MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 11 April 2019 23:47
Masa Tenang, Bawaslu Tingkatkan Patroli
BANTU POLRI: Ribuan petugas Linmas diserahkan Pemkot dalam tugas membantu Polres Tarakan mengamankan Pemilu 2019. FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,  TARAKAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memandang perlu memberi penegasan terhadap praktik money politics yang terus menjadi ‘hantu’ Pemilu. Menurut MUI, dalam pandangan Islam, money politics haram.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua MUI Tarakan Syamsi Sarman mengungkapkan, MUI telah mengeluarkan fatwa haram terkait money politics. Ia menerangkan kegiatan tersebut termasuk dalam perbuatan pemberian yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain  dengan maksud yang tidak dibenarkan menurut syariah.

“Itu sudah ada fatwanya dari MUI, yang memberikan dan menerima fatwanya sama hukumnya haram. Kalau dalam agama itu  haram karena termasuk kategori risywah (suap). Memberi dan menerima sama-sama berdosa,” ungkapnya, kemarin (11/4).

Ia menjelaskan, status haram tidak hanya berlaku pada seorang yang memberi dan penerima yang memilih saja, melainkan penerima yang tidak memilih juga. Hal tersebut dikarenakan, mengambil uang dan tidak memilih caleg yang memberikan, merupakan perbuatan yang menipu.

“Yang mengambil, tapi tidak memilih itu malah lebih parah. Karena dia sudah melakukan 2 dosa. Yaitu menjadi bagian dari risywah dan melakukan kebohongan kepada caleg. Karena dari pemberian itu kan ada harapan, berharap untuk dipilih. Jadi yang menerima uang lalu tidak memilih itu dosa double. Karena dia menjanjikan sesuatu tapi tidak menunaikannya. Artinya dia sudah berbohong,” terangnya.

Menurutnya, praktik politik uang yang tidak dibenarkan itu sudah diketahui semua lapisan masyarakat. Hanya, masih sulit dihilangkan. Itu karena kurangnya keimanan seseorang.

“Kalau masyarakat dan caleg (calon legislatif), saya yakin sudah tahu. Karena ini sudah sering disosialisasikan baik dari hukum maupun dari agama. Tapi memang kondisi masyarakat sudah seperti itu, ada yang jual pasti ada yang beli. Bahkan sudah jadi budaya. Apa pun namanya entah itu bentuk uang, atau pun barang,” bebernya.

Ia menjelaskan, hal tersebut berbeda dengan pemberian suvenir yang bersifat memperkenalkan diri. Menurutnya, suvenir tersebut bukanlah kebutuhan utama, sehingga barang tersebut bukanlah sesuatu yang tergolong dalam bentuk sogokan.

“Beda dengan misalnya suvenir sosialisasi, kartu nama, gantungan kunci atau kaos gambar calegnya sendiri. Beda dengan pemberian uang, sembako atau pakaian yang memang kebutuhan dasar. Kalau seperti itu, namanya menyogok, bukan perkenalan,” ungkapnya.

Mengenai fenomena memberi bantuan ke panti asuhan menjelang pemilu oleh beberapa oknum caleg, menurutnya kegiatan tersebut termasuk haram. Meski demikian, menurutnya jika sumbangan tersebut dilakukan murni dengan maksud bersedekah tanpa ada maksud tertentu, tidaklah haram. Meski demikian, sangat sulit membedakan keduanya.

“Ketika niatnya untuk mendapatkan dukungan suara, maka hukumnya haram. Tapi ketika dia ikhlas bersedekah tanpa ada maksud tertentu, maka itu halal. Tapi terlepas dari itu semua, sangat sulit membedakan mana yang benar-benar ikhlas bersedekah karena Allah dan bersedekah karena maksud tertentu. Karena ini kan urusan hati manusia,” terangnya.

Selama calon pemimpin tetap melakukan kebohongan untuk meraih jabatan, , maka pemimpin tersebut akan melakukan kebohongan selanjutnya. Sehingga ia menegaskan, Islam mengharamkan umat untuk memilih pemimpin yang menggunakan kebohongan untuk meraih jabatannya.

“Sejauh ini kami hanya melakukan imbauan dan menyebarkan bacaan khotbah yang kami titip ke khatib untuk disampaikan ke masjid-masjid. Karena pemimpin yang meraih jabatan dari cara kebohongan/kecurangan, maka dia pasti akan melakukan kebohongan-kebohongan berikutnya. Itu sudah hukum alam. Misalnya begini, dia mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dengan cara membeli suara, tapi setelah menjabat dia akan menggunakan jabatannya untuk mengambil hak-hak yang di luar haknya untuk menutupi modal yang dikeluarkan saat membeli suara,” urainya.

“Masyarakat yang menerima juga berdosa karena dia nantinya menjadi bagian dari kezaliman pemimpinnya saat terpilih. Jadi dia juga menanggung dosa pemimpin yang berbuat curang kepada masyarakat. Karena dia termasuk orang yang terlibat dalam membuka jalan pemimpin yang zalim,” imbuhnya.

 

BAWASLU PATROLI PENGAWASAN

Kerawanan terjadinya pelanggaran Pemilu diprediksi akan terjadi di hari tenang sebelum masa pemilihan. Ketua Bawaslu Kaltara Siti Nuhriyati menyatakan, saat ini semua jajaran pengawas Pemilu di Kaltara sudah siap mengawal jalannya pemilihan. Bahkan tepat pada hari ini (12/4), pihaknya akan menggelar apel gelar pasukan bersama beberapa instansi Pemprov kaltara.

“Kami gelar pasukan untuk menunjukkan dan memastikan jajaran pengawas pemilu di bawah Provinsi Kalimantan Utara sudah siap melaksanakan tugas di hari H,” ungkapnya, kemarin (11/4).

Sementara itu, terkait pengawasan yang akan dilakukan oleh Bawaslu pada masa tenang, dengan patroli pengawasan. Hal tersebut merupakan instruksi langsung dari Bawaslu RI. Kelima komisioner KPU akan dibagi ke semua kabupaten/kota untuk mengawal masa tenang. Kemudian pihaknya juga patroli pengawasan tersebut akan dilakukan bersama-sama dengan pihak kepolisian.

“Kami berharap itu bisa bersama-sama, mengingat semua keselamatan jajaran harus dipastikan dalam melaksanakan tugas. Itulah kami, gelar pasukan besok kami akan mengundang jajaran kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja,” imbuhnya.

Ditambahkan Siti, tepat pada tanggal 13 April mendatang merupakan masa tenang dan pihaknya akan membersihkan semua alat peraga kampanye (APK). Diakuinya di masa tenang merupakan kewaspadaan bagi pihaknya, apalagi di mungkinkan para peserta Pemilu akan melakukan pelanggaran.

“Peserta  pastikan habis-habisan menjelang hari H, terutama masa tenang. Apalagi masa tenang dilarang berkegiatan yang berbau kampanye. Habis-habisan bisa jadi seperti money politics, serangan fajar’ dan segala macam, justru masa tenang merupakan paling rawan,” bebernya.

Terhadap lima kabupaten/kota yang ada di Kaltara, hampir semua wilayah dipastikan rawan. Hanya, Tarakan yang memiliki jumlah penduduk paling banyak di Kaltara, maka tingkat kerawanan yang tinggi ada di Kota Tarakan. Namun untuk mengantisipasinya pihaknya sudah memiliki data juga terhadap daerah dan tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan.

“Peserta juga banyak di Tarakan, artinya gesekan persaingan luar biasa. Nah ini salah satu indikator Tarakan yang rawan. Terus Nunukan ini karena berada di perbatasan dan berpotensi adanya mobilisasi tenaga kerja dari luar,” urainya.  (*/zac/zar/lim

 

Masa Tenang, Bawaslu Tingkatkan Patroli

 


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 09:33

BREAKING NEWS! Pipa Gas Bocor Keluar Api

TARAKAN - Warga sekitar RT 1 Kelurahan Gunung Lingkas dihebohkan,…

Jumat, 20 September 2019 09:29

45 Titik Panas Terpantau

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari belakangan berdampak pada…

Jumat, 20 September 2019 09:20

Langkah Andi Akbar Tergantung Mertua

TARAKAN – Kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari Nunukan,…

Jumat, 20 September 2019 09:10

Gadai Sertifikat Tanah demi Pra PON

TARAKAN – Cabang olahraga panahan Kalimantan Utara (Kaltara) tertatih-tatih mengikutsertakan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Peserta per Kecamatan Dibatasi 260 Orang

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Harmoni Legislatif dan Eksekutif Kunci Sukses Kaltara

Nama                : Achmad…

Jumat, 20 September 2019 08:46
Aktif bermain tapi tidak disangka-sangka, di balik pakaian bocah yang bernama Juan, anak dari pasangan Try Wahyuni dan Petrus Seber ini terdapat luka sayatan bekas operasi beberapa bulan lalu.

Tiga Bulan Lagi Dioperasi, Berharap Bantuan Pemerintah

SUNGGUH teriris hati ini ketika melihat anak yang masih berusia…

Kamis, 19 September 2019 10:17

‘Telan’ Rp 100 M, Tengkayu I Baru Rampung Sisi Laut

TANJUNG SELOR – Pembangunan fasilitas transportasi laut di Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:50

SABAR AJA...!! Di Sini Belum Ada Tanda-Tanda Hujan

TARAKAN - Kekeringan yang melanda Bumi Paguntaka akibat tidak diguyur…

Kamis, 19 September 2019 09:25

Undunsyah Optimistis Membangun Koalisi Parpol

TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung Dr. H. Undunsyah, M.Si,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*