MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 05 April 2019 15:29
Pemkot Tetapkan Status Tanggap Darurat

Terhadap 14 Kejadian Longsor

SEMAKIN PARAH: Hujan yang terjadi Kamis (4/4) dini hari menyebabkan rumah Agapitus Riu di RT 26 Kelurahan Karang Anyar kembali tertimpa longsor. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Rentetan kejadian tanah longsor dalam sepekan terakhir menimbulkan banyak kerugian di masyarakat. Tanah longsor tidak hanya berdampak pada permukiman, namun juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum (fasum) seperti jalan dan pemakaman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdul Azis mengungkapkan, kejadian longsor yang terjadi di 14 wilayah di Kota Tarakan cukup membuat pemerintah kewalahan dalam melakukan penanganan. Sehingga 14 kejadian yang terjadi pada 3 April ditetapkan dengan status tanggap darurat.

“Terkait dengan kejadian longsor tanggal 3 kemarin dengan intensitas curah yang cukup panjang yang mengakibatkan longsor yang terjadi di beberapa tempat dari hasil data kami. 14 titik longsor 2 di Kelurahan Pamusian 12 di Kelurahan Karang Anyar dan satunya jalan putus di Jalan Bhayangkara. Akibat kejadian itu ada korban luka satu orang,” ungkapnya, kemarin (4/4).

Hingga April 2019 sedikitnya telah terjadi 30 kejadian tanah longsor di Kota Tarakan. Tingginya angka kejadian, mendekati musibah longsor yang terjadi di tahun 2018.

“Jadi selama tahun 2018 kejadian longsor itu ada 32 kejadian. Sedangkan di tahun 2019 baru di bulan April ini sudah 30 kejadian. Dan hampir setengah kejadian terjadi di tanggal 3 kemarin yang tercatat ada 14 titik longsor,” tuturnya.

Ia menerangkan, selain menimpa permukiman warga, tanah longsor tersebut juga berimbas pada fasum dan pelayanan masyarakat. Sehingga dengan kondisi itu sehingga pihaknya menetapkan status baru.

“Karena ada juga fasilitas umum yang rusak dari Dinas PU meminta kepada kami agar musibah kemarin masuk dalam status tanggap darurat. Sehingga kami bisa gunakan dana belanja tidak terduga itu untuk perbaikan jalan. Saya sampaikan kalau penetapan status tanggap darurat itu ada prosedurnya. Makanya kami lapor ke Pak Wali (dr. Khairul). Makanya Pak Wali langsung mengadakan rapat hari ini (kemarin) dan disepakati status tanggap darurat ini,” terangnya.

Diakatakannya, dengan status tanggap darurat, spihaknya dapat meminta bantuan kepada TNI dan Polri dalam membantu penanganan.

“Jadi dengan ditetapkannya status tanggap darurat kemudian pelaksanaannya oleh BPBD sebagai penanggung jawab di lapangan. Karena penanganan ini memerlukan tenaga banyak jadi kami nanti akan berkoordinasi kepada TNI-Polri,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, menjelaskan pihaknya telah meninjau beberapa lokasi longsor.  Selain itu, Pemkot menanggung biaya pengobatan salah satu korban jika korban tidak memiliki jaminan kesehatan.

“Korban yang belum ada jaminan kesehatannya itu bisa dialihkan ke BTT (belanja tidak terduga) yang ada di Pemkot. Kemudian lokasi itu jika kami rasa tidak lagi bergerak, baru kami lakukan penanganan. Apakah nanti lerengnya disiring atau bagaimana,” jelasnya.

“Kami menganggap kejadian kemarin sebagai bencana dan itu akan dilakukan tanggap darurat bencana. Korban saya lihat kemarin memang ada trauma dan itu kami minta petugas kesehatan cek lagi dan mengikuti perkembangannya,” sebut Khairul.

Pemkot juga telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan agar dapat membantu perbaikan. “Karena itu jalan provinsi jadi kami laporkan ke Provinsi (Pemprov), supaya tidak menganggu. Terus ada beberapa pelayanan di situ yang juga terputus, seperti pelayanan jargas (jaringan gas) dan PDAM (perusahaan daerah air minum) sehingga kami minta perusahaannya membantu upaya rehabilitasi,” rinci Khairul.

 

BANGUN RUMAH DI TEBING TAK ADA IMB

Sebelumnya, hujan Rabu (3/4) dini hari membuat sejumlah titik di Bumi Paguntaka tertimpa bencana. Salah satu korban longsor Kelurahan Karang Anyar, Intiana mengatakan bahwa pada pukul 03.00 WITA, hujan deras dan kemudian disusul longsor yang terjadi pada pukul 03.30 WITA. Saat itu dirinya sedang tidur, namun sang suami tak dapat tidur karena harus begadang untuk melihat keadaan tanah di belakang rumah mereka.

“Bapak (suami Intiana, Red) memang baring-baring di luar. Pas masuk, suami saya langsung berteriak memanggil saya. Terus tanah sudah masuk semua di dapur,” tuturnya.

Intiana bersyukur karena tak ada korban jiwa dalam kejadian longsor ini. Namun, karena posisi kamar Intiana yang berdekatan langsung dengan dapur dan kamar mandi, Intiana mengaku panik. “Untung saya selamat. Dapur kami saja yang rusak, sebelumnya belum pernah longsor,” tangisnya.

Korban longsor di RT 6 Gang Kerupuk Kelurahan Karang Harapan, Harmiyanti mengatakan hujan selalu membawa perasaan waswas. Untuk itu ia menginginkan agar pemerintah dapat menyiring sungai di sekitar rumahnya. “Kalau bisa pemerintah cepat berikan bantuan untuk memperbaiki sungai. Dulu ditimbun pakai pasir saja, pernah juga pakai papan, tapi itu dana sendiri, tapi enggak kuat. Namanya banjir terus kan,” ujarnya.

Lurah Kelurahan Karang Anyar, Indrayadi mengatakan, bahwa titik lokasi longsor yang terjadi di Karang Anyar tersebar di 7 RT dengan 10 titik, yakni RT 15, 60, 62, 68, 70, 55 dan 26. Berdasarkan hasil kunjungannya di lapangan, Indrayadi melihat bencana longsor yang cukup parah terjadi di kawasan RT 70 dan 62 yang memiliki dinding kamar, dapur dan tempat tidur yang jebol. “Kalau kondisi seperti itu ya tidak bisa ditinggalin lagi,” bebernya.

Nah, karena longsor sering terjadi di kawasan Karang Anyar, Indrayadi menyatakan sejak awal telah mengingatkan warganya agar tidak membangun di sekitar kawasan rawan longsor. Namun peringatan tersebut kembali kepada individu masyarakat. “Yang pasti dari pihak pemerintah tidak pernah mengizinkan pembangunan di tempat rawan itu, tapi mungkin karena masalah ekonomi mengharuskan masyarakat untuk membangun meski di kawasan rentan longsor,” ujarnya.

Indrayadi menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan izin IMB kepada setiap masyarakat yang telah membangun di lereng gunung. Namun pelayanan seperti listrik maupun air menurutnya lebih tepat jika dipertanyakan langsung kepada instansi yang bersangkutan.

Dari sejumlah titik longsor yang terjadi, membuat satu orang korban di RT 70 atas nama Maria Fenny yang berusia 40 tahun menderita luka pada bagian paha hingga kaki akibat tertimbun longsor. Saat kejadian, Maria sempat diselamatkan dan telah ditolong tim medis.

“Kami sudah lihat kondisinya dalam keadaan sadar. Pas longsor terjadi, bu Maria itu ditimbun material longsor, kami datang sudah dievakuasi dan laporan itu kami terima dari RT,” ucapnya.

Nah, untuk longsor yang terjadi di RT 60 Karang Anyar, Indrayadi menjelaskan bahwa bangunan tersebut bukan rumah, melainkan kios yang didirikan dekat dengan sungai. Sehingga terkikis dan tergerus air sungai sehingga terjadi longsor. (*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers