MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 April 2019 11:14
Hari H Pemilu Dijadwalkan ML

KPU: Perhitungan Suara Wajib Terang

Suryanata Al Islami – Ketua KPU Kaltara. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN Rayon Tanjung Selor kembali mengeluarkan jadwal mati listrik (ML) secara bergilir lanjutan yang ditetapkan hingga 17 April atau hari H pemilu 2019. Itu berlaku di wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya.

Hal itu tentu semakin menambah kekhawatiran penyelenggara pemilu atas potensi terjadinya masalah dalam proses pemungutan suara. Sebab, sesuai ketentuan PKPU nomor 3 tahun 2019, Pasal 73 ayat (2) huruf c menyatakan, perhitungan suara dilakukan di tempat yang kurang terang atau yang kurang mendapatkan penerangan cahaya dapat dilakukan perhitungan suara ulang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara (Kaltara), Suryanata Al Islami mengatakan, saat pelaksanaan pemungutan dan perhitungan hingga rekapitulasi suara di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Ada dua hal yang dianggap sangat penting dan harus diperhatikan.

“Dua hal itu meliputi penerangan dan jaringan telekomunikasi,” ujar Suryanata kepada Radar Kaltara di Tanjung Selor, Senin (8/4).

Berbicara soal penerangan, ia menyebutkan estimasi perhitungan suara akan dilaksanakan hingga malam hari. Tentu, secara otomatis akan dibutuhkan penerangan listrik agar prosesnya dapat berjalan lancar dan aman. Sebab, harus ada penerangan untuk mencatat hasil perhitungan suara itu agar tidak terjadi kesalahan.

Termasuk kerawanan saat melakukan pemindahan logistik yang dilakukan dalam kondisi kurang terang. Artinya, tidak menutup kemungkinan potensi kriminal itu bisa saja terjadi. Tentu ini juga harus jadi perhatian serius untuk disikapi.

Sementara untuk jaringan telekomunikasi, itu juga dinyatakan penting. Karena jika ada hal yang harus segera disampaikan atau dikoordinasikan hingga ke tingkat bawah seperti KPPS oleh KPU, bisa lebih mudah dan cepat. 

“Ini nanti akan kita koordinasikan ke pihak-pihak terkait. Harapan kita ada respons positif yang kita dapatkan untuk kesuksesan pemilu serentak tahun ini,” katanya.

Dalam hal ini, PPK dan PPS harus mobile melakukan pengecekan ke tiap-tiap KPPS. Minimal PPK dan PPS harus memiliki nomor telepon ketua KPPS. Sehingga jika ada yang perlu ditindaklanjuti, komunikasi bisa lebih cepat dilakukan.

Adapun untuk tahapannya, setelah proses perhitungan dan perekapan di tingkat KPPS selesai, logistik harus langsung diserahkan ke PPK. Kemudian baru dari PPK yang langsung menyerahkan hasil rekapitulasi ke KPU. 

Sebelumnya, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Bulungan, Chairullizza mengatakan, pihaknya juga merasa waswas dengan adanya pemadaman listrik secara bergilir ini. Karena jika kondisi ini terus berlanjut hingga hari H pemilu nanti, dikhawatirkan akan mengganggu kerja KPPS untuk melakukan perhitungan suara.

Rully, sapaan akrab Chairullizza mengaku, sebenarnya pihaknya sangat mendukung penuh sejumlah upaya yang dilakukan PLN. Tapi pihaknya juga berharap pada saat proses pemungutan hingga penghitungan suara nanti, tidak ada pemadaman listrik di Bulungan.

“Jika terjadi (pemadaman listrik, Red) tentu akan menyulitkan KPPS dalam melakukan perhitungan suara. Intinya, jangan sampai permasalahan teknis ini dapat mengganggu proses pemilu, khususnya di Bulungan,” tegasnya.

Jadwal Baru, Lampaui Deadline

Tiga poin hasil pertemuan gabungan mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN Rayon Tanjung Selor, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara sepertinya tidak direspons.

Sebab, pada poin pertama hasil pertemuan itu adalah solusi jangka pendek dari PLN dalam menyelesaikan permasalahan listrik dengan deadline hingga Selasa (16/4) mendatang, dibarengi dengan jadwal baru pemadaman listrik hingga 17 April.

Ketua DPRD Kaltara, Marten Sablon menilai pemadaman bergilir kembali dijadwalkan ULP PT PLN Rayon Tanjung Selor sudah terjadi dua bulan. Namun, hal itu tak membuat PLN menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Seharusnya PLN sudah mempersiapkan mesin cadangan untuk antisipasi jika dilakukan pemeliharaan. Sehingga, terhindar dari pemadaman bergilir,” ucap Marten Sablon kepada Radar Kaltara, Senin ( 8/4).

Dijelaskan, pemadaman yang terjadi membuat aktivitas masyarakat terganggu. Ia berpesan agar ke depannya PLN dapat mengantisipasi agar pemadaman tidak terulang. “Selanjutnya, PLN harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harapnya.

Di tempat berbeda, perwakilan mahasiswa HMI Tanjung Selor, Ricky menilai adanya jadwal pemadaman listrik tak begitu mengherankan. Lantaran, selama ini Manajer ULP PT PLN Rayon Tanjung Selor, Adiyoso hanya dapat memberikan janji. Namun, realisasi hingga saat ini tidak dapat dilakukan.

“Pertemuan dengan Manajer PLN hanya memberikan janji. Padahal sudah tekankan saat pertemuan harus menghasilkan solusi dan harus dijalankan sehingga krisis listrik terselesaikan,” katanya.

Ia menyayangkan hasil pertemuan yang disepakati di kantor DPRD Kaltara beberapa waktu lalu disepakati ULP PLN Tanjung Selor direspons dengan perpanjangan pemadaman listrik. “Apalagi, kita bertemu bersama dengan Pemprov Kaltara (Dinas ESDM, Red). Dapat dikatakan pemerintah juga gagal menyelesaikan permasalahan listrik,” tegasnya.

Diketahui, pemadaman terjadi lantaran adanya proses pemeliharaan unit mesin di PLTU milik PT SAS hingga 29 April mendatang. Hal ini membuat ULP PT PLN Rayon Tanjung Selor mengalami defisit daya 2 megawatt (MW). Dan upaya PLN mengatasi pemadaman dengan merelokasi mesin dari PLN UP3 Balikpapan sebanyak dua unit dengan total daya 1 MW dan dijadwalkan waktu pengerjaan selesai Rabu (17/4) mendatang. (iwk/akz/eza)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*