MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 04 Maret 2019 11:08
Satu Meninggal, Tiga Dirawat Intensif

Imbau Terapkan PHBS, Warga Minta Fogging

MENCEGAH: Puskesmas Tideng Pale saat membagikan obat ABATE secara gratis guna melakukan pencegahan DBD yang akhir-akhir ini meresahkan warga. RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG - Ketua RT 6 Kecamatan Sesayap, Mawi mengatakan, sejak sebulan terakhir sudah banyak warganya yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).Namun ia tidak bisa memastikan faktor penyebab banyaknya warga yang terjangkit wabah tersebut.

“Saya juga belum tau penyebabnya. Apakah karena faktor lingkungan yang kurang bersih atau ada faktor yang lain. Ada 3 orang yang kena DBD. Bahkan Februari lalu, ada salah seorang yang meninggal,” katanya.

Menurutnya, sejak awal Januari hingga saat ini, total jumlah warganya yang terjangkit DBD ada empat orang dan telah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tana Tidung.

"Kami berharap pihak terkait bisa melakukan fogging meski itu tidak terlalu membantu setidaknya peredaran nyamuk tersebut bisa berkurang,mengingat banyaknya korban yang sudah terkena DBD," harapnya.

Feri (35) salah seorang tokoh pemuda setempat, menghimbau agar warga tetap waspada, karena dikhawatirkan penyakit tersebut bisa jadi menyerang warga lainnya.

“Melihat kejadian ini tentunya diharapkan kepada warga sekitar agar lebih waspada dan selalu dapat menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit seperti DBD,”ungkap Feri.

Selain itu Feri juga berharap adanya solusi dari pemerintah KTT melalui pihak terkait dalam hal ini Dinas kesehatan setempat agar dapat melakukan fogging.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat keresahan warga dapat direspons cepat oleh Pemkab KTT agar tidak ada lagi masyarakat yang terjangkit DBD," harapnya.

Menanggapi hal itu Kepala Rumah Sakit Akhamad Berahim, dr. Niken, meminta masyarakat untuk berperan aktif melakukan tindakan 3 M (menguras, menyimpan dan mengubur) berbagai benda yang bisa dijadikan sarang nyamuk.

“Masyarakat jangan menganggap remeh terhadap serangan penyakit DBD. Kalau terlambat ditolong bisa mengakibatkan kematian,” kata dr. Niken, Minggu (3/3)

Menurut dia pengasapan di rumah-rumah penduduk bukan salah satu solusi yang tepat. Jauh lebih baik apabila masyarakat terus menjaga dan merawat kebersihan lingkungannya masing-masing.

“Di setiap desa yang ada di Tana Tidung memiliki petugas juru pengamat jentik (Jumantik). Tapi jumlahnya belum maksimal jika dibandingkan dengan luas wilayah kerjanya. Maka solusinya setiap orang wajib menjaga kebersihan lingkungannya sendiri-sendiri terutama kebersihan lingkungan," tegasnya.

Ia menambahkan, kalau curah hujan lebat, maka sarang nyamuk yang berlokasi di selokan-selokan bisa hilang. Sebaliknya bila curah hujannya dalam kategori sedang justru bisa menimbulkan masalah baru lagi.

“Potensi berkembang biaknya nyamuk DBD biasanya mulai Januari-April. Karena saat itu curah hujan mulai berkurang. Suhu udara lebih hangat dibandingkan akhir tahun. Pada fase musim pancaroba itulah biasanya induk nyamuk DB berkembang biak,” ungkapnya. (*/rko/zia)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*