MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 Maret 2019 14:36
Kapal Sembako Ditangkap, Warga Protes

Polda: Pahami Kesepakatan Sosek Malindo

SAMPAIKAN KELUH KESAH: Senin (4/3), sejumlah pedagang lintas batas Nunukan dan Sebatik mendatangi DPRD Nunukan memprotes penangkapan 3 kapal sembako di Sebatik pada Minggu (3/3). RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Warga Sebatik yang sebagian besar merupakan pedagang lintas batas mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan. Mereka menyampaikan protes atas penangkapan kapal asal Sebatik yang mengangkut sembilan bahan pokok (Sembako) dari Malaysia.

Setidaknya ada tiga kapal yang membawa sembako Malaysia ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kaltara, Minggu (3/3). Warga protes minta kejelasan terkait dengan kebutuhan sembako di daerah Sebatik khususnya Desa Tanjung Karang. Warga Desa memang sangat ketergantungan dengan sembako Malaysia. Itu karena sembako Malaysia satu-satunya yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Jika mengharapkan sembako dalam negeri, harus menunggu berhari-hari dan dibeli dengan harga yang lebih mahal. Mereka pun telah hidup dengan sembako Malaysia selama berpuluh-puluh tahun dengan sembako Malaysia.

Abdul Rosid, perwakilan pedagang lintas batas Sebatik mengatakan, apa yang disampaikan kepada para wakil rakyat mengenai masalah yang mereka hadapi.  “Dari tempat kami, daerah Tawau, Malaysia memang sangat singkat waktu yang dibutuhkan jika ingin mendatangkan sembako. Jika pesan sekarang, hari ini juga akan datang. Sementara mengharapkan pemerintah, harus menunggu dari luar seperti Surabaya, Sulawesi, butuh waktu berhari-hari, kami sudah dahulu kelaparan,” ungkap Abdul mengutarakan kekesalannya (4/3).

Abdul pun berharap, jika sembako dari jiran dilarang maka harus ada solusi dari pemerintah Indonesia.

“Jika itu memang barang larangan, datangkanlah dulu barang yang mencukupi, baru kami akan setop ambil dari sana. Kasihan saudara kami yang sudah ditangkap. Sembako mereka untuk keperluan kami juga, ada banyak pedagang yang punya sembako di kapal itu,” harap Abdul.

Sementara itu, Ketua DPRD Nunukan H. Danni Iskandar mengatakan, pihaknya menampung aspisasi pedagang lintas batas yang menyampaikan keluh kesahnya dalam dengar pendapat yang dilakukan secara dadakan itu.

DPRD akan menyampaikan kepada instansi yang berkaitan dengan berbagai bukti guna pertimbangan. Juga akan berkomunikasi dengan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid untuk menindaklanjuti permasalahan yang sedang dihadapi warga Sebatik. “Kami akan berkoordinasi dengan Bupati untuk mengumpulkan semua yang terkait, bagaimana supaya semua instansi juga bisa menyikapi persoalan ini. Tak lain tujuannya supaya ada solusi atas permasalahan ini,” kata H. Danni.

Wakil Ketua DPRD Nunukan Hj. Nursan mengatakan, permasalahan tersebut seharusnya menjadi pelajaran. Ia ingin tidak ada lagi penangkapan atau hal serupa di kemudian hari. Selain itu, ia juga mengharapkan sembako yang sudah menjadi barang sitaan dikembalikan. “Barang pedagang ini mewakili kebutuhan warga Sebatik. Kami tidak menghalang-halangi aparat, tapi jangan juga menghalang-halangi kehidupan masyarakat. Apalagi banyak pedagang yang mempunyai sembako di kapal tersebut,” pinta Hj. Nursan.

 

TIGA KAPAL YANG DIAMANKAN

Kapal diamankan lantaran membawa sembako yang dilarang masuk ke Nunukan berdasarkan hasil kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kaltara Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra menyampaikan, tiga kapal tersebut sedang melakukan bongkar muat di dermaga Lale Salo, Desa Sei Pancang, Sebatik Utara. Di mana mengangkut barang seperti daging beku, beras dan gula dan minuman bermerek Milo.

Diketahui, dua dari tiga kapal mengangkut daging beku Allana. Sedangkan satu kapal mengangkut, gula, beras dan Milo. Barang yang diangkut tiga kapal tersebut merupakan barang yang dilarang berdasarkan kesepakatan ketika pertemuan Sosek Malindo di Kota Kinabalu, Malaysia beberapa waktu lalu.

"Hasil kesepakatan antara kedua delegasi Sosek Malindo, daging, dilarang masuk. Pertimbangannya apa? Belum jelas sertifikat kesehatannya," ucap Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra kepada Radar Tarakan, Senin (4/3).

Kemudian, sembako seperti beras dan gula tidak dilarang masuk. Hanya harus mengikuti aturan yang ada. Dan saat pertemuan Sosek Malindo, Kepala Bea Cukai Nunukan juga hadir dan mengetahui barang yang dilarang masuk ke Indonesia. "Lapor dan ikut aturan. Tiga kapal ini tidak ikut aturan," jelasnya.

Ketika ditanya terkait adanya protes pemilik sembako,  menurutnya hanya perspektif pengusaha saja. Tanpa memikirkan dampak negatif dengan memasukkan daging beku ke Indonesia. "Kita punya Bulog. Stok barang seperti beras dan gula ada. Memang dasarnya pemilik sembako profit oriented," tambahnya.

Ia berpesan untuk DPRD Nunukan agar tidak asal berkomentar di media, jika tidak mengerti persoalan. "Saya paham, karena ikut delegasi pertemuan Sosek Malindo. Ibu itu yang berkomentar tidak paham. Dia saja tidak ikut pertemuan mau komentar soal Sosek Malindo," tegasnya.

Kapal sembako yang diamankan terbukti melanggar Pasal 89 juncto 42 ayat 5 UU Nomor 18/2009 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun dan minimal 2 tahun penjara serta denda minimal Rp 150 juta maksimal Rp 1,5 miliar.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengatakan persoalan ini tetap menjadi perhatian pemerintah. “Saya juga sudah berkomunikasi dengan Polda. Solusinya bayar cukai sesuai ketentuannya. Dan saya sudah meneruskan pada pak ustaz di Sebatik, perwakilan pedagang tersebut. Insyaallah mereka siap menempuh jalur itu. Intinya segala sesuatunya jangan ditanggapi emosi melulu. Terkait aspirasi dan masukan semuanya itu bisa difasilitasi pemerintah sepanjang kita ingin menyelesaikan dengan kepala dingin. Jangan selalu menggunakan media untuk penyelesaian masalah yang akhirnya nanti karena perbedaan presepsi justru jadi runyam,” ujarnya. (raw/akz/lim)

 

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:26

PLBN Krayan Dibangun Akhir Tahun

LONG BAWAN - Pos lintas batas negara (PLBN) yang berada…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:09

Daya Berkurang Hingga 2,5 MW, Listrik Bakal Mati-Mati Lagi

NUNUKAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan, kembali…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:06

Tak Hadiri Apel Pagi, Kinerja Honorer Dipertanyakan

NUNUKAN - Banyaknya tenaga honorer di lingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab)…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:05

Hakim Tunda Sidang Selama Dua Pekan

NUNUKAN – Sidang perdana preperadilan kasus dugaan kayu ilegal akhirnya…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:04

Tabrakan dengan Pelajar, Honorer Tewas di Tempat

NUNUKAN – Seorang honorer di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:27

Sejumlah Sekolah Terima Surat Palsu

NUNUKAN – Sejumlah sekolah negeri dan swasta di Nunukan menerima…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:26

Bangun Sinergisme TNI-Polri, Polres Gelar Apel

NUNUKAN – Tetap ingin meneruskan jalinan sinergisme antar TNI-Polri, Polres…

Senin, 19 Agustus 2019 12:30

Calon Pengantin Nyaris Batal Nikah

DUA orang pria nyaris menjadi korban kecelakaan tunggal dalam insiden…

Senin, 19 Agustus 2019 12:11

Pasang Akuarium sebagai Pengingat Pengunjung

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mempunyai cara…

Senin, 19 Agustus 2019 12:09

Dana Swadaya Gelar Lomba HUT RI

NUNUKAN – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*