MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Maret 2019 11:50
Setop Bangun Embung, Fokus Air Baku

Khairul Terima Aduan Pungutan pada Sambungan Gratis

PENAMPUNG AIR BAKU: Embung Binalatung, Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Air baku yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan sangat bergantung pada hujan. Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana mengevaluasi hal tersebut. Ketika air baku kritis, aliran air bersih ke rumah warga pun tidak merata. Kerap kali dilakukan distribusi bergilir.

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, perlu memikirkan solusi atas persoalan tersebut. Solusi yang dimaksud, yang dapat direalisasikan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan pemerintah. “Tapi memang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, karena memang solusi yang terbaik adalah mendatangkan air dari Sungai Sekatak yang paling terdekat,” ujarnya, Minggu (24/3).

Air di Sungai Sekatak dialirkan melalui pipa yang panjang. Untuk membangun fasilitas itu, membutuhkan investasi yang besar. Khairul mengaku telah menyampaikan langsung hal ini ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Harapan Pemkot, pembiayaan sistem pemipaan dari Sungai Sekatak dapat dibiayai pemerintah pusat.

“Bagaimana nanti di Tarakan, apakah nanti kami beli atau tidak? Itu tidak masalah karena memang masyarakat butuh air baku atau air curah,” jelasnya.

“Kami akan terus melobi agar dapat ditindaklanjuti pusat. Kami berkomunikasi dengan Kementerian PUPR secara rutin, karena ini butuh biaya besar. Tidak mungkin ditangani Pemkot, sebab akan menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah,” sambungnya.

Menurut Khairul, jika pemerintah hanya terfokus pada pembangunan embung, tidak akan menjamin ketersediaan air baku cukup. Sebab yang menjadi persoalan utama saat ini adalah air baku. Jika seluruh embung di Tarakan beroperasi, seperti Embung Rawasari, Embung Persemaian, Embung Kampung Satu, Embung Bengawan maka kapasitas produksi bisa mencapai 900 liter per detik. Sedang kebutuhan masyarakat Tarakan saat ini mencapai 800 liter per detik. Menurut yang perlu dilakukan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan air baku.

“Setiap bulan problem kita hanya air hujan, dan akan terus terulang. Masak mau seperti itu terus menerus. Yang paling penting itu bagaimana seluruh warga bisa teraliri dulu, kalau pelayanan sudah bagus, tarif dinaikkan pun tidak akan masalah. Tapi pelayanan belum bagus dan sering dimatikan, ya orang pasti teriaklah,” imbuhnya.

Masalah lain yang dihadapi PDAM, ketidakmampuan distribusi pada kawasan perbukitan. Seperti misalnya di Kampung Enam, Sebengkok, Kampung Baru. Maka dibutuhkan booster pump. Ke depan, Pemkot akan menganggarkan khusus ketersediaan alat yang dimaksud untuk membantu PDAM.

Sementara itu, pemasangan sambungan secara gratis telah berjalan. Meski informasi tersebut belum menyentuh masyarakat sampai ke kalangan bawah. Diungkap Khairul, bahkan ada pula pegawai PDAM yang belum memahami proses pemasangan sambungan gratis sehingga akan diingatkan kembali oleh pemerintah.

“Karena sudah berkali-kali kami ngomong, tapi keluhan masyarakat masih ada juga yang berbayar. Ini laporannya tiap hari masuk. Berarti ini tidak bisa mengelaborasi visi dan misi kepala daerah yang sudah dijanjikan. Padahal ini wajib hukumnya. Ini menjadi bahan kami untuk dijadikan evaluasi manajemen PDAM,” jelasnya.

Khairul mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengucurkan subsidi Rp 6 miliar kepada PDAM tahun ini untuk program pemasangan 3.000 unit sambungan gratis. Sehingga menurutnya secara bisnis PDAM tidak dirugikan dalam hal ini. “PDAM tidak dirugikan. Tapi kalau main-main di bawah, masih ada yang pungut-pungut, hati-hati bisa dilaporkan. Itu bisa dianggap korupsi,” tegasnya.

Sebagai perusahaan daerah, jika ditemukan adanya kejanggalan pada manajemen PDAM, maka Pemkot setiap saat dapat mengevaluasi. “Soal sambungan gratis itu akan kami evaluasi dalam waktu dekat ini,” bebernya.

Menyoal tarif, Khairul menyatakan bahwa pihaknya hanya akan fokus pada perbaikan kualitas pelayanan ke masyarakat. “Bagi kami yang penting itu bagaimana masyarakat semua bisa teraliri air bersih. Pembahasan tarif itu nanti setelah pelayanan ke masyarakat ini sudah bagus,” katanya. (*/shy/lim)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:49

Nol PDP, Tren ODP dan OTG Menurun

TARAKAN – Seorang yang sebelumnya ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan…

Jumat, 29 Mei 2020 09:45

Rumah Ibadah Kembali Dibuka

TANJUNG SELOR – Dua bulan terakhir, warga tidak dapat melakukan…

Kamis, 28 Mei 2020 18:34

Mendagri: Pilkada Serentak Dimajukan

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian memastikan pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers