MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Maret 2019 12:39
PLTSa Diklaim Solusi bagi Sampah Plastik
PENGGANJAL ADIPURA: TPA Hake Babu yang sudah kelebihan kapasitas. PLTSa yang dilirik PGE digadang-gadang akan menjadi solusi permasalahan sampah di Tarakan. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) menseriusi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Keseriusan itu muncul, karena PLTSa sepenuhnya didanai oleh investor. PLTSa juga diklaim sebagai solusi permasalahan sampah di Tarakan.

Kamis (7/3), Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) kembali menindaklanjuti pembahasan kerja sama pembangunan PLTSa. Asisten I Kota Tarakan Hendra Arfandi menerangkan, saat ini program tersebut sudah dalam proses penggodokan dan selanjutnya siap melanjutkan tahap demi tahap proses pembangunan PLTSa tersebut.

“Rapat TKKSD terkait rencana  pembangunan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Secara teknis kami melibatkan perusahaan dalam kerja sama pembangunan PLTSa tersebut,” tutur Hendra Arfandi kepada Radar Tarakan.

Meski demikian, Pemkot belum memastikan area pembangunan PLTSa. Sembari mencari lokasi yang strategis yang tidak menimbulkan dampak lingkungan serius bagi masyarakat. “Belum bisa dipastikan yah, kami ini kan kerja sama. Prinsip kerja sama kan harus saling menguntungkan. Kalau pemerintah kan berpikiran harus menguntungkan bagi kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.

Jika terealisasi PLTSa ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. Hanya pembangunannya memerlukan proses yang cukup lama. “Ini kalau memang bisa dilakukan, maka kita yang pertama kali melakukan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Antusias sangat besar karena besarnya ancaman sampah di Tarakan,” tukasnya.


Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan Supriyono menerangkan hadirnya PLTSa diprediksi dapat mengurai seluruh sampah plastik. Dikatakannya nantinya, listrik dari PLTSa akan dikelola PLN untuk didistribusikan ke masyarakat. “Prediksi PLTSa ini dalam jangka waktu panjang mampu menggurai seluruh sampah plastik. Cuma untuk penguraiannya per hari kami belum dapat memastikan rinciannya. Karena pembahasan ini masih pada draf dan mencari lokasi tepat,” ujarnya.

Dikatakan, semua pihak berkeinginan secepatnya dalam pembangunan PLTSa tersebut. “Semakin cepat semakin bagus, memang prosesnya tidak panjang karena banyak pertimbangan untuk lokasinya. Nah pertimbangan ini yang memerlukan penilaian panjang. Karena kita maunya industri ini tidak berdampak negatif kepada masyarakat,” tuturnya.

“Kalau bisa tahun ini, bisa mengambil sampah di kawasan pesisir untuk dijadikan bahan PLTSa dan kita siap menjadikan kawasan pesisir lebih baik,” harapnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur Patra Global Energi (PGE) Jakarta Selatan Endra Wendras mengatakan bahwa sebagai pengembang teknologi kelistrikan, pihaknya beberapa kali berencana untuk menerapkan PLTSa dengan mempertimbangankan teknologi terbaik yang cocok untuk Kota Tarakan. Jenis sampah yang ada di Kota Tarakan menurutnya lebih cocok menggunakan teknologi plasma.

Endra menjelaskan bahwa jenis teknologi plasma merupakan teknologi terbaik karena memiliki daya paling besar dan menghasilkan 25 megawatt dengan investasi USD 90 juta atau senilai Rp 1,3 triliun.

Pembangunan PLTSa akan dimulai 2019 ini. “Mungkin akhir April atau awal Mei kami sudah mulai membangun,” ungkap Endra.

Untuk diketahui, PLTSa membutuhkan lahan 2 hektare. “Bukan hanya sampahnya hilang, tapi dari segi lingkungan aman, listriknya juga nanti akan terjaga dan PAD juga akan didapatkan Tarakan,” jelasnya.

PGE memperoleh kajian bahwa berat sampah yang dikelola di Kota Tarakan mencapai 120 ton per hari. Nah, sampah tersebutlah yang akan dikelola setiap hari. Sementara kapasitas PLTSa yang akan digunakan nanti akan mencapai 25 megawatt.

Adapun cara kerja PLTSa yang akan digunakan nanti ialah sampah yang didapat akan dimasukkan ke dalam plasma kemudian akan diolah di pembangkit listrik. “Nanti Tarakan sudah tidak perlu TPA lagi kalau ini (PLTSa) dibangun, karena sampahnya akan habis,” kata Endra meyakinkan. (*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:47

Di Tarakan, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JUMLAH pasien positif Covid-19 yang dirawat terus berkurang. Gugus Tugas…

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers