MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 11 Maret 2019 13:46
Diisukan Tiga Nama Calon Kuat

Khairul: Sekkot Itu Bisa Rapat 7 Kali Sehari

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, Tiga nama disebut-sebut sebagai calon kuat Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan, yakni Suparlan, S.T, M.T, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Hamid Amren, S.E,  Kepala Dinas Perhubungan serta Hendra Arfandi, AP, M.Si, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

TIGA nama itu menjadi perbincangan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

Salah satu sumber di kalangan PNS Pemkot mengatakan, tiga nama itu menjadi perhatian di antara 15 nama lain pejabat eselon II-B.  Hendra Arfandi misalnya kerap hadir mendampingi Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, di sejumlah kesempatan. Sementara Suparlan dinilai memiliki hubungan yang dekat dengan Khairul. Begitu pun dengan Hamid Amren, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Khairul. "Tapi ini cuma gosip-gosip di lapangan, tapi saya yakin satu di antara tiga nama itu bakalan jadi Sekkot," tutur sumber yang namanya enggan disebut ini.

Tim sukses (timses) dr. Khairul menanggapi isu tersebut dengan santai. Kepada Radar Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan bahwa pada dasarnya tugas timses hanyalah mendukung dan mengusung pasangan yang diunggulkan dan dianggap mampu memimpin. Dalam proses berjalannya pemerintahan, timses tidak lagi turut campur tangan tentang apa yang menjadi kebijakan Wali Kota Tarakan saat ini. "Kami sih mengusung saja, enggak sampai turun tangan ke urusan pemerintahan. Jadi kami tidak tahu soal siapa Sekkot nanti, " ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengatakan tiga nama yang diisukan sebagai calon Sekkot hanyalah isu politik di masyarakat. Menurutnya, proses pengangkatan Sekkot akan berjalan dalam waktu yang cukup panjang. Dirinya sendiri bahkan belum mengetahui jelas figur siapa yang akan mengisi kursi tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot tersebut. "Jadi, seluruh eselon II-B yang memiliki masa pensiun di atas 2 tahun, memiliki kesempatan untuk menjadi Sekkot definitif," ungkapnya.

Khairul menjelaskan, tahapan seleksi Sekkot dimulai dari proses pendaftaran. Setelahnya akan digarap panitia seleksi (pansel). Selanjutnya diserahkan tiga ke wali kota. Selanjutnya disampaikan ke Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie untuk disetujui. "Tak hanya dari dalam, tapi dari luar juga kalau ada yang berminat dan memiliki kapabilitas, maka bisa jadi. Nanti ada beberapa kriteria. Tapi yang mendaftar saja belum diketahui, seleksinya saja belum dimulai, tahapannya masih panjang," jelasnya lagi.

Khairul berencana meminta bantuan kepada Gubernur untuk duduk menjadi salah satu dari tim pansel. Komposisi pansel terdiri dari luar daerah, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan internal.

Setelah itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Namun karena masa pemerintahan Khairul yang belum mencapai 6 bulan, maka pihaknya akan meminta izin kepada menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk melihat komposisi KASN terhadap pansel dan proses seleksi Sekkot.

Usai tahapan itu, pansel mengatur kriteria Sekkot berdasar perundang-undangan yang kemudian diumumkan jadwal seleksinya secara terbuka. "Jadi dari Bulungan juga boleh, Tana Tidung boleh, Nunukan boleh dan Malinau pun boleh. Terserah nanti, tapi yang mendaftar nanti dilakukan assesment. Kemudian membuat makalah, nanti di-ranking kemudian disodorkan kepada wali kota untuk dipilih," jelasnya.

"Setelah itu kami laporkan lagi ke Kemendagri hasil pansel tadi, barulah wali kota menetapkan dan melantik Sekkot definitif," sambungnya.

April 2019 ini Khairul berharap agar Sekkot telah diisi oleh seseorang yang benar-benar dapat bekerja dengan maksimal. Namun sebelum proses tersebut, Khairul menyatakan tetap ada penjabat (Pj) yang akan merangkap sebagai anggota pansel.

"Belum ditahu, belum ada jawaban dari Gubernur terkait penjabat Sekkot. Penjabat sekkot nanti tidak bisa jadi Sekkot, masak panitianya jadi pemenang? ya enggak mungkin dong," ujarnya lagi.

Khairul menyatakan bahwa dirinya menginginkan sosok ASN yang pekerja keras, kreatif, pemikir dan dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Sekkot Tarakan dengan baik. “Dia (Sekkot) itu sosok yang bisa diajak rapat sampai 7 kali dalam sehari, karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan dan tidak boleh ditunda. Sebab semakin lama, masalah menumpuk, maka akan semakin rumit,” katanya.

Berdasarkan pengalamannya sebagai Sekkot, Khairul menyatakan telah mengetahui banyak tentang kinerja setiap kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kota Tarakan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tarakan, ada 18 nama yang mendekati kriteria.

Dra. Mariyam, M.Si, salah satu nama yang termasuk mendekati kriteria. Saat dikonfirmasi Radar Tarakan, wanita yang menjabat Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) itu, mengaku tak tahu menahu soal Sekkot Tarakan ini.  “Saya juga belum tahu, enggak ada mencalonkan diri juga. Kalau memang memenuhi syarat kenapa enggak mencoba,” terang Mariyam.

Sepengetahuannya terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Seperti laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), dan pernah menduduki jabatan tingkat eselon II. “Minimal dua tempat. Misalnya saya pernah di Pemberdayaan Perempuan, dan sekarang di Bagian Pajak (BPPRD). Ada syarat pangkat golongan juga,” bebernya.

Ia melanjutkan, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. Apalagi kemungkinan rekan lainnya pun memenuhi kriteria. Kalaupun ada yang harus dipersiapkan, paling tidak mempelajari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Sekkot dan mengamankan kebijakan kepala daerah.

“Kalau persiapan tidak ada. Kalau memang ada, paling tupoksi yang harus kita pelajari. Karena namang Sekkot membawahi PNS se-Kota Tarakan, mengamankan visi dan misi Wali Kota, menjalankan tugas. Tapi mungkin semua pejabat eselon II memenuhi syarat untuk mengikuti Sekkot itu,” katanya.

Sama halnya yang dikatakan Agus Sutanto, S.Sos, M.AP, selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Jika pun dirinya mendekati kriteria golongan, ia mengaku belum tahu adanya rencana seleksi. “Enggak ada mencalonkan, saya enggak tahu juga soal ini. Saya baru tahu dari mba. Tapi biasanya dari kepegawaian yang memasukkan nama-nama itu,” terangnya.

Namun sebagai ASN, tentunya ia bersedia ditempatkan di mana saja. Mengenai yang menduduki kursi jabatan Sekkot Tarakan ini pun diserahkan kepada kebijakan Wali Kota Tarakan maupun Gubernur Kaltara. “Barang kali masih ada senior yang lebih mampu, kita serahkan saja kepada atasan yang mengambil kebijakan,” jelasnya.

Namun berbeda pula dengan Hamid Amren, S.E. Kepala Dinas Perhubungan Tarakan ini mengaku enggan berkomentar terkait jabatan Sekkot Tarakan. “Saya no comment aja dulu,” jawabnya singkat.

 

LEBIH BAIK SECEPATNYA

Rektor Universitas Borneo Tarakan Prof. Dr. Adri Patton, M.Si, menerangkan jika kekosongan Sekkot dalam kondisi tertentu merupakan hal yang wajar. Hal tersebut sesuai dengan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) Nomor 5 tahun 2014. "Perlu kita ketahui kekosongan Sekkot itu tidak hanya terjadi sekali ini, untuk mengisi kekosongan itu melaksanakan rekrutmen terbuka sesuai Undang-Undang ASN, Wali Kota berhak untuk mengangkat pejabat sementara atau Plt. Itulah salah satu cara agar roda pemerintahan tetap berjalan," ungkapnya, kemarin (10/3).

Ia melanjutkan, posisi Sekkot yang diisi Pj merupakan hal yang wajar mengingat proses rekrutmen memerlukan waktu. Sehingga menurutnya pengangkatan Pj harus dilakukan agar roda pemerintahan tetap berjalan.

"Rekrutmen itu mungkin bisa memakan waktu 3 sampai 4 bulan," tuturnya.

"Karena pengumumannya 15 hari, setelah itu memanggil tim assesment, terus membentuk tim seleksi. Setelah semua terbentuk, dibuka pendaftaran kalau belum ada 4 kandidat belum bisa berproses, otomatis pendaftaran diperpanjang lagi. Setelah itu hasil rekrutmen itu, Wali Kota mengusulkan ke Pak Gubernur untuk menentukan 3 nama. Setelah Pak Gubernur memberikan rekomendasi, pihak pemerintah kota mengusulkan lagi ke KASN di Jakarta. Untuk mengusulkan satu nama nanti ada balasan dari KASN untuk menyatakan menyetujui, selanjutnya silakan Pak Wali Kota untuk melantik salah satu dari 3 usulan kandidat tadi," tuturnya.

Dikatakannya, karena proses rekrutmen tidaklah singkat, sehingga mengangkat Pj dalam mengisi jabatan merupakan hal yang wajar. Meski demikian, ia menerangkan jika proses seleksi dapat dilaksanakan lebih cepat.

"Kekosongan itu pasti ada, dan banyak kok yang Plt bisa sampai 1 tahun. Tapi menurut saya lebih cepat, maka lebih bagus," ucapnya.

Mengenai langkah pemerintah yang harus dilakukan saat ini, ia menjelaskan harus menyelesaikan pelbagai permasalahan, tentunya pemerintah dapat membedakan mana kebutuhan prioritas masyarakat dan kebutuhan non prioritas. Selain itu ia mengapresiasi komitmen pemerintah yang tetap melanjutkan pekerjaan pemerintah terdahulu yang belum sempat terselesaikan.

"Kalau bicara pemerintah, kita tidak membicarakan pemerintah yang lama. Pemerintah itu selalu sustainable (berkelanjutan). Tentu ada skala prioritas. Nanti Pak Wali Kota akan memilih yang mana skala prioritas yang harus dijalankan terlebih dulu. Dan dalam serah terima beliau, beliau sudah katakan apa yang menjadi tugas-tugas dari Wali Kota terdahulu, yang belum terselesaikan itu akan dilanjutkan. Saya kira Ini salah satu komitmen yang bagus," imbuhnya. (*/shy/*/one/*/zac/lim)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers