MANAGED BY:
KAMIS
09 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Maret 2019 10:55
Berstatus Internasional, Pelayanan Lokal

Peningkatan Izin Operasional PLBL Liem Hie Djung Stagnan

TERKENDALA IZIN: Izin operasional PLBL Liem Hie Djung masih menunggu disetujui Kemenhub untuk mewujudkan pelayanan internasional yang selama ini direncanakan. Tampak kondisi PLBL Liem Hie Djung Nunukan yang saat ini menjadi pelabuhan terbesar kedua di Pulau Nunukan setelah Pelabuhan Tunon Taka. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN – Meski memiliki status sebagai pelabuhan internasional, Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ternyata hanya mampu melayani pelayaran di tingkat regional atau antardaerah dalam negeri atau lokal.

Sementara untuk rute Nunukan-Tawau (Malaysia) sebagaimana tujuan pembangunan awalnya sampai detik ini belum dapat direalisasikan. Padahal, awal 2018 lalu, pemerintah daerah telah sesumbar dan yakin jika PLBL Liem Hie Djung sudah dapat melayani penumpang Nunukan-Tawau dan sebaliknya.  

Kepala Bidang Sarana dan Prasana Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Edy, S.H. membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, status internasional yang dimilik PLBL Liem Hie Djung selama ini memang tak sesuai pelaksanaan di lapangan. Hal ini karena terbentur dengan beberapa perizinan yang dimiliki. Salah satunya izin operasional  yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Untuk standar internasional itu butuh kapal dengan 175 GT. Kapal-kapal yang melayani rute Nunukan-Tawau dan sebaliknya itu memikik kapasitas 100-175 GT. Makanya,  kapal itu tidak dibenarkan menurunkan penumpang di PLBL Liem Hie Djung karena, izinnya hanya yang 35 GT saja,” kata Edy, saat dikonfirmasi kemarin (13/3).

Dikatakan, usulan peningkatan izin sudah disampaikan ke Kemenhub pada direktur pelabuhan. Hanya saja, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. Bahkan, sampai saat ini pihaknya belum melihat rencana induk pelabuhan (RIP) dari Kementerian Perhubungan. Apakah, di RIP itu pengembangan pelabuhan di Kabupaten Nunukan masuk. “Surat usulan peningkatan sudah ditanggapi. Bahkan, Bupati sendiri langsung menemui direktur pelabuhan di Kemenhun di Jakarta. Tapi, hasilnya belum keluar saat ini,” ujarnya.

Edy menjelaskan, sebagai daerah yang hanya mengusulkan, maka pihaknya tidak dapat berbuat banyak mengenai peningkatan izin operasional tersebut. Semuanya tergantung dari Kemenhub karena pihak yang mempunyai konsep pengembangan. Jadi, lanjutnya, hasilnya, masih dalam pembahasan dalam RIP. Kalau misalnya PLBL Liem Hie Djung Nunukan sudah merupakan bagian dari RIP, maka setelah penetapan RIP itu maka boleh dikembangkan. Dan, setelah dikembangkan maka menyangkut dengan saran dan prasarana. “Dimungkinkan atau tidak dan layak atau tidak PLBL Liem Hie Djung menjadi jalur perlintasan internasional sebagaimana rencana awal pembangunannya sebagai pelabuhan intenasional dan bukan pelabuhan tradisional,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 07 Juli 2020 12:29

Satgas Pamtas Sita Senpi dan Miras

NUNUKAN - Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Batalyon…

Minggu, 05 Juli 2020 11:54

12 Calon Pengantin Terdeteksi Pengguna Narkoba

NUNUKAN – Setidaknya ada 12 orang calon pengantin (catin) yang…

Sabtu, 04 Juli 2020 11:12

Mabuk Lem, Remaja Kejar Polisi dengan Badik

NUNUKAN – Seorang remaja berinisial AN (22) diduga sedang mabuk…

Rabu, 01 Juli 2020 09:13

Pengendali di Lapas hingga Pemesan di Tana Tidung

NUNUKAN - Dalam sebulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba (Satrekoba) Polres…

Selasa, 30 Juni 2020 10:27

PDIP Aksi di Polres Nunukan

NUNUKAN – Menuntut pengusutan tuntas pelaku pembakaran bendera Partai Demokrasi…

Senin, 29 Juni 2020 10:12

Langgar Protokol Kesehatan, Dihukum PushUp

NUNUKAN - Meski status tanggap darurat Covid-19 di Nunukan beum…

Sabtu, 27 Juni 2020 09:34

Satgas Pamtas dan Polhut Temukan Barak Pembalak Liar

NUNUKAN – Satgas Pamtas Yonif 623/BWU bersama Polisi Kehutanan (Polhut)…

Jumat, 26 Juni 2020 13:03

Penerima Tunjangan Khusus Guru Dikurangi

 NUNUKAN – Dengan adanya aturan terbaru mengenai pemberian tunjangan khusus,…

Kamis, 25 Juni 2020 14:30

Nonreaktif, 361 WNI Dipulangkan dari Malaysia

    RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN DIPULANGKAN LAGI: Setidaknya ada 361…

Kamis, 25 Juni 2020 13:24

Nonreaktif, 361 WNI dari Malaysia Dipulangkan, 134 Lanjut ke Sulsel

NUNUKAN – Sebanyak 361 warga negara Indonesia (WNI), dan 134…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers