MANAGED BY:
MINGGU
28 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Maret 2019 10:31
Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

Terkait Perkara Korupsi UBT

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO,

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program Sarjana Kependidikan Guru dalam Jabatan (PSKGJ) FKIP UBT akhirnya inkrah setelah para terdakwa tidak mengajukan banding.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tarakan Rachmad Vidianto, melalui Kasi Pidsus Tohom Hasiholan mengatakan, putusan tersebut inkrah sejak 8 Maret lalu dan saat ini tinggal dilakukan eksekusi oleh JPU. “Dari JPU juga tidak mengajukan banding lantaran terdakwa sudah menerima putusan tersebut,” ungkapnya.

Diketahui dalam perkara tersebut, tiga terdakwa yaitu Herdiansyah, Yansar, dan Aji Wiweko alias Ahong dinyatakan terbukti melakukan tindakan korupsi oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda. Yansar dan Aji Wiweko divonis pidana 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subider 1 bulan kurungan dan uang pengganti Rp 12 juta (bukan Rp 80 juta seperti diberitakan sebelumnya). Sementara, Herdiansyah divonis 1 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan dan uang penganti Rp112.989.210 subsider 2 bulan kurungan.

Dalam putusannya juga, majelis hakim memerintahkan barang bukti sebanyak Rp 88.785.000 akan dikembalikan terhadap kepemilikan dari uang tersebut. Diketahui uang tersebut merupakan uang patungan dari dosen FKIP UBT. “Tertanggal 12 Maret, Kajari juga sudah mengeluarkan surat perintah pelaksanaan putusan tersebut,” bebernya.

Untuk saat ini, lanjut Tohom, uang yang merupakan barang bukti masih dititipkan di kas pengadilan Tipikor Kaltim. Setelah dilakukan eksekusi terhadap terdakwa, pihaknya juga akan sekaligus mengeluarkan uang tersebut dan mengembalikannya. “Di dalam uang tersebut terdapat juga uang milik Yansar, sebesar Rp 13 juta,” imbuhnya.

Terhadap denda yang dikenakan kepada terdakwa, pihaknya nanti akan mengkonfirmasi apakah terdakwa sanggup membayar atau tidak. Kalau pun sanggup, maka para terdakwa juga akan diberikan waktu untuk bisa membayarnya. Apabila para terdakwa tidak sanggup membayar, maka hukumannya ditambah sesuai putusan.  “Jadi untuk hal itu sama juga dengan uang pengganti, kalau tidak dibayar ya ditambah sesuai putusan itu,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 27 Februari 2021 11:33

Lanjutan Sidang Sabu Cair, Saksi dari Avsec Dihadirkan

TARAKAN -Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi dari…

Sabtu, 27 Februari 2021 11:30

Residivis Curanmor Kembali Berulah

TARAKAN – Polisi dari Unit Reskrim Polsek Tarakan Barat berhasil…

Sabtu, 27 Februari 2021 11:21

Semua Wartawan Wajib Vaksin

TARAKAN - Wacana dari Presiden RI Joko Widodo yang akan…

Sabtu, 27 Februari 2021 10:37

Ingin Regenerasi, Percayakan Kaum Muda

TARAKAN - Minimnya regenerasi pada sebagian partai Politik (Parpol) menyebabkan…

Jumat, 26 Februari 2021 14:20

Antara Muncikari dan Korban Ternyata Ada Hubungan Keluarga

TARAKAN - Penyidik Satreskrim Polres Tarakan masih mendalami keterangan dua…

Jumat, 26 Februari 2021 14:19

Polisi Datang, Pelaku Judi Sabung Ayam Kabur

TARAKAN - Puluhan warga di Kelurahan Juata Laut seketika langsung…

Kamis, 25 Februari 2021 10:45

Ekspor Langsung, Hemat Biaya 40 Persen

TARAKAN – Dengan jarak yang lebih dekat dari negara tujuan,…

Kamis, 25 Februari 2021 10:44

Bebaskan Masyarakat Berbicara

KURANGNYA kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan jurnalis semakin tinggi di…

Kamis, 25 Februari 2021 10:40

Dua Muncikari Ditangkap di Jakarta

TARAKAN – Dua pelaku yang berperan sebagai muncikari berhasil ditangkap…

Kamis, 25 Februari 2021 10:39

Temukan Pungli di Imigrasi, Laporkan Saja !

TARAKAN – Masyarakat diminta jangan segan untuk melaporkan, bila menemukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers