MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 10:43
Investor Diminta Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Akan Bangun Pabrik Metanol di Bunyu

Irianto Lambrie. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Para investor yang akan menanamkan modal di Kalimantan Utara (Kaltara) diminta lebih mengutamakan tenaga kerja lokal (TKL). Tentu TKL itu juga harus memenuhi persyaratan yang berlaku  di Indonesia dan kriteria yang diminta pihak perusahaan.

Untuk menyiapkan TKL, Pemerintah Perovinsi (Pemprov) Kaltara bekerja sama dengan kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), untuk memberikan pelatihan kepada TKL.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, untuk memberikan pelatihan itu Pemprov Kaltara akan mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Kita juga sudah membuat pelatihan untuk tenaga konstruksi, mungkin juga nanti tenaga kerja yang lain,” kata Irianto kepada Radar Kaltara, Sabtu (16/3).

Nantinya, sambung Irianto, akan dilakukan secara simultan maupun dipersiapkan secara khusus. Misalnya, TKL itu membutuhkan waktu satu atau dua bulan. “Kalau bisa one the job training (di pelatihan kerja, Red) tidak apa-apa,” ujarnya.

Hal itu juga selalu disampaikan kepada pihak investor, dengan catatan, Pemprov Kaltara tidak pernah mempersulit para investor untuk masuk ke Kaltara. “Para ivestor pada dasarnya setuju dengan semua itu, tapi mereka juga meminta ada kualifikasi,” bebernya.

Kualifikasi itu tenaga ahli tidak tersedia di wilayah Kaltara tentu tenaga asing yang akan masuk. Tapi hal itu tidak menjadi masalah, dengan catatan jumlahnya TKL dangan tenaga asing harus profesional. Misalnya, untuk pembangunan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), itu diperlukan ribuan bahkan sampai puluhan ribu tenaga kerja secara keseluruhan besama-sama dengan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

“Kalau KIPI pembangunannya masih membutuhkan waktu panjang, mungkin dalam tahun ini atau dua sampai tiga tahun yang akan datang,” bebernya.

Tapi pembangunan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini pembangunan PLTA, dan hal itu sudah dilakukan diskusi panjang. Baik pada saat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) maupun diskusi dengan investor.

“Kita juga menginginkan TKL memiliki keterampilan dan ilmu pengetahuan, tapi semua itu butuh waktu dan proses panjang,” ujarnya.

Ke depan diharapkan TKL itu bisa menjadi pendamping dengan tenaga kerja ahli baik itu asing maupun tenaga kerja Indonesia. Sehingga sambil bekerja TKL dapat belajar atau istilahnya on the job training.

“Ini cara cepat yang bisa kita lakukan untuk membangun daya saing TKL kita, dalam jangka menengah kita juga akan mengirimkan lulusan SMA dan SMK bahkan perguruan tinggi untuk belajar di tempat-tempat pelatihan yang relevan, baik pelatihan yang ada di Indonesia maupun di luar negeri,” ujarnya.

Irianto menambahkan, Senin (18/3) juga akan ada paparan untuk pembangunan pabrik metanol di Kecamatan Bunyu. Jika tidak ada kendala pembangunan akan dimulai tahun ini. “Kemungkinan pembangunan pabrik metanol itu akan membutuhkan waktu empat tahun,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari PT KMJ untuk pembangunan konstruksi akan membutuhkan tenaga kerja kurang lebih 1.000 orang. Tapi jika sudah berjalan, paling tenaga kerjanya yang dibutuhkan kurang lebih 200 orang. “Dengan adanya pabrik metanol itu tentu akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha kecil menengah UMK di Kaltara,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Bulungan, H. Sudjati, ia berharap kepada investor, khususnya investor yang akan masuk menanamkan modal di Bulungan harus lebih mengutamakan TKL. “Utamakan dulu TKL, jangan tenaga asing dulu yang diutamakan,” ujarnya.

Jika yang diutamakan TKL tentu hal itu akan menjadi permasalahan di kemudian hari, karena sudah pasti akan ada protes dari masyarakat lokal. “Saya minta hal itu harus diperhatikan, pada dasarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tidak pernah mempersulit investor masuk ke Bulungan, asalkan sesuai aturan,” pungkasnya. (*/jai/eza)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 11:50

Ke Jakarta Wajib Tes Swab, Rapid Test Berharga Rp 1 Juta Dihentikan

TANJUNG SELOR – Penerapan tarif biaya keterangan sehat disertai hasil…

Jumat, 29 Mei 2020 10:38

Masa Pandemi, Nihil PAD di Sektor Objek Wisata

TANJUNG SELOR – Jika selama ini sektor objek wisata diandalkan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:32

15 Jabatan Akan Dilelang

TANJUNG SELOR - Beberapa kursi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama…

Jumat, 29 Mei 2020 10:28

MANTAP..!! Ruas Jalan Krayan-Malinau Selesai Sebelum 2024

TANJUNG SELOR – Berdasarkan paparan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:14

New Normal, Pengunjung Wajib Pakai Masker

TANJUNG SELOR – Di masa pandemi CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19), Kementarian…

Kamis, 28 Mei 2020 14:35

Ombudsman Anggap Penting Siagakan APD di Posko

TANJUNG SELOR - OmbudsmanRI Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menilai…

Kamis, 28 Mei 2020 14:33

Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah

TANJUNG SELOR – Fenomena matahari berada tepat di atas Kakbah…

Kamis, 28 Mei 2020 14:30

Puluhan Desa Mulai Salurkan BLT-DD

TANJUNG SELOR – DinasPemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan…

Kamis, 28 Mei 2020 14:27

Rapid Test Satu Keluarga Reaktif

TANJUNG SELOR – Satu keluarga di Kelurahan Tanjung Selor Hulu,…

Kamis, 28 Mei 2020 14:07

Tes PCR Paling Lambat Awal Juni

JIKA tak ada aral, akhir Mei atau paling lambat awal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers