MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Maret 2019 12:01
HAYUUU, ADA APA INI...?? Puluhan Makam Bergerak

Terjadi di Tiga Tempat Pemakaman Umum

RUSAK PARAH: Kondisi Komplek Pemakaman Pamusian diterjang longsor, Selasa (26/3). AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Hujan deras yang mengguyur Tarakan sejak Selasa (26/3) pagi tidak hanya menyebabkan banjir di sejumlah kawasan langganan, seperti Jalan Slamet Riady, Jalan Kenanga, Jalan Seroja, Jalan Mulawarman, dan beberapa kawasan lainnya. Longsor juga kembali terjadi, hingga menimbulkan kerugian materi.

Tanah longsor tidak hanya berdampak pada permukiman, namun juga kerusakan pada beberapa makam yang berada di perbukiran. Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Sebengkok, Pemakaman Muslim Karang Anyar dan Pemakaman Muslim Pamusian-Markoni.

Sekira pukul 08.00 WITA, warga Pamusian dibuat geger karena belasan makam yang rusak akibat tanah longsor. Rendi (27) seorang warga sekitar mengatakan usai hujan mengguyur, warga mendapati areal makam telah bergeser. 

"Pas pagi kondisinya sudah begitu. Mungkin kejadiannya subuh yah. Tidak ada yang tahu pasti juga, soalnya yang mengurus makam ini kan orang-orang terdekat sini saja, jadi tidak ada yang menjaga di kuburan," terangnya, kemarin (26/3).

Dari pantauan Radar Tarakan puluhan makam tertimbun tanah, bergeser dari posisinya. "Ini sebelumnya penuh, tapi sekarang hanya ada 2 nisan saja yang kelihatan, termasuk kuburan mama (Ibu Rendi) yang masih ada. Walaupun sudah sedikit bergeser. Perkiraan ada 12 atau 13 kuburan yang tertimbun," ujar Rendi.

 

Pada TPU Sebengkok, empat makam yang berada pada lereng perbukitan mengalami kerusakan. Meski demikian, longsor yang terjadi tidak terlalu parah dan merusak banyak makam.

Zamzani (58), penjaga TPU Sebengkok menerangkan, rusaknya makam saat hujan sudah beberapa kali terjadi. Makam di sekitar lereng sudah banyak yang bergeser.

"Iya sering, kalau cuma tehel-nya pecah, nisannya yang tercabut atau bergeser sedikit dari tanah itu. Pasti terjadi setiap hujan semalaman. Tapi kami langsung perbaiki dan tancap patoknya ke tempat semula. Nah yang repot itu kalau kami sudah lupa tempat semulanya. Akhirnya banyak kuburan yang patoknya tidak pas dengan posisi mayatnya dikubur," ujarnya.

Kejadian serupa juga terjadi di TPU Karang Anyar. Dengan kejadian longsor tersebut diperkirakan sedikitnya belasan kuburan yang rusak dan bergeser. Hal tersebut diungkapkan Sutrisno (48), petugas TPU Karang Anyar.

"Belum tahu jumlah pastinya, yang jelas ada belasan makam yang rusak. Syukurnya tidak ada mayat yang timbul," ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Ir. Kajat Prasetio menerangkan saat ini pihaknya belum dapat meninjau seluruh makam yang mengalami longsor. Pihaknya masih menangani beberapa kejadian longsor pada permukiman masyarakat. "Kami sudah terima laporan, namun untuk saat ini kami belum dapat meninjau semua lokasi makam karena sedang melakukan penanganan longsor pada peemukiman di kawasan Sebengkok. Mungkin besok (hari ini, Red) baru bisa kami tinjau semua. Tapi berdasarkan laporan dari seluruh pemakaman yang longsor, prediksi ada puluhan makam yang rusak karena musibah hari ini," bebernya.

 

SATU WARGA NYARIS TERTIMBUN

Kejadian longsor di RT 6 Kelurahan Sebengkok pada Selasa sekira pukul 06.30 WITA menimpa rumah Nursakinah (40). Saat longsor terjadi ia dalam keadaan tidur bersama dua anaknya.

Suara gemuruh dari arah samping rumah membangunkannya. Namun, belum sempat membangunkan anaknya, lemari menimpa. Ia pun berteriak memanggil suaminya yang berada di luar kamar.

"Anak saya ketindisan lemari, habis itu saya berteriak minta tolong, saya teriak panggil suami saya," ungkapnya.

Bahkan sang suami sempat mengalami kesulitan membuka pintu kamar karenda dinding rumah bergeser dari struktur fondasi bangunan. Sehingga, sang suami dapat masuk dengan cara mendobrak pintu kamar.

"Pak...Pak, mati sudah anak kita, saya bilang begitu. Pas bapaknya mau masuk pintu kamar tidak bisa terbuka karena dinding rumah bergeser. Akhirnya pintu didobrak suami saya, pas suami masuk, saya teriak minta bantuan tetangga," kata Nursakinah histeris.

Beruntung anak keduanya yang berusia 9 tahun itu selamat setelah dievakuasi dengan bantuan warga.

"Anak saya yang kejatuhan itu umur 9 tahun, kakinya luka. Mungkin kalau lambat sedikit, mungkin anak saya bisa mati. Untungnya tetangga datang membantu mengeluarkan anak saya," ujarnya.

Seluruh perabot di dalam rumah terjatuh karena kerasnya hantaman tanah.

"Tidak menghitung kerusakan. Seperti lemari meja, kulkas, alat di dapur, pokoknya semua benda sudah berjatuhan. Rumah saya kan sudah miring kena longsoran tanah,” terangnya.

Ketua RT 6 Kelurahan Sebengkok Jamhari mengatakan jika kawasan tersebut merupakan area yang rawan longsor. Longsor terjadi saat hujan deras.

"Saya dengarnya tadi pagi setelah mendapat laporan dari warga. Memang area bukit di sini rawan longsor. Makanya saya menganjurkan warga untuk menyiring bukit sekitar rumahnya," terangnya.

Sebelumnya di tempat yang sama juga mengalami imbas tanah yang longsor akibat tumbangnya sebuah pohon. Hanya longsor yang terjadi sebelumnya, tidak separah yang menimpa rumah Nursakinah.

"Waktu itu juga sudah pernah kena longsoran karena adanya pohon tumbang tapi tidak parah. Sekarang ini hampir menghancurkan rumah," tuturnya.

Camat Tarakan Tengah Muhammad Zainuddin menyampaikan pihaknya telah mengunjungi lokasi. Selain itu, ia memastikan jika tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

"Kami sudah meninjau rumah korban, dan memang kelihatannya cukup parah yah. Tapi alhamdulillah korban jiwa tidak ada, itu yang paling penting. Walaupun anak korban tadi tertindis lemari, untungnya masih bisa diselamatkan. Selanjutnya kami serahkan kepada OPD teknis, bagaimana SOP penanggulannya," ucapnya.

"Lokasinya bersebelahan dengan TPU Sebengkok AL tadi juga ada sedikit bergeser 3 atau 4 kuburan tapi tidak mengeluarkan jasad. Dari laporan untuk tahun ini sudah 3 kejadian. Lokasinya di Gang 45 Sebengkok Tiram, permukiman di Bukit Cinta dan di RT 6 Sebengkok AL ini," pungkasnya. (*/zac/lim)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers