut, karena Polri menjaga TPS dan TNI berada di belakangnya," bebernya.

Terpisah Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono menambahkan, pihaknya juga menegaskan bahwa sudah siap mendukung Polri dalam melakukan pengamanan Pemilu. Terhadap teknis pengamanan, nantinya setiap jumlah personel akan dibagi dengan kriteria tingkat kerawanan TPS.

“Untuk Angkatan Darat itu ada Satgas Pamtas, nanti akan ikut terlibat dalam pengamanan TPS yang ada di perbatasan. Jadi jajaran TNI, Angkatan Darat, Laut dan Udara sudah siap netral dan siap mengamankan Pemilu,” singkatnya. (shy/zar/lim)

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*