MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 28 Maret 2019 11:36
Ternyata Ini Biang Kerok Banjir di Sebengkok

Nihil Anggaran Penanganan Longsor

TINJAUAN: Anggota DPRD Kota Tarakan didampingi DPUTR Kota Tarakan melihat lokasi proyek penanggulangan banjir Sebengkok, Tarakan Tengah, Rabu (27/3). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Pembangunan program penanganan banjir di kawasan Sebengkok yang memakan anggaran hingga miliaran rupiah, tak juga mendapatkan simpati dari masyarakat. Pasalnya, drainase lokasi penanganan banjir Sebengkok saat ini sedikit demi sedikit telah dipenuhi oleh sampah yang menyebabkan drainase menjadi tersumbat hingga membuat air yang seharusnya mengalir menjadi meluap akibat tertahan sampah.

Kepada Radar Tarakan, Sekretaris Komisi III Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Herman Hamid mengatakan meski dilakukan progres penanganan banjir, namun kawasan Sebengkok mengalami peningkatan debit air. Usai melakukan koordinasi bersama DPUTR, pihaknya menemukan adanya filter sampah yang menghambat air mengalir.

“Ada banyak sampah yang menyebabkan air menjadi terbendung. Jadi akhirnya hasil koordinasi bersama DPUTR, filter sampah itu dilepas,” bebernya.

Disinggung terkait adanya pendangkalan pada salah satu drainase Sebengkok, Herman menyatakan bahwa DPUTR menyatakan bahwa tidak ada anggaran. Sehingga proses penanganan banjir kawasan Sebengkok masih tersisa 10 persen.

Menurut Herman, untuk menyelesaikan program penanganan banjir tidak akan cukup jika hanya mengandalkan APBD Kota Tarakan, sehingga pihaknya berharap agar pemerintah provinsi maupun pusat dapat turun tangan memberikan anggaran dalam penyelesaian penanganan banjir sehingga dapat terselesaikan 100 persen.

Terkait adanya masyarakat yang menyatakan bahwa progress penanganan banjir merupakan proses perpindahan banjir, Herman menyatakan bahwa hal tersebut sungguh tidak benar. Namun menurut Herman banjir yang terjadi di Kota Tarakan saat ini merupakan fenomena alam. Hal tersebut terbukti pada kawasan yang dulunya tidak banjir, namun kini harus mengalami banjir.

“Mungkin debit air yang naik, tapi struktur tanah di Tarakan yang menurun. Kalau menurut hemat saya sepertinya keadaan Tarakan ini menurun, karena ada kawasan yang dulunya tidak banjir sekarang jadi banjir,” jelasnya.

Setiap kali terjadi hujan, masyarakat Sebengkok selalu dikeluhkan dengan persoalan banjir sehingga menyebabkan ketidaknyamanan di masyarakat. Melalui hal tersebut, Herman berharap agar di masa pemerintahan Wali Kota saat ini progres penanganan banjir dapat diteruskan agar dapat berdampak di masyarakat. Ia juga mengharapkan agar masyarakat dapat sadar sehingga tidak membuang sampah di sembarang tempat.

“Saya berharap agar seluruh drainase dapat diperbaiki, karena di zaman pemerintah sebelumnya tidak direalisasikan. Perhatikan saja drainase yang ada di RT itu tersumbat semua. Bahkan drainase yang kecil harus dilebarkan, tapi tidak direalisasikan di pemerintah sebelumnya,” keluhnya.

Nah, adanya dana kelurahan saat ini, Herman menyampaikan kepada pihak kelurahan untuk menyediakan dana faktif dan lebih mendengarkan aspirasi para RT. Karena setiap RT dianggap lebih memahami keadaan lingkungannya masing-masing.

“Kalau di wilayahnya buruk ya diutamakan, karena tidak semua RT drainasenya tidak baik. Di Sebengkok ini, hampir seluruh 34 RT drainasenya bermasalah, kecuali di RT 1. Makanya harus diperbaiki paling tidak 2020,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, Muhammad Haidir mengatakan bahwa pada awalnya filter berfungsi untuk menahan sampah dan memudahkan pihaknya ketika melakukan pemeliharaan drainase untuk memperpanjang usia program penanganan banjir.

“Tapi ternyata sampah yang ikut hanyut di sungai saat hujan terbilang sangat besar, sehingga saat hujan saringan sampah itu sudah penuh duluan. Skenario kami kan tidak sampai penuhlah, sehingga saat hujan reda, sampahnya tersaring dan diangkut, ternyata beberapa titik saringan hampir semuanya ada sampah,” bebernya.

Untuk diketahui, pemasangan filter sampah dipasang di beberapa titik seperti Sebengkok Waru, dan sebagainya. Namun seluruh filter tersebut tidak mampu menampung sampah. Masih ada beberapa filter sampah yang tersisa untuk menampung sampah berukuran besar.

“Kemarin itu dalaman kulkas ada, plastik, bahkan kami pernah menemukan springbed. Mudah-mudahan masyarakat semakin sadar, yang dibangun dengan biaya mahal ini sebagai bentuk rasa syukur ya dipelihara,” pungkasnya.

Harapkan Ada Dana Praktis Longsor

Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Bumi Paguntaka tak hanya membuat banjir, namun juga memancing terjadinya longsor yang bahkan nyaris membuat si tuan rumah menjadi korban dalam bencana longsor.

Kepada Radar Tarakan, salah satu korban longsor di RT 6, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah, Nursakinah (38)mengatakan bahwa longsor menimpa rumahnya pada Selasa (26/3) lalu, pukul 07.26 WITA. Saat terjadi longsor, dirinya berada di atas ranjang sedang tidur. Namun tiba-tiba terdengar suara bunyi lemari jatuh hingga menindis anak gadisnya berusia 9 tahun yang bernama Talita.

Sontak Nursakinah sekeluarga berbondong-bondong keluar rumah, namun sayangnya saat itu, suami, dua anak dan ayahnya terkunci dari dalam rumah, hingga memaksa sang suami mendobrak pintu keluar seraya berteriak minta tolong kepada tetangga sekitar.

“Kai (Ayah Nursakinah) baru selesai operasi mata, baru tidak mendengar. Jadi ayah saya duluan diselamatkan karena sudah tua usia 58 tahun,” kenangnya.

Sebelumnya, Nursakinah pernah mengalami longsor, namun hanya menimpa tetangga rumahnya. Namun sejak disiring oleh pemerintah, longsor pun terjadi hingga membuat rumah Nursakinah tergeser dan mengenai seng tetangga di sebelah rumahnya.

Akibat kejadian itu, Nursakinah menginginkan agar pemerintah segera campur tangan. Sebab keadaan rumah Nursakinah saat ini telah miring sehingga diprediksi tidak dapat bertahan lama. Serta dapat membahayakan rumah tetangganya yang berada tepat di sebelah rumah Nursakinah.

Demi kenyamanan, Nursakinah saat ini tinggal di kediaman keluarganya yang berada di Gunung Belah. Untuk diketahui, kondisi Talita pasca ditimpa lemari baju berbahan kayu hanya mengalami lecet di lutut kanan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi III Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Herman Hamid mengatakan, bahwa pihaknya berharap agar adanya dana praktis yang disiapkan oleh pihak kelurahan maupun kecamatan. Sebab pihaknya merasa khawatir karena jika terjadi bencana, masyarakat selalu melapor pada kelurahan maupun kecamatan meski pihak kelurahan dan kecamatan tidak dapat berbuat apapun.

“Jangankan di kelurahan, di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saja tidak ada pos anggaran untuk itu, ini menjadi prioritas ke depannya agar pemerintah lebih memperhatikan soal itu,” bebernya.

Dengan intensitas hujan yang tinggi di Sebengkok menyebabkan 5 rumah warga Sebengkok mengalami longsor. Namun longsor terparah terjadi di kawasan RT 6 dan 18 Sebengkok. Melalui hal tersebut, Herman mengharapkan agar pemerintah segera melakukan langkah, sebab jika lambat ditangani maka pemerintah akan disibukkan dengan kasus longsor.

“Saya berharap agar di APBDP 2019 ini ada dana praktis untuk longsor,” harapnya. (*/shy/eza)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers