MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 09:36
Peluang Terangkat ASN Hilang
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Selain dihapus, terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49/2018 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menjadi alasan kuat jika sudah tidak ada pengangkatan honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN). Seperti yang terjadi pada honorer kategori satu (K1) dan kategori dua (K2) sebelumnya.

Padahal, masih ada puluhan bahkan ratusan pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang telah lama mengabdi memilih bertahan dan berharap adanya pengangkatan menjadi ASN daerah tersebut. Khususnya mereka yang bertugas sebagai bagian administrasi dan berpendidikan setingkat sekolah menengah atas (SMA) saja.

“Beberapa teman yang sama-sama sudah lama bekerja menjadi honorer masih berharap ada pengangkatan pegawai negeri. Karena, sayang juga sudah lama tapi tiba-tiba berhenti. Semoga saja, ada perubahan dari pemerintah pusat nanti,” ungkap Asri, salah seorang pegawai honorer yang ditemui media ini.

Ia mengatakan, pengkatan pegawai honorer K2 di Kabupaten Nunukan itu masih ada tersisa. Sebab, kuota pengangkatan K2 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) hanya diberikan 300 orang saja. Padahal, pemerintah daerah sudah mengusulkan 700 pegawai honorer yang ada. “Saya termasuk honorer K2 yang terpaksa menunggu. Karena tidak masuk dalam kuota yang ada. Waktu itu, pemerintah berjanji akan memperjuangkan. Tapi, sampai sekarang sudah tidak jelas. Apalagi sudah ada P3K itu. Nasib kami semakin tak jelas,” bebernya.    

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan, Sabri mengatakan, adanya PP tentang P3K itu sudah sangat jelas jika nasib pegawai honorer itu sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Apalagi sampai adanya pengangkatan menjadi ASN. Karena, dalam aturan itu, hanya ada dua jenis ASN yang diakui. Yakni, ASN daerah atau pegawai negeri saat ini, dan P3K yang juga merupakan ASN. “Jadi, kalau melihat aturan ASN, bukan saja tipis peluangnya. Tapi memang sudah tidak ada. Karena sudah ada namanya P3K itu. Itulah yang menggantikan pegawai honorer,” jelas Sabri kepada media ini kemarin.

Namun, lanjutnya, untuk pegawai honorer yang memiliki bidang kompetensi khusus, seperti guru dan tenaga kesehatan masih memiliki peluang ASN untuk menjadi P3K. Karena, perekrutan tenaga kesehatan dan pendidikan masih saja terus dilakukan karena Kabupaten Nunukan masih memerlukan tenaga seperti itu. “Kalau tenaga administrasi umum atau formasi umum itu biasanya seleksi ASN langsung,” bebernya.

Untuk itu, lanjutnya, khusus untuk perangkat daerah yang dipimpinnya, seluruh pegawai honorer telah disampaikan. Bahwa, jika masih berharap untuk terangkat menjadi ASN sudah tidak ada peluang. “Makanya, kepada pegawai honorer yang masih berusia muda di tempat saya itu sudah diminta untuk berpikir demi masa depan mereka. Apakah bertahan atau mencari pekerjaan lain. Karena honorer ini hanya berlaku sampai 5 tahun ke depan saja. Setelah itu sudah tidak tahu seperti apa mereka nantinya. Dan, peluang menjadi ASN itu hanya melalui seleksi yang begitu ketat,” pungkasnya. (oya/zia)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 13:53

Segini Jumlah IKM-UKM yang Diusulkan dapat Kartu Prakerja di Nunukan

Pelaku industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah (UKM)…

Jumat, 03 April 2020 14:47

Puluhan Warga Malaysia Tertahan di Nunukan

NUNUKAN-Puluhan Warga Negara (WN) Malaysia harus tertahan di Nunukan akibat…

Jumat, 03 April 2020 13:32

Ratusan Eks Penumpang KM Lambelu Dilacak

NUNUKAN – Ratusan eks penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu akan…

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…

Jumat, 20 Maret 2020 14:51

30 Calon PMI Batal ke Malaysia

NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

Kamis, 19 Maret 2020 15:21

8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di…

Kamis, 19 Maret 2020 10:24

Keluarga PDP Covid-19 Dipantau

NUNUKAN- Sejumlah keluarga PDP yang tengah dirawat di RSUD Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers