MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 02 April 2019 10:27
Demonstran Tuntut Komitmen PLN

Dapat 'Suntikan' Daya 2 MW

TUNTUT KOMITMEN: Demonstran yang merupakan gabungan mahasiswa melakukan unjuk rasa di kantor ULP PT PLN Rayon Tanjung Selor dan DPRD Kaltara terkait persoalan listrik di Tanjung Selor, Senin (1/4). RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai tak mampu menyelesaikan persoalan listrik yang mendera Bulungan. Sebab, pemadaman bergilir yang terjadi dua bulan terakhir juga pernah terjadi 2015 silam. 

Hal ini menjadi dasar mahasiswa melakukan unjuk rasa dan mempertanyakan peran DPRD Kaltara selama ini. ‘DPRD Mandul’ teriak demonstrans secara bersamaan di depan kantor DPRD Kaltara.

Dari pantauan Radar Kaltara, mahasiswa awalnya menyambangi kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN Rayon Tanjung Selor yang berada di Jalan Sengkawit. Berada di gerbang kantor PLN, mahasiswa mengajak Manajer PT PLN Rayon Tanjung Selor, Adiyoso agar hadir di kantor DPRD Kaltara untuk memberikan penjelasan lantaran adanya pemadaman terjadi.

Namun, permintaan demonstrans tak dapat dipenuhi Manajer PT PLN Rayon Tanjung Selor. Hal ini membuat mahasiswa menyambangi kantor DPRD Kaltara. Tiba di depan Kantor DPRD Kaltara, bakar ban dilakukan demostrans dan meminta DPRD segera menghadirkan pihak terkait seperti Dinas ESDM Kaltara, PT PLN Rayon Tanjung Selor dan PT Sumber Alam Sekurau (SAS).

Sempat berjalan negosiasi antar demonstrans dan anggota DPRD Kaltara H. AR Rasyid, di mana meminta perwakilan 10 orang untuk masuk dan berdiskusi bersama anggota DPRD yang lain. Tawaran ini ditolak demonstrans dan menginginkan semua yang hadir dapat diterima.

“Kejadian ini sudah terjadi pada 2015 lalu. Dan saat ini sudah terjadi dua bulan terakhir mengapa baru didiskusikan? Seharusnya, sudah diselesaikan,” sesal Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Nasrullah, Senin (1/4).

Anggota DPRD Kaltara dinilai lamban merespons persoalan krisis listrik lantaran hingga saat ini masih belum ada solusi. Ditegaskan, anggota DPRD Kaltara merupakan wakil rakyat harus tanggap terkait keluhan masyarakat.

“Anggota DPRD ini benar-benar mandul. Karena tidak peka atau merespons dengan kondisi yang ada. Pemadaman ini sudah terjadi dua bulan,” tegasnya.

Dengan sisa waktu jabatan anggota DPRD, dinilai seharusnya hadir dan membuktikan sebagai wakil rakyat dapat menyelesaikan persoalan listrik di Bulungan. “Kita akan mendesak dari DPRD Kaltara untuk memberhentikan manajer ULP PLN dengan langsung intervensi ke PT PLN. Yang kita minta kejelasan, kapan persoalan listrik berakhir,” lanjutnya lagi.

Menjawab aspirasi mahasiswa, Ketua DPRD Kaltara, Marten Sablon langsung bertemu dengan mahasiswa di ruang rapat paripuna DPRD Kaltara. Agenda pertemuan sudah dijadwalkan anggota DPRD Kaltara, Komisi III dengan ULP PT PLN Rayon Tanjung Selor, PT SAS dan Dinas ESDM Kaltara.

Namun, untuk menghadirkan hari itu juga tidak dapat dilakukan. Dikarenakan, surat pemberitahuan atas permintaan dari mahasiswa menghadirkan PLN, Dinas ESDM Kaltara dan PT SAS masuk pada Minggu (31/3). Tentunya butuh waktu untuk menghadirkan pihak terkait seperti yang tertera di surat yang dilayangkan mahasiswa ke DPRD Kaltara.

“Karena butuh waktu persuratan dan harus dikirimkan. Sudah dijadwalkan memanggil seluruh pihak terkait untuk persoalan ini. Komisi III sudah saya tugaskan pemanggilan. Dan rencana Selasa (2/4). Untuk memastikan kita lakukan sidak ke lokasi,” bebernya Ketua DPRD Kaltara, Marten Sablon. 

Ditambahkan H. AR Rasyid, sebelum mahasiswa datang rapat sudah dilakukan bersama anggota DPRD lainnya agar dapat memanggil pihak terkait walaupun dipandang adanya keterlambatan. Dan terkait penilaian mahasiswa atas DPRD Kaltara yang dinilai mandul menurutnya itu merupakan hak mahasiswa untuk menilai.

“Besok dijadwalkan (pertemuan, Red). Kami disebut mandul itu hak kalian. Semua upaya kami lakukan. Semua kami perhatikan,” tegasnya.

Sementara itu, berbagai upaya terus dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menindaklanjuti persoalan pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi di Tanjung Selor dan sekitarnya akhir-akhir ini. Salah satunya mengupayakan penambahan daya sekitar 2 megawatt.

Manajer Komunikasi PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltim-Kaltara (Kaltimra), Zulkarnain mengatakan, penambahan daya sekitar 2 megawatt itu dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebanyak dua unit. Itu ditempatkan di PLTD Sungai Buaya dan saat ini sedang proses pemasangan oleh teknisi.

“Saat ini sedang dilakukan persiapan untuk running test. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini (pembangkit 2 megawatt, Red) bisa masuk ke sistem. Semoga bisa dalam pekan ini,” ujarnya kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Senin (1/4).

Selain itu, PLN juga sedang melakukan proses relokasi mesin pembangkit dari Grogot dan Long Ikis. Saat ini petugas teknisnya sedang melakukan persiapan untuk pembongkaran PLTD di dua lokasi tersebut untuk kemudian dipindahkan ke Tanjung Selor.

“Dua unit mesin PLTD yang dari Grogot dan Long Ikis ini kapasitasnya sekitar 1 megawatt. Artinya, jika digabung semuanya  PLN Tanjung Selor akan mendapat tambahan daya sekitar 3 megawatt,” sebutnya.

Diharapkan, dengan adanya penambahan daya ini, bisa lebih cepat recovery kondisi kelistrikan di ibu kota provinsi termuda Indonesia ini, sembari dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) melakukan proses perbaikan.

“Untuk yang dari Grogot dan Long Ikis itu kami upayakan sudah bisa masuk sebelum pelaksanaan pemilu tahun ini yang akan diselenggarakan pada 17 April mendatang,” katanya.

Pastinya, diupayakan sebelum pelaksanaan pesta demokrasi serentak tahun ini, persoalan listrik di Tanjung Selor sudah bisa teratasi. Artinya sudah tidak ada lagi pemadaman listrik yang dilakukan secara bergilir seperti yang terjadi saat ini.

Disinggung mengenai respona PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang siap membantu PLN untuk menangani persoalan listrik di Tanjung Selor, Zulkarnain mengaku sangat menyambut baik hal itu jika PGN memiliki sumber daya yang bisa mendukung ke pembangkit PLN.

“Jika memang sesuai dengan mesin yang kita butuhkan, tentu ini patut kita sambut baik. Tapi sampai sekarang saya belum dapat informasi dari mana gasnya dan untuk suplai ke mana,” singkatnya. (akz/iwk/eza)


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 11:04

Kacabjari Menunggu Penyerahan dari Pemkab KTT

 TANJUNG SELOR - Pembangunan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Bulungan…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:54

INGAT..!! Semua Speedboat Harus Dilengkapi Pintu Darurat

 TANJUNG SELOR – Langkah tegas dilakukan pihak Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:41

Kabupaten/Kota ‘Disuntik’ Dana Rp 29 Miliar

 TANJUNG SELOR – Ketersediaan anggaran merupakan salah satu faktor pendukung…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:31

BPPRD Raup Rp 311 Miliar dari Pajak Daerah

 TANJUNG SELOR – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD)…

Rabu, 16 Oktober 2019 10:18

Kembalikan Berkas,Sigit Optimistis Didukung Partai

 TANJUNG SELOR - Waktu pengembalian berkas pendaftaran bakal calon (balon)…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:25

NPHD Disepakati, Anggaran KPU Naik Rp 1 M

 TANJUNG SELOR – Setelah melakukan pembahasan yang cukup alot, akhirnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:19

Petani Keluhkan Harga TBS Kelapa Sawit

 TANJUNG SELOR – Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:12

Gubernur Usul Pemekaran Daerah Terbatas di RPJMN

 TANJUNG SELOR – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah, khususnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 09:03

Pinjam dan Baca Buku Menggunakan Ujung Jari

 JIKA sebelumnya masyarakat yang ingin membaca buku itu harus datang…

Senin, 14 Oktober 2019 09:28

Anggaran Terbatas, Bukan Alasan

 12 Oktober 2019, Kabupaten Bulungan genap berusia 59 tahun. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*