MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Februari 2019 11:07
Jaksa Sebut Bisa Jadi Ada Tersangka Baru

Periksa Berkas Dugaan Kasus Korupsi Tasbara

Kasi Pidsus Kejari Nunukan, Ali Mustofa. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, berkas dugaan kasus korupsi Tasbara hingga kini masih diselidik jaksa Kejari Nunukan. Jaksa pun mengiyakan kemungkinan akan adanya tersangka baru jika benar terbukti terlibat.

Itu diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Nunukan, Ali Mustofa kepada media ini ketika ditanyakan perkembangan berkas dugaan kasus korupsi yang dilimpahkan penyidik Polres Nunukan Kamis (14/2) lalu.

“Ya, pekan lalu dilimpahkan. Sementara masih kami teliti dulu berkasnya apakah masih ada kekurangan atau sudah lengkap. Yang jelas jika masih ada kekurangan, bakal kami kembalikan lagi,” ungkap Ali kepada pewarta harian ini.

Ali menjelaskan, pasal yang telah disangkakan ke tersangka yakni Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi subsider pasal 3 UU RI Nomor 31/1999 lebih subsider Pasal 9 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan pasal 31/1999.

Dari ketiga dakwaan pasal primer, subsider dan lebih subsider itu, tidak menutup kemungkinan pihaknya juga memberi pasal tambahan. Sementara itu, tersangka Petrus masih berstatus tersangka tunggal dalam kasus ini.

Kata Ali, kapasitas Petrus dalam kasus ini yakni sebagai PPK serta PA dalam pengadaan Tasbara untuk transportasi legal Nunukan - Tawau Malaysia. Ali berpendapat tidak menutup kemungkinan tersangka lain bisa saja bertambah lagi dalam kasus ini. Tentu juga setelah sejumlah penyelidikan dilakukan secara detail.

“Ya, bisa saja ada keterlibatan orang lain yang bisa menjurus ke tersangka baru didalam kasus ini. Nanti kita lihat prosesnya,” ujar Ali.

Sebelumnya atas kalkulasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tersangka Petrus dianggap sudah merugikan keuangan negara sekitar Rp 723 juta dari anggaran sebesar Rp 3,55 miliar setelah dipotong pajak. Ada 12 item yang spesifikasinya tidak sesuai kontrak, dan menjadi dasar perhitungan BPKP. Sementara speedboat Tasbara kini menjadi barang bukti dan sudah lama menjadi barang sitaan.

Pengadaan tasbara berasal dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tahun 2015 lalu. Kapal ternyata tidak bisa dipergunakan untuk kebutuhan seharusnya. Padahal Speedboat memiliki lebar 3,5 meter dan panjang 14 meter dan dilengkapi tiga unit mesin berkekuatan 250 PK ini berkapasitas 40 penumpang  dan terbuat dari fiber.

Tak hanya itu, penumpang dimanjakan dengan dua televisi, ruangan yang memiliki AC dan life jacket. Sedangkan untuk nakhoda dilengkapi dengan alat navigasi dan kompas. Perkembangan terakhir yang dihimpun media ini, Otoritas Pelabuhan Tawau Malaysia mengklaim Tasbara tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran internasional lantaran berbahan fiberglass dan bermesin gantung. (raw/zia)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 09:12

Ciptakan Keamanan, Ketertiban dan Pikirkan Nasib Rakyat

Masing-masing dari 35 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan…

Jumat, 13 September 2019 09:40

Perahu yang Ditumpangi Tiga WNI Hanyut Hingga Sabah

NUNUKAN – Tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Tarakan hanyut…

Kamis, 12 September 2019 13:49
Partai Politik

Basri Ikut Ambil Formulir

NUNUKAN – Bupati Nunukan periode 2011-2014, H. Basri ikut melakukan…

Rabu, 11 September 2019 10:42
Partai Politik

Petahana Pinang PDIP?

NUNUKAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan, mulai membuka…

Rabu, 11 September 2019 10:28
Deportasi WNI Dari Malaysia

Disdukcapil Flores Timur Jemput Bola

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Flores…

Selasa, 10 September 2019 10:35
BPJS Kesehatan

Dinkes Sebut Manajemen RSUD Perlu Diperbaiki

NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, mulai turun tangan untuk…

Selasa, 10 September 2019 10:22
Sidang Kayu Ilegal

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kasus Kayu Ilegal

NUNUKAN - Sidang praperadilan kasus dugaan kayu ilegal kembali digelar…

Senin, 09 September 2019 13:05
Pujasera

Siap Diresmikan, Harapkan Fasilitas Memadai

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan telah mempersiapkan Pasar Pujasera…

Sabtu, 07 September 2019 09:57

HADUHH..!! Kebanyakan Utang, RSUD Nunukan Susah Beli Obat-obatan

NUNUKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan mengalami kesulitan…

Sabtu, 07 September 2019 09:56

Angkut Barang Malaysia, Satu Truk Sembako Diamankan

NUNUKAN - Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*