MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Maret 2019 15:02
Mutasi ASN Terkendala Tim Pansel
Kepala BPKSDM Nunukan, Sabri. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Wacana mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah yang santer terdengar Februari lalu belum juga terlaksana. Hingga memasuki awal Maret, pergeseran jabatan akibat adanya perubahan nomenkelatur pada perangkat daerah berdasarkan peraturan daerah (Perda) nomor 10 tahun 2018 tentang perubahan atas perda Kabupaten Nunukan nomor 5 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kabupaten Nunukan itu terkendala pembentukan tim panitia seleksi (pansel) yang disarankan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Nunukan, Sabri membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pembentukan tim pansel itu merupakan rekomendasi dari KASN dan rekomendasi itu sudah ditindaklanjuti dengan menyusun tim pansel yang dimaksud.

“Sebenarnya, pengertian pansel itu seolah-olah mutasi ini dilakukan atas dasar merotasi jabatan. Padahal, kalau merotasi jabatan itu membutuhkan biaya untuk mendanai tim pansel yang dari luar daerah. Sementara mutasi ini hanya perubahan nomenklatur saja. Tugas dan fungsi ASN tetap sama saja. Nah, itulah yang sedang kami sampaikan ke pihak KASN,” kata Sabri kepada media ini kemarin.

Dikatakan, meskipun mengalami keterlambatan namun untuk ASN yang menempati setiap jabatan-jabatan atau pos-pos dalam struktur organisasi tingkat bawa yang baru itu sudah ada. Namun, untuk ASN yang jabatan pratama tinggi (JPT) akan dikonsultasikan dulu dengan KASN. “Sudah dilaporkan ke KASN mengenai perubahan nomenklatur yang menyebabkan adanya mutasi tersebut. Tinggal menunggu respons saja dari KASN,” ungkapnya.

Disebutkan, sebanyak 6 JPT yang akan mengikuti pelantikan ulang dengan adanya peruabahan nomenklatur ini. Keenamnya terdiri dari jabatan asisten 2 orang, kepala badan 2 orang dan kepala dinas orang. “Memang harus dilakukan asesmen. Tapi, karena hanya perubahan nomenklatur, kemungkinan ada pengecualian lagi,” bebernya.

Terpisah, Asisten Administirasi, Umum dan Pemerintahan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Muhammad Amin SH membenarkan jika implementasi perubahan nomenklatur perangkat daerah tersebut memang dilakukan di lapangan sampai saat ini. Ia mengaku, memang rencana secepat mungkin, namun berbagai hal sehingga tidak dilakukan. Namun, secara perangkat daerahnya sudah siap. Tinggal mengisi jabatan yang sudah ada. Karena, tidak hanya diisi penjabat administrasi saja, namun juga pejabat tinggi pratama sebagaimana Undang-Undang (UU) nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan juga PP nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen ASN, untuk JPT ini diperlukan rekomendasi dari KASN.

“Walaupun hanya untuk mengisi perubahan nomenklatur perangkat daerah tadi, tapi karena ada perubahan maka pucuk pimpinan dalam perangkat daerah tersebut wajib dilantik dan diambil sumpah kembali,” jelasnya.

Dikatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai adanya rekomendasi dari KASN tersebut. Selain itu, sampai saat ini pihaknya belum melakukan rapat koordinasi untuk membahas menetapkan pengisian jabatan tersebut. Tetapi, untuk rapat sebelumnya, khususnya siapa saja ASN yang diberikan amanah menduduki jabatan pada nomenklatur yang baru sudah pernah dirapatkan bersama badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) Nunukan. Jadi, kini hanya tinggal mengisi posisi khususnya eselon 3 ke bawah. Tetapi untuk JPT sedang dibuatkan pemetaan jabatan dan analisa jabatan yang ditinggal dan dituju. “Yang jelas, regulasi dan perangkat hukumnya sudah disiapkan. Termasuk pergesaran di level asisten juga,” ujarnya.

“Karena, perubahan nomenklatur itu, maka ada perangkat daerah yang mulai kepala kantornya sampai tingkat kepala seksinya ikut dilantik juga. Seperti di badan pengelola pajak dan retribusi daerah yang berubah menjadi badan pendapatan daerah. Pejabat strtuktural di perangkat daerah itu wajib mengikuti pelantikan,” sambungnya mengakhiri. (oya/fly)


BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…

Jumat, 20 Maret 2020 14:51

30 Calon PMI Batal ke Malaysia

NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

Kamis, 19 Maret 2020 15:21

8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di…

Kamis, 19 Maret 2020 10:24

Keluarga PDP Covid-19 Dipantau

NUNUKAN- Sejumlah keluarga PDP yang tengah dirawat di RSUD Tarakan…

Selasa, 17 Maret 2020 13:35

Gubernur Usulkan RS Rujukan Covid-19 di Nunukan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, dalam…

Selasa, 17 Maret 2020 13:30

Sudah 8 Orang Positif Covid-19 di Tawau

SETELAH dirawat selama 4 hari sejak Kamis (12/3) lalu, deportan…

Sabtu, 14 Maret 2020 11:19

Kandidat Senyawa Antivirus Corona

  JAMBU BIJI       - Tim Peneliti Kedokteran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers