MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 02 April 2019 10:17
Gelapkan Uang Arisan, TM Diamankan
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Personel Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kaltara bergerak cepat usai mendapatkan laporan Minggu (17/2) lalu terkait kasus arisan online yang merugikan korban hingga Rp 22 juta. Ternyata pelakunya seorang wanita berinisial TM (27) dan owner arisan yang tinggal di Jalan Selumit, Kota Tarakan.

Arisan online yang dikelola TM melalui media sosial (medsos) sudah dilakoni sejak dua tahun terakhir. Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit melalui Dirkrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma mengatakan, pelaku yang menjalankan arisan online mulai dari arisan uang, emas dan barang. Di mana, setiap kelompok terdiri hingga 10 orang.

Dan uang yang dikumpulkan melalui TM merupakan hasil kesepakatan tiap kelompok. Dicontohkan dari 10 orang mengumpulkan Rp 2 juta akan menerima Rp 20 juta. Dan hasil pemeriksaan, setiap kelompok pelaku mengatasnamakan orang lain. Sehingga, ketika giliran penerima anggota kelompok yang lain, pelaku tidak memberikan lantaran beralasan anggota kelompok belum menyetorkan sedangkan anggota lain itu pelaku.

“Ada arisan emas, uang dan barang. Dengan penawaran dari pelaku membuat banyak yang tertarik. Dan hasil pemeriksaan banyak arisan yang dikelola pelaku,” ucap Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma kepada Radar Kaltara, Senin (1/4).

Dijelaskan, yang menjadi kesulitan antara peserta arisan ternyata tidak saling kenal. Sehingga, komunikasi antara peserta arisan untuk memastikan siapa yang belum menyetorkan tidak bisa dilakukan. Dan saat ini diketahui satu korban yang melaporkan. Sehingga, arisan yang harus diterima anggota kelompok akhirnya tidak ada.

Sehingga, ia menilai tidak menutup kemungkinan banyak korban lainnya. Sebab, aktivitas arisan online yang dilakukan pelaku merupakan mata pencarian selama dua tahun terakhir. Uang arisan dari korban umumnya ditransfer ke rekening pelaku dan ada juga yang menyerahkan secara langsung.

“Ujung-ujungnya tidak ada yang dapat setelah menyetorkan uang arisan ke pelaku. Korban untuk sementara ditemukan warga Tarakan tidak menutup kemungkinan hasil pengembangan akan korban lain bermunculan,” tegasnya. 

Sampai saat ini, pelaku diketahui bekerja sendiri. Selama beraksi, ia juga memilah orang yang bakal menjadi korbannya. Sehingga, setiap beraksi dipastikan pelaku berhasil mengelabui korban. Dengan kejadian ini, diharapkan kepada masyarakat tidak mudah percaya dengan iming-iming. Apalagi tergoda dengan ajakan melalui medsos yang melibatkan uang.

Kemudian, ia berpesan kepada pelaku kejahatan menggunakan medsos agar tidak melakukan kejahatan cyber. Sebab, jika berani siap-siap mendekam di balik jeruji lantaran aksinya dipastikan bakal terbongkar.

“Jadi imbauan saya masyarakat jangan sampai tergoda dengan sesuatu yang tidak jelas apalagi melalui medsos. Dan para pelaku kejahatan menggunakan medsos di Kaltara jangan coba-coba melakukan kejahatan cyber. Inysaallah saya pasti dapat. Allah kasih kemudahan itu, karena kami memiliki tim yang mumpuni,” pungkasnya. (akz/eza)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers