MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 02 April 2019 10:36
Kerahkan 628 Petugas Patroli Money Politics
ILUSTRASI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MASA tenang pelaksanaan kampanye biasa digunakan peserta politik untuk melakukan kegiatan politik uang di masyarakat. Sebelum memasuki masa itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki strategi khusus untuk mencegah peredaran politik uang di masyarakat. Bagaimanakah strategi tersebut?

Kepada Radar Tarakan, Ketua Bawaslu Tarakan Sulaiman mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan persiapan dalam pengawasan lebih terkait politik uang, seperti mengangkat pengawas tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 628 orang. Sehingga secara personel jumlah anggota Bawaslu semakin bertambah.

“Pengawas TPS inilah yang akan mem-back up kami pada saat masa tenang,” bebernya.

Pada dasarnya, pengawas TPS akan bertugas untuk mengawas proses pelaksanaan pemilu secara terbuka. Sehingga pengawas TPS lebih banyak bertatap muka langsung dengan masyarakat dengan melakukan sosialisasi serta dengan strategi pencegahan politik uang.

Selain itu, ada pula bentuk pengawasan tertutup yang diambil dari Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dan kota untuk menanggulangi terjadinya politik uang pada masa tenang kampanye.

“Jadi pengawas terbuka adalah pengawas TPS kami, dan tertutup itu adalah teman-teman kelurahan, kecamatan dan tingkat kota,” jelasnya.

Sulaiman menjelaskan, selain pengawasan yang bersifat berjalan ada pula pelaksanaan patroli yang akan dilakukan Bawaslu yang akan dilakukan secara bergiliran selama 24 jam, kemudian singgah di seluruh lokasi keramaian.

“Jadi kalau ada keramaian, kami singgah kemudian menanyakan. Kami akan bawa keamanan juga untuk menjaga kami, jangan sampai kami diserang dalam menjalankan tugas. Kalau tidak ada keamanan kan berbahaya, bisa merepotkan kami di Bawaslu,” katanya.

Untuk diketahui, Bawaslu telah memanggil seluruh tim pengawas Tarakan untuk membahas TPS yang rawan politik uang. Pada prinsipnya, penentuan TPS rawan politik uang tergantung dari aktor politik, pernah mengalami kasus politik uang dan sebagainya.

“Misalnya hanya informasi saja, itu sudah kami jadikan dasar bahwa di situ pernah terjadi politik uang. Hal-hal itu yang menjadi ukuran kami nanti dalam penentuan TPS rawan,” pungkasnya. (shy/lim)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:47

Heart of Borneo Dorong Ekowisata Terwujud

TARAKAN - Program Heart of Borneo (HOB) merupakan kerja sama…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:18

Dapati Kendaraan Tidak Layak Jalan

TARAKAN - Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:16

Lestarikan Tari Jepin di Kalangan Pelajar

TARAKAN – Gerak gemulai para pelajar terlihat saat menarikan tarian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*