MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:29
Kampanye, Dilarang Menyoal Pancasila
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Jika pelaksanaan kampanye terbuka pada pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilaksanakan tahun 2018 lalu mengikuti jadwal kampanye yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun pada pelaksanaan kampanye terbuka khusus pemilu 2019 ini berbeda. Lantas bagaimana aturannya?

Kepada Radar Tarakan, Ketua KPU Kalimantan Utara (Kaltara) Suryanata Al Islami mengatakan bahwa terkait kampanye rapat umum terbuka, dibuat sepenuhnya oleh KPU RI. Sehingga melalui proses kampanye terbuka, KPU Kaltara hanya melakukan penyusunan kampanye untuk calon DPD RI saja, sedang untuk kampanye yang dilakukan oleh partai politik, akan bersamaan dengan proses kampanye calon presiden dan wakil presiden.

“Jadi misalnya hari ini di Kaltara jadwalnya kampanye paslon A, maka di seluruh wilayah menjadi hari kampanye nasional bersama dengan parpol pengusung paslon A,” ujarnya.

Dalam kampanye terbuka, setiap peserta kampanye dilarang untuk mempersoalkan tentang negara Pancasila, saling menjelekkan dan sebagainya. Namun sebagai penyelenggara pemilu, pihaknya menginginkan pelaksanaan pemilu yang berintegritas seperti tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan dalam peraturan UU dan PKPU, tidak berkampanye dengan hoaks, politisasi SARA dan politik uang.

“Komitmen bersama itu harus sudah dipegang bersama-sama, karena di awal kampanye kami sudah mendeklarasikan peserta pemilu di Kaltara untuk menyatakan menolak hoaks, politisasi SARA dan politik uang,” jelasnya.

Untuk itu, KPU berencana untuk mengundang peserta pemilu dan stakeholder terkait guna membahas tentang politisasi SARA dan politik uang untuk persiapan rapat umum terbuka. Tak hanya itu, pihaknya pun telah meminta kepada pemerintah daerah untuk merekomendasikan titik lokasi rapat kampanye umum terbuka untuk masing-masing wilayah Kaltara.

Untuk diketahui, jadwal kampanye terbuka akan dilaksanakan selama 21 hari yang dapat dilakukan oleh parpol pengusung paslon A maupun B. Namun, pelaksanaan kampanye capres dan cawapres hingga kini belum diketahui oleh KPU.

Biasanya tim kampanye akan melaporkan kepada KPU terkait penggunaan jadwal yang tertera di wilayah Kaltara, termasuk kedatangan juru kampanye nanti.

Nah, pada 24 Maret nanti, Suryanata menjelaskan tentang adanya fasilitasi iklan kampanye di media massa seperti cetak, elektronik dan sebagainya. Dalam hal ini, Suryanata menjelaskan bahwa pihaknya hanya memfasilitasi calon DPD saja, sementara peserta pemilu parpol difasilitasi langsung oleh KPU RI.

“Tapi terkait iklan kampanye, konten, desain dan sebagainya itu sepenuhnya dibuat oleh peserta pemilu (DPD) yang kemudian diserahkan ke kami, ada beberapa ketentuan yang harus mereka ikuti tentang berapa durasi waktu, ukuran foto agar tidak pecah, materi itu akan kami periksa bersama Bawaslu untuk menentukan apakah sudah sesuai atau tidak. Kalau belum sesuai kami kembalikan untuk diperbaiki kemudian diperiksa lagi, kalau sudah sesuai baru ditayangkan,” jelasnya.

Melalui hal tersebut, Suryanata menjelaskan tentang adanya konsekuensi bagi calon DPD yang terlambat atau tidak menyampaikan materi iklan, maka tidak akan ditayangkan materi iklannya. Tak hanya itu, jika terlambat, maka penayangan iklan akan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pihaknya.

 

KOMISIONER BARU DILANTIK

Komisioner KPU berganti. Kepada Radar Tarakan, Ketua KPU Tarakan Nasruddin mengatakan sebelumnya komisioner KPU Tarakan dipegang oleh Teguh Dwi Subagyo ketua sekaligus Divisi Logistik, Nasruddin sebagai Divisi Data, Rika sebagai Divisi Teknis, Sudirman sebagai Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas) dan Fajar sebagai Divisi Hukum. Periode 2019-2024 komposisi tersebut telah berubah.

Pada 19 Maret 2014 lalu, KPU Tarakan telah dilantik bersamaan terbitnya SK KPU sehingga anggota komisioner KPU Tarakan yang akan menjabat diisi oleh Nasruddin sebagai Ketua sekaligus Divisi Logistik, Taufik Akbar Divisi Teknis, Jumaida Divisi Data, Heri Divisi SDM dan Parmas serta Abu Thalib Divisi Hukum.

Untuk diketahui, Nasruddin merupakan anggota KPU pada periode 2014-2019. Sementara itu, Taufik Akbar merupakan seorang ASN dan aktivis sehingga sedikit banyaknya mengetahui tahapan pemilu. Jumaidah yang telah berpengalaman menjadi PPK dan Panwascam, Abu Thalib yang pernah bekerja di Sekretariat Bawaslu dan Heri yang berlatar belakang media namun dipastikan telah memahami pelaksanana pemilu.

Meski hanya Nasruddin yang berstatus komisioner lama, namun Nasruddin menyatakan tidak memiliki kendala apa pun dalam membimbing keempat komisioner KPU yang baru. Berdasarkan arahan KPU RI untuk meminta setiap komisioner agar langsung bekerja, menurut Nasruddin arahan tersebut bukanlah hal yang sulit dilakukan pihaknya.

“Jadi sambil berjalan, sambil bekerja. Lagi pula mereka (empat anggota komisioner KPU yang baru) sudah melakukan seleksi yang cukup ketat yang sesuai dengan pemahaman UU, integritas dan sebagainya. Jadi saya pikir mereka bisa cepat menyesuaikan,” ujarnya.

Setiap harinya, Nasruddin menyatakan bahwa pihaknya selalu sharing dan saling mengingatkan terkait tahapan pemilu yang sedang berjalan saat ini. Namun hingga kini, Nasruddin mengungkapkan bahwa dirinya tak merasa memiliki permasalahan, sebab keempat komisioner KPU cepat dan sigap dalam memahami seluruh tahapan pemilu. (*/shy/lim)

 


BACA JUGA

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…

Rabu, 12 Februari 2020 15:19

Penyewa Rumah Asal Api Dicari Polisi

TARAKAN - Penyebab kebakaran di Jalan Pinus RT 13, Kelurahan…

Senin, 10 Februari 2020 15:06

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Masa Golden Age

Pemberian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika anak memasuki masa…

Senin, 10 Februari 2020 15:02

Honorer Siap-Siap Menganggur

TAK ada lagi istilah honorer, tenaga kontrak, atau outsourcing di…

Jumat, 07 Februari 2020 06:05

BREAKING NEWS!! Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Jembatan Besi

TARAKAN - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Bumi Paguntaka di…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:25

Ibrahim Rusli Akan Taklukkan Laut Berau

Setelah 14 kali mencatatkan aksi renang di laut, kini Ibrahim…

Kamis, 30 Januari 2020 15:03

Upaya Evakuasi Masih Buntu

SEJATINYA sejumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok…

Kamis, 30 Januari 2020 14:54

Sudah 16 Pasien Dirujuk

TARAKAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan terus memantau kesehatan…

Rabu, 29 Januari 2020 14:21

RSUD Sebut Bukan Pasien Corona

PENYEBARAN dokumen medis seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers