MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 09 April 2019 11:21
Lima Kelurahan Paling Rawan Politik Uang
ILUSTRASI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Mendekati hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggencarkan pengawasan di masyarakat. Pasalnya, ada beberapa titik yang dianggap sangat rawan kasus politik uang.

“Sekadar bocoran awal, memang ada beberapa TPS yang kami anggap tingkat kerawanan politik uangnya tinggi,” ungkap Ketua Bawaslu Tarakan Sulaiman kepada Radar Tarakan, Senin (8/4).

Titik rawan politik uang tersebut didasarkan oleh beberapa indikator dan variabel dari beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Sebab pada dasarnya TPS merupakan fokus pengawasan pihaknya saat pelaksanaan pemungutan suara.

Melalui hal tersebut, Sulaiman menyatakan bahwa Bawaslu telah merumuskan TPS rawan politik uang ke dalam 3 kategori, yakni tinggi, sedang dan rendah. Nah, dari 628 TPS, Sulaiman menyatakan puluhan TPS tergolong tinggi kasus politik uangnya.

“Kalau kami rumuskan sendiri, ada 37 item. Kalau persentasenya lebih dari 50 persen dari indikator itu, maka kami anggap TPS itu rawan tinggi. Salah satunya aktor politik, misalnya di wilayah TPS ada aktor politik, atau pernah terjadi politik uang, maka kami akan kategorikan sebagai rawan TPS tinggi,” jelasnya.

Sulaiman mengungkapkan, lokasi TPS rawan politik uang tertinggi yakni di kawasan Karang Anyar, Karang Anyar Pantai, Lingkas Ujung, Mamburungan, Selumit, dan beberapa kawasan lainnya. Kawasan Mamburungan dinyatakan tinggi kasus politik uang, karena pernah terjadi politik uang bahkan muncul laporan yang menyebutkan ada arahan yang ditujukan ke masyarakat untuk mencoblos dua kali di satu TPS.

“Cara penilaian TPS rawan itu dengan membandingkan tahapan pemilu yang sudah pernah dilaksanakan dengan tahapan pemilihan kali ini,” tuturnya.

Nah, untuk memberantas politik uang, Bawaslu mendapatkan arahan dari Bawaslu RI untuk melaksanakan patroli pengawasan. Hal ini menjadi kewajiban Bawaslu tingkat daerah untuk menjalankan amanah tersebut. Untuk itu, Bawaslu melakukan pembagian 2 tim yakni patroli tertutup dan patroli terbuka. Patroli terbuka, merupakan pengawas yang terlihat langsung di lapangan dan menggunakan tanda Bawaslu, sedang patroli tertutup merupakan pengawas yang menyembunyikan identitas, namun tetap mengantongi surat tugas agar dapat membuktikan bahwa patroli tersebut merupakan pengawas TPS.

Untuk diketahui, unsur Bawaslu yang terlibat dalam pengawasan TPS berjumlah 630 orang dengan melibatkan setiap staf Bawaslu tingkat kota maupun kecamatan. Menurut Sulaiman, jumlah tersebut terbilang banyak.

Sulaiman menyatakan kepada seluruh masyarakat agar terhindar dari politik uang, sebab jika dilakukan, maka akan berpotensi ditemukan pengawas.

“Dari 630 pengawas kami yang tersebar di seluruh TPS, kemungkinan untuk mendapatkan oknum politik uang sangat besar, makanya kalau mau nakal ya hati-hati. Kalau nahas, kami pasti akan menindaki tanpa ampun. Kami nanti paling banyak patroli tertutup,” urainya.

 

KAMPANYE TINGGAL 4 HARI LAGI

Sementara pelaksanaan kampanye jika telah memasuki masa tenang, tidak lagi diperkenankan.

Kepada Radar Tarakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan Nasruddin mengatakan, bahwa pelaksanaan kampanye terakhir akan dilakukan pada 13 April 2019 atau bertepatan 3 hari sebelum pelaksanaan Pemilu dilaksanakan.

Untuk itu, Nasruddin mengimbau kepada setiap peserta politik agar memaksimalkan proses kampanye di sisa minggu ini. Mengingat batas masa kampanye. Untuk itu, jika telah berakhir masa kampanye, maka KPU bersama Bawaslu dan Satpol PP akan bekerja sama untuk melakukan pencopotan alat peraga kampanye, serta seluruh media kampanye lainnya.

“Karena nanti (masa tenang), seluruh daerah harus steril, jadi tidak ada lagi pemasangan atribut kampanye. Tidak ada lagi spanduk, baliho maupun stiker yang terkumpul di mana-mana,” ujarnya.

Nasruddin menjelaskan, dalam proses kampanye umum, KPU hanya menyediakan tempat, sehingga peserta politik maupun peserta kampanye harus melaporkan kepada pihak keamanan. Pada prinsipnya jika telah terlaksana proses kampanye umum, sudah bukan menjadi ranah KPU kecuali bersifat aturan. Misalnya tidak boleh membawa senjata tajam, berkampanye SARA dan sebagainya.

“Kami hanya menyediakan tempat, masalah diberikan izin itu urusan keamanan. KPU tak perlu hadir, yang hadir cuma Bawaslu dan pihak keamanan,” jelasnya.

Nasruddin juga menyampaikan jika seluruh formulir telah diterima pihaknya. Terakhir merupakan formulir C6 dan sementara melalui proses pengepakan. Logistik tersebut akan didistribusikan ke seluruh TPS nanti.

“Sudah tidak ada lagi formulir yang kurang, tinggal kami lakukan pengepakan nanti,” imbuhnya.

Politik uang semakin gencar dilakukan oknum calon legislatif (caleg) tertentu. Dilakukan secara terang-terangan, mendatangi rumah warga. Bicara nominal uang.

 

SEMAKIN MASIF JELANG HARI H

Sebelumnya, sejumlah warga mengaku telah didatangi caleg atau timses tertentu. Memberi uang, sebagai imbalan akan mencoblos caleg tertentu.

Mona (57) -bukan nama sebenarnya, bermukim di salah satu rukun tetangga (RT) di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat. Minggu (7/4) pagi ia didatangi beberapa orang untuk menawarkan janji. Tidak tanggung-tanggung salah seorang dari tim tersebut masih aktif sebagai aparat di salah satu institusi.

"Masih ada, tadi pagi ada 3 orang datang meminta dukungan. Dia minta fotokopi KTP nanti dia ditukar sama uang Rp 150 ribu satu kepala. Tidak kenal orangnya, yang jelas dia sama tetangga saya yang petugas (aparat, Red)," ujarnya.

Mona sudah beberapa kali didatangi. Sebelum ini adapula caleg  yang datang dengan membawa rekannya yang mengaku sebagai ulama. Pria yang mengaku pemuka agama tersebut berperan sebagai mediator untuk memengaruhi pilihan warga. "Ada juga waktu itu datang tim caleg. Saya pikir orang yang berjenggot yang suka mengajak salat ke masjid. Tapi setelah ngomong-ngomong rupanya tim caleg. Dia kasih kartu nama dan minta bantu dukungan," ucapnya.

Senada, Andi Odang (26), warga lain mengaku masih mendapat tawaran untuk memberikan dukungannya kepada salah satu caleg. "Ada barusan, diajak teman ke salah satu warung kopi. Pas di sana rupanya ada caleg dan yang dipanggil ternyata bukan saya sendiri, tapi ada banyak orang. Ngobrol-ngobrol habis itu minta bantu suara. Tapi dia bilang nanti ada uang rokoknya," ujar Andi.

Feri di Pamusian mengungkap hal yang sama. “Orang terang-terangan. Semua tetangga di sini juga didatangi,” aku Feri.

Kejadian teranyar itu dialami Feri pada Sabtu (6/4). Sebelumnya dia sudah pernah didatangi beberapa kali. Entah calegnya langsung atau melalui tim sukses. “Ada yang DPR RI juga, melalui timnya, ngasih DP. Katanya ini DP, nanti kalau terpilih usai mencoblos dikasih lagi. DP-nya itu ada yang Rp 50 ribu, ada pula Rp 100 ribu. Paling tinggi Rp 300 janjinya. Tapi saya tolak,” terang Feri.

Feri tak ingin menggadaikan hak pilihnya. Caleg atau timses yang mendatangi rumahnya, dia tolak dengan halus. “Saya bersama keluarga masih pengin caleg yang jujur. Yang memang programnya bagus. Sebenarnya kalau mau terpilih itu, enggak perlu datang dengan uang seperti itu. Orang bisa menilai kok, mana caleg yang bagus. Mana yang belum layak,” terangnya. (shy/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:49

Nol PDP, Tren ODP dan OTG Menurun

TARAKAN – Seorang yang sebelumnya ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan…

Jumat, 29 Mei 2020 09:45

Rumah Ibadah Kembali Dibuka

TANJUNG SELOR – Dua bulan terakhir, warga tidak dapat melakukan…

Kamis, 28 Mei 2020 18:34

Mendagri: Pilkada Serentak Dimajukan

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian memastikan pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers