MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Februari 2019 10:31
Sistem Seat Diberlakukan, Calo Tempat Tersingkir
Haerul Rijal - Kepala Pelni Cabang Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Banyaknya calo tempat tidur di kapal milik PT Pelni membuat sebagian besar penumpang resah. Sebab calo tersebut tidak segan-segan menjual tempat tidur dengan harga selangit.

Tidak hanya itu, bahkan sebagian besar masyarakat menduga adanya keterlibatan oknum Anak Buah Kapal (ABK) pada kegiatan calo-calo tersebut.

Agar tak ingin disalahkan terus-menerus, PT Pelni pun memberlakukan sistem seat yaitu sistem yang memberlakukan ketetapan tempat pada karcis. Dengan begitu, calo-calo yang kerap meresahkan penumpang tidak lagi dapat beraksi sebagai ladang bisnis mereka.

Saat dikonfirmasi, Kepala Cabang Pelni Kota Tarakan Haerul Rijal menerangkan, saat ini pihak sudah memberlakukan sistem tersebut. Sehingga ia menjamin masyarakat Kaltara tidak perlu resah lagi jika bepergian menggunakan jalur laut khususnya lelayaran Pelni. "Sistem ini diterapkan seluruh kapal di seluruh Indonesia. Ini demi peningkatan pelayanan. Kan selama ini penumpang sudah beli tiket tapi juga disuruh bayar tempat. Padahal kan seluruh tempat di kapal itu hak penumpang. Kecuali tempat itu belum ada yang isi. Semua kasur di kapal itu gratis itu. Itu haknya penumpang," ungkapnya kemarin (26/2).

PT Pelni sudah menguji coba kebijakan ini sejak pertengahan bulan ini dan berlaku di pelayaran semua kapal PT Pelni. “Jadi penumpang tidak perlu resah lagi dengan adanya calo yang sering menjual-jual tempat di dalam kapal," tuturnya.

Dengan diberlakukannya sistem tersebut, kata Haerul, menunjukkan dampak positif bagi pelayaran kapal. Hal tersebut terbukti sejak beberapa hari lalu peningkatan penumpang jalur kapal laut mengalami peningkatan. "Calo Itu kan memang tidak diperbolehkan. Hasilnya penumpang mengalami kenaikan sejak diberlakukannya sistem ini. Yang biasa cuma 700 penumpang sekarang sampai 1000 lebih," jelasnya.

Haerul pun menjamin tidak akan ada lagi calo yang melakukan aktivitas jual-beli tempat. Nantinya jika masih ada calo yang nekat melakukan aktivitas dengan berbagai cara dan modus baru, Haerul menegaskan jika pihaknya siap mengusir calo tersebut dari kapal. "Kalau mungkin ada oknum ABK yang tetap nakal, catat namanya dan laporin aja ke kami. Pasti kami tindak," tegasnya. (*/zac/ash)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*