MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 28 Februari 2019 11:41
Produksi Ayam Lokal Surplus

Peternak Minta Wacana Impor Ayam Malaysia Ditunda

Tampak, salah satu aktivitas penjualan daging ayam di salah satu pasar yang ada di Kabupaten Nunukan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Wacana impor daging ayam yang menjadi salah satu poin penting kesepakatan pada pertemuan Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek-Malindo) Peringkat Negeri Sabah/Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berlangsung di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia pekan lalu menuai protes peternak ayam lokal. Khususnya yang berdomisili di Kabupaten Nunukan.

Andi Joni, salah seorang peternak ayam lokal di Kabupaten Nunukan sangat mengapresiasi rencana Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Ir. H. Irianto Lambrie mengenai wacana melegalkan daging ayam asal Malaysia ke Kaltara. Hanya saja, alangkah baiknya sebelum wacana tersebut direalisasikan agar dapat melihat kondisi nyata produksi ayam lokal yang ada di lapangan. Khususnya di Kabupaten Nunukan. Sebab, saat ini produksinya sudah cukup banyak. Bahkan, sudah surplus. “Cukup baik rencananya, tapi tolong dilihat secara nyata dulu di lapangan. Apakah saat ini memang sedang kekurangan atau malah surplus. Saya berharap tidak jadi, karena peternak lokal itu masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan perusahaan saat ini,” kata Andi Joni saat dihubungi media ini kemarin.

Ia mengatakan, jika wacana Pemprov Kaltara melegalkan ayam beku asal Malaysia melalui aktivitas impor pada kerja sama melalui Sosial, Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) terealisasi, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan baru lagi. Sebab, dapat mematikan pengusaha ayam lokal di Kaltara, khususnya di Kabupaten Nunukan. “Karena hanya masuk dalam pembahasan sosek malindo, jadi menurut saya masih dapat dipertimbangkan. Apalagi jika ada pejabat terkait yang dapat menyampaikannya bahkan produksi ayam lokal saat ini masih mampu memenuhi pasar. Kenapa harus mengimpor dari Malaysia lagi,” harapnya. “Kita saat ini kelebihan. Terbukti dengan jumlah kandang yang kini sudah mencapai ratusan tempat dan populasi ayam sudah lebih dari cukup,” sambungnya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan Alim Bakri membenarkan produksi ayam lokal tinggi dan dikatakan surplus. Bahkan, beberapa peternak belakangan ini sudah melayani permintaan dari Kota Tarakan. “Kami juga sudah menyampaikan ke provinsi (DPKP Kaltara) bahwa Nunukan sudah surplus untuk daging ayam. Jadi, diharapkan tidak ada impor ayam,” kata Alim Bakri saat dikonfirmasi media ini kemarin.

Senada disampaikan Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Hasan Basri Mursali. Saat ini produksi ayam lokal itu sudah cukup besar. Sehingga, kebutuhan warga Nunukan sudah mampu dipenuhi. Apalagi dengan adanya peternakan mitra. “Kalau untuk impor daging ayam, saya rasa tidak perlu. Karena produksi lokal cukup melimpah. Kecuali memang tidak ada. Maka sangat didukung impor itu,” pungkasnya. (oya)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*