MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Februari 2019 11:20
Pelayaran ke Perairan Filipina Belum Diizinkan

Masih Rawan Aksi Pembajakan Abu Sayyaf

RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Maklumat Pelayaran (Mapel) Nomor: 148/TX-30/XI/DN-18 dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum dicabut. Sejak maklumat itu terbit, belum ada kapal dari Tarakan yang diizinkan berlayar melalui perairan Filipina.

Kelompok Abu Sayyaf sedang mencari target baru. Begitu salah satu pertimbangan maklumat itu dikeluarkan. Peringatan itu semakin diperkuat dengan penculikan warga negara Indonesia (WNI), Hariadin dan Heri Ardiansyah asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada 5 Desember 2018 bersama seorang warga Malaysia.

Kepastian tidak adanya kapal yang diizinkan berlayar ke perairan Filipina disampaikan Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)  Kelas III Tarakan Syaharuddin, Selasa (26/2). Dirinya menjelaskan hingga saat ini masih menjalankan perintah Kemenhub mengenai pelarangan kapal untuk berlayar ke perairan Filipina.

“Terhitung sejak keluarnya Maklumat Pelayaran (Mapel) Nomor: 148/TX-30/XI/DN-18 dari Kemenhub tahun lalu, hingga saat ini belum ada kapal yang diizinkan berlayar ke perairan Filipina,” bebernya.

Dalam Mapel itu menjelaskan dasar peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju perairan Filipina, adanya informasi dari Philippine Focal Point Kurbuk, Philippine Coast Guard, bahwa ada rencana kelompok Abu Sayyaf melakukan penculikan di tiap kesempatan yang memungkinkan di daerah yang dirahasiakan. Informasinya kelompok tersebut menggunakan kapal motor berwarna biru dan putih tanpa ada tanda pengenal yang biasa disebut jungkong.

“Masih rawannya berlayar ke perairan Filipina menjadi pertimbangan pihak kami tidak mengizinkan kapal berlayar, selain itu nakhoda kapal maupun pemilik kapal juga enggan berlayar ke kawasan tersebut bila belum ada jaminan keamanan dari pemerintah Filipina,” tuturnya.

Sebelum adanya kembali aksi pembajakan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf, banyak kapal dari Tarakan tujuan Filipina yang berlayar, terutama kapal yang mengangkut batu bara.

“Kalau dulu masih banyak, terutama kapal yang membawa batu bara yang mengangkut batu bara 7 ribu metrik ton hingga 8 ribu metrik ton untuk dibawa ke Filipina,” bebernya.

Dirinya juga mengimbau kepada kapal yang sedang berlayar di kawasan yang rawan selain di perairan Filiipina untuk tetap meningkatkan kewaspadaan international ship and port facility security code.  “Di atas kapal ada sistem keamanan, pola itu yang diharapkan dilaksanakan di atas kapal ketika melakukan pelayaran ke daerah yang rawan,” tuturnya.

Bila ada hal-hal yang dapat mengancam keselamatan nakhoda dan awak kapal, diimbau agar segera menghubungi stasiun radio pantai terdekat atau petugas yang bisa menjangkau ke lokasi kapal yang meminta pertolongan.

“Nakhoda harus sigap ketika merasa ada hal-hal yang dapat mengancam keselamatan,” ujarnya.

Terkait kapan pelayaran menuju ke perairan Filipina kembali diizinkan, pihaknya hanya bisa mengizinkan bila sudah ada kepastian keamanan dari pemerintah Filipina, bahwa perairannya aman untuk dilalui. “Kalau sudah ada jaminan dari otoritas setempat, pelayaran akan kami  izinkan kembali,” terangnya. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:44

Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif…

Senin, 06 April 2020 14:35

Tidak Ada Batas Waktu, Pembuatan Sabun Cair

TARAKAN – Hingga waktu yang tidak ditentukan, pendistribusian sabun cair…

Senin, 06 April 2020 13:48

Total 16 Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

TANJUNG SELOR – Senin ini (6/4) konfirmasi positif Covid-19 di…

Senin, 06 April 2020 12:27

Sasar Korban PHK dan UKM

TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh…

Senin, 06 April 2020 12:11

Terhitung April Ini, Enggak Ada Lagi Izin Nikah

TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan melayani perizinan nikah…

Senin, 06 April 2020 12:08

Perumda sebagai Stabilisator Stok Barang

Masyarakat cenderung melekatkan stigma pada perusahaan umum daerah (perumda).  Mappa…

Senin, 06 April 2020 12:05

Kodim Distribusi 10.000 Liter Sabun Cair

TARAKAN – Hingga hari kelima, Sabtu (4/4), Kodim 0907 telah…

Minggu, 05 April 2020 14:00

Gugus Tugas Tracing Kontak Pasien Corona yang Meninggal

JURU Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara),…

Minggu, 05 April 2020 13:58

Nestapa Usaha di Tarakan karena Corona, Kurangi Karyawan dan Pilih Tutup

Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh dunia usaha.…

Minggu, 05 April 2020 13:56

Dunia Usaha Waswas, PHK Diambang Mata

Wakil Ketua Umum Bidang Ilmu Teknologi dan Industri Kreatif pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers