MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 10:52
Brigjen Ery: Vonis Mati Sesuai dengan Perbuatan
Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Ery Nursatari. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan yang menjatuhkan vonis mati terhadap kedua terdakwa perkara sabu 4 kg yakni Herman Tawau dan Lukman Sanai dinilai sudah sewajarnya didapatkan kedua terdakwa atas apa yang diperbuat keduanya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara Brigjen Pol Ery Nursatari kepada pewarta, Minggu (17/3). Dirinya nilai vonis yang dijatuhi kepada keduanya sudah sesuai, karena perbuatannya sangat merugikan negara, di mana generasi muda menjadi korban dari barang haram tersebut.

"Vonis itu sesuailah dengan apa yang diperbuatnya," ujarnya.

Apalagi keduanya dirinya nilai tidak kooperatif selama ini untuk membantu penyidik mengungkap jaringannya. Sehingga dirinya menyambut baik keputusan dari majelis hakim PN Tarakan yang memberikan hukuman maksimal kepada keduanya, yakni vonis hukuman mati.

"Dengan adanya vonis hukuman mati ini bisa menjadi contoh bagi bandar atau kurir yang belum tertangkap, bahwa hukuman terhadap pelaku terkait kasus narkoba tidak main-main," ujarnya.

Pria dengan bintang satu di pundaknya ini juga berharap keputusan serupa juga bisa diambil kepada terdakwa kasus narkoba lainnya. Dirinya menilai pemberian hukuman maksimal kepada terdakwa kasus narkoba berdampak efek jera kepada terdakwa atas apa yang diperbuatnya.

"Saat ini ada beberapa lagi yang belum disidangkan, seperti kurir 10 kg berinisial MI yang diungkap oleh Polres Tarakan, kami harapkan nantinya dihukum maksimal juga karena barang buktinya yang tidak sedikit," ujarnya.

Sebelumnya kedua terdakwa yakni Herman Tawan dan Lukman Sannai terjerat kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 4 kg yang berhasil diungkap tim gabungan BNNP Kaltara, Bea Cukai Kalbagtim dan Bea Cukai Tarakan pada April 2017.

Ini merupakan kali kedua PN Tarakan menjatuhkan hukuman mati kepada tersangka sabu. April 2018 lalu. Vonis mati terhadap dua terdakwa kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 11,4 kilogram. Dua terdakwa yang dihukum mati itu adalah Amin dan Andi. Mereka diadili bersama tiga terdakwa lain yang juga dihukum berat. Ary Permadi, Haryanto dan Roniansyah, ketiganya dipidana seumur hidup. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 09:14

Akan Revisi Puluhan Undang-Undang

 JAKARTA – Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan…

Senin, 21 Oktober 2019 08:46

Sampah Plastik Mengganggu Rantai Makanan

 KEBERADAAN sampah plastik di perairan tidak hanya mengancam keberlangsungan biota…

Senin, 21 Oktober 2019 08:28

Ramai Mau Jadi Biduan Liga Dangdut

  TARAKAN - Antusias masyarakat terlihat dalam menyambut ajang pencarian bakat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:52

Hilang 3 Hari, Penjaga Tambak Ini Akhirnya Ditemukan

TARAKAN - Asmunir (21), penjaga tambak yang dilaporkan hilang sejak…

Sabtu, 19 Oktober 2019 09:36

Atap Lobi Menimpa Keluarga Pasien

  TARAKAN – Jumat (18/10) sekira pukul 09.30 WITA, puluhan pasien…

Sabtu, 19 Oktober 2019 09:29

Alat Kecil di Pelat Kendaraan Pendeteksi Jarak Aman

 NAMA Muhammad Faturrahman Marsuki disebut sebagai juara 1 Pelajar Pelopor…

Jumat, 18 Oktober 2019 23:07

Sabu 2,4 Kg Rencananya Mau Dibawa Lewat Pantai

TARAKAN – Lima pemuda akhirnya tak dapat menikmati Rp 20…

Jumat, 18 Oktober 2019 09:01

Waktu JPU Sisa Seminggu

 TARAKAN - Terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan…

Jumat, 18 Oktober 2019 08:55

Bijak Bermedsos Jelang Pelantikan Presiden!

 TARAKAN - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Majelis Ulama…

Jumat, 18 Oktober 2019 08:50

Wajib Sertifikat Halal, Satker Belum Ada

 TARAKAN – Baru-baru ini pemerintah pusat menegaskan seluruh produk di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*