MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 08 April 2019 11:11
Cetuskan ‘Kampung Vaname’, DKP: Itu Kita Harapkan Jadi Contoh

Lebih Dekat dengan Andre Pratama (Bagian-6)

SHARING TEKNOLOGI: Dari kiri ke kanan, General Manager Pratama Group Hartono, Owner Pratama Group Andre Pratama, Divisi Logistik Pratama Group Arief dan Manager Cabang Sulawesi Selatan PT Central Proteneima Satrio saat berada di salah satu lokasi pembenihan di Takalar, awal 2018 lalu. MEGA WULANDARI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Sukses menjadi seorang pengusaha tak lantas membuatnya berpuas hati, dirinya masih ingin terus memberi manfaat untuk orang banyak. Dia adalah Andre Pratama (41). Ayah dari tiga orang putri ini ingin mewakafkan dirinya membantu masyarakat khususnya di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dengan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Kontribusi Andre nyata untuk masyarakat.

 

MEGA RETNO WULANDARI

 

ANDRE tak ingin langkahnya membuka peluang bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sebatik menemui kendala di tengah jalan. Sebelum membuka tambak udang intensif seluas 2.800 meter persegi di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Induk, ia banyak berkonsultasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara (Kaltara).

Berkat pendampingan DKP Kaltara, tambak itu sukses panen di dua siklus sebanyak 13,1 ton. Benur udang vaname sebanyak 500 ribu kembali ditebar baru-baru ini.

 

Kepala DKP Kaltara Ir. H. Amir Bakry, M.P mengatakan, ‘Kampung Vaname’ yang dicetuskan oleh Andre Pratama merupakan sikap optimistis atas sebuah usaha dalam industri perikanan. “Itu kita harapkan dicontoh masyarakat. Bagaimana meningkatkan produksi dengan memanfaatkan ruang sempit. Biar 1 hektare tapi maksimal, dan produksinya bagus. Itu yang pertama di Kaltara,” terang Ir. H. Amir Bakry kepada Radar Tarakan pertengahan Maret lalu.

Menurutnya, tambak tersebut memungkinkan untuk dikembangkan masyarakat. Sebab, di Sebatik listrik dapat menjangkau hingga ke area tambak. Salah satu contohnya yang dikelola Pratama Group yang dicetuskan Andre.

“Kalau di Jawa dan Sulawesi itu sudah mayoritas vaname. Di Kaltara kita juga masih mengandalkan udang windu. Tambak intensif yang bisa dijangkau listrik. Sebenarnya  di darat pun bisa dibuat seperti itu. Malah di Sulawesi itu, ada di atas gunung. Dibuatkan kolam. Ada yang pakai beton, ada juga terpal. Cuma kalau yang beton itu biaya operasionalnya besar, dan untungnya juga besar,” urainya.

Amir menjelaskan, tambak intensif juga sangat memungkinkan dilakukan dalam skala kecil. Hanya, yang harus menjadi jaminan adalah aliran listrik. Listrik menjadi salah satu faktor penentu dalam kontinuitas budi daya. “Harus ada listrik cadangannya. Kalau lebih dari 3 jam lsitrik padam, maka udangnya mati. Intensif itu tingkat penebarannya tinggi, 100-200 ekor per meter persegi. Bahkan ke depan, ini juga sudah kami sampaikan ke Mas Andre, dan para petambak lainnya, jika ada yang siap ada yang sudah berhasil di Barru, 200 ton per hektare. Mereka siap memberi pendampingan,” imbuhnya.

“Memang berbudi daya vaname lebih agak murah dari windu, keunggulannya tingkat kehidupannya tinggi. Tahan penyakit. Mudah-mudahan dengan adanya program Gubernur Pak Irianto di Peso itu, itu akan membawa investasi yang luas. Kalau listrik bagus, investasi itu makin baik,” kata Amir.

Sebelumnya, Andre menyampaikan keyakinannya Pemprov Kaltara dapat mewujudkan balai perikanan budi daya air payau di Sebatik atau di daerah lainnya di Kaltara. Hal itu dapat menekan biaya produksi petani.

“Kita bisa bangun gudang pakan di Sebatik. Itu menghemat ongkos. Karena langsung dari Surabaya. Udang bertelur, indukan. Menetas di Sebatik, itu bisa menekan biaya benih atau benur sebesar 50 persen. Harganya cukup jauh. Kalau sampai di Sebatik kami terima Rp 120 ekor. Kalau di dalam pendederan kita misalnya, itu bisa menekan Rp 30 jutaan untuk 500 ribu ekor benih,” tambahnya.

“Pemerintah (Pemprov) sangat diharapkan masuk dalam bisnis di Sebatik ini, memberi sentuhannya. Misalnya dengan membentuk balai perikanan budi daya air payau itu. Saya dengar DKP sudah menyiapkan ini. Mudah-mudahan bisa terwujud di tahun 2020 nanti,” harapnya. (***/lim)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:30

Aji Kuning Kini Jadi Langganan Banjir

NUNUKAN – Sejumlah desa yang ada di Sebatik menjadi langganan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:26

PLBN Krayan Dibangun Akhir Tahun

LONG BAWAN - Pos lintas batas negara (PLBN) yang berada…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:09

Daya Berkurang Hingga 2,5 MW, Listrik Bakal Mati-Mati Lagi

NUNUKAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan, kembali…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:06

Tak Hadiri Apel Pagi, Kinerja Honorer Dipertanyakan

NUNUKAN - Banyaknya tenaga honorer di lingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab)…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:05

Hakim Tunda Sidang Selama Dua Pekan

NUNUKAN – Sidang perdana preperadilan kasus dugaan kayu ilegal akhirnya…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:04

Tabrakan dengan Pelajar, Honorer Tewas di Tempat

NUNUKAN – Seorang honorer di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:27

Sejumlah Sekolah Terima Surat Palsu

NUNUKAN – Sejumlah sekolah negeri dan swasta di Nunukan menerima…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:26

Bangun Sinergisme TNI-Polri, Polres Gelar Apel

NUNUKAN – Tetap ingin meneruskan jalinan sinergisme antar TNI-Polri, Polres…

Senin, 19 Agustus 2019 12:30

Calon Pengantin Nyaris Batal Nikah

DUA orang pria nyaris menjadi korban kecelakaan tunggal dalam insiden…

Senin, 19 Agustus 2019 12:11

Pasang Akuarium sebagai Pengingat Pengunjung

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mempunyai cara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*