MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 26 Februari 2019 01:02
Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan

Nasib Dua WNI Menunggu Perintah Kemenlu

AWASI PERBATASAN: Latihan gabungan AL tiga negara di Tarakan, Senin (25/2). FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Latihan gabungan Angkatan Laut (AL) Indonesia, Malaysia dan Filipina yang telah dimulai sejak dua tahun lalu salah satunya untuk menumpas kejahatan kelompok Abu Sayyaf. Saat ini, dua nelayan Indonesia asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Hariadin dan Heri Ardiansyah sudah sekitar 2,5 bulan berada di tangan penculik dari kelompok Abu Sayyaf.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) XIII Laksamana Pertama TNI Judijanto, M.Si, M.A, mengatakan, mengamankan aset yang ada di Indonesia, Malaysia dan Filipina perlu dituangkan dalam kerja sama tiga negara. Saat ini dua warga negara Indonesia (WNI) yang disandera masih berada di Filipina. “Kelompok itu meminta tebusan, kami saat ini masih menunggu kebijakan dari pemerintah yakni Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan akan mengikuti instruksi,” katanya.

“Karena kebijakan dari atas sehingga akan kami lakukan sedini mungkin,” tuturnya.

Tetapi Lantamal XIII yang berada di lapangan setiap saat melakukan apa saja yang harus dilakukan secara terukur. Saat ini belum ada keputusan, kelompok Abu Sayyaf sedang meminta tebusan. Jadi TNI AL masih melakukan langkah-langkah awal, dengan bernegosiasi bagaimana yang terbaik. Diakuinya, TNI AL siap setiap saat dengan apa yang sudah diinstruksikan.

“Untuk skenario pembebasan masih menunggu kebijakan dari pimpinan. Karena pimpinan sudah memahami apa yang harus dilakukan secara terukur. Kami akan dahulukan hal yang terbaik dengan negosiasi dan diplomasi,” jelasnya.

Indonesia, Filipina dan Malaysia juga melakukan bagian latihan menanggulangi perompakan, kegiatan penyelundupan, kemudian kegiatan ilegal lainnya. Tanpa adanya koordinasi kerja sama yang baik maka tidak akan mampu melakukan hal ini. Kapal-kapal yang berpotensi dirompak, yakni kapal yang melintas dari arah utara maupun sebaliknya.

“Latihan juga setiap tahunnya ada peningkatan seperti kemampuan alat komunikasi, personel, standar operasional prosedur dengan alat-alat yang baru yang lebih canggih. Sehingga lebih mudah berkoordinasi, baik itu intelejen, maupun konteks operasi,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan BRP General Mariano Alvares (PS-38), Barcelon mengatakan, saat ini kelompok Abu Sayyaf masih eksis di Filipina. Tetapi kekuatannya sudah cukup melemah. “Kekuatan mereka sudah mulai melemah, hanya saja masih eksis sampai saat ini,” katanya.

Sementara itu juru bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir mengatakan Kemenlu sudah berkomunikasi dengan keluarga korban penyergapan sejak awal. Pihaknya terus memantau dan berkoordinasi dengan berbagai pihak di Filipina dan Malaysia untuk mengupayakan pembebasan. Seperti dengan penyanderaan sebelumnya yang sekarang sudah bebas, bahkan ada video yang dikeluarkan oleh penyandera.

“Kami masih terus berkoordinasi utnuk mengupayakan pembebasan terhadap sandera,” imbuhnya. (*/naa/lim)

 

KEKEJAMAN KELOMPOK ABU SAYYAF

 

DESEMBER 1994

Mengebom pesawat Philippines Airlines jurusan Manila-Tokyo dan menewaskan seorang penumpang.

 

1995

Menyerbu Kota Ipil dan menyebabkan 50 orang tewas.

 

1998

Menyerang dengan granat pusat perbelanjaan di Zamboanga dan mencederai 60 orang.

 

2000

10 turis asal Eropa dan Timur Tengah yang disandera Abu Sayyaf. Pemerintah Libya yang bertindak sebagai penengah menyerahkan lebih dari 10 juta dollar AS untuk menebus para sandera.

 

JULI 2009

Staf Palang Merah Internasional dari Italia, Eugenio Vagni disandera selama 6 bulan. Dilepas di Jolo, setelah ditebus US$10.000 atau sekitar Rp 130 juta.

 

DESEMBER 2011

Warga negara Australia Warren Richard Rodwell diculik dari kediamannya di Ipil, Mindanau. Sibebaskan pada 2013.

 

FEBRUARI 2012

Warga negara Swiss dan Belanda diculik di dekat Pulau Tawi-Tawi.

 

APRIL 2014

Dua orang warga negara Jerman diculik dari kapal pesiar mereka di sebelah barat Provinsi Palawan. Disandera selama 6 bulan.

 

JULI 2014

Membunuh sedikitnya 21 orang muslim yang berlebaran di Pulau Jolo.

 

MEI 2015

Penjaga pantai dan krunya diculik, dan sang kapten kapal ditemukan telah dipenggal.

 

NOVEMBER 2015

Abu Sayyaf memenggal Bernard Then, seorang pengusaha Malaysia yang diculik dari sebuah restoran makanan laut di Malaysia, karena keluarga gagal memenuhi tebusan 40 juta peso atau sekitar Rp 12 miliar.

 

APRIL 2016

John Ridsdel, warga negara Kanada dipenggal dan kepalanya ditinggalkan di pinggir jalan desa. Pembunuhan karena tebusan terhadap Ridsdel yang diminta Abu Sayyaf sebesar 300 juta peso gagal dipenuhi.

 

NOVEMBER 2016

Dua WNI berasal dari Majene, Sulawesi Barat yang bekerja sebagai awak kapal TW 1738/6/F berbendera Malaysia diculik di perairan Merabung, Lahad Datu, Sabah. Kemudian dilepaskan pada September 2017.

 

JANUARI 2017

Tiga WNI diculik di perairan Lahad Datu, Malaysia. Baru dibebaskan pada September 2017.

 

SEPTEMBER 2018

Tiga WNI diculik di lepas laut Malaysia. Dibebaskan pada Januari 2018 di Kota Indanan, Sulu.

 

FEBRUARI 2019

Dua WNI dan satu warga Malaysia diculik kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah.

 

SUMBER: BERBAGAI SUMBER, DIOLAH

 

 


BACA JUGA

Senin, 30 Maret 2020 11:44

Jika Harus Lockdown, Stok Sembako di Kota Ini Aman Dua Bulan

Tarakan bakal kesulitan jika harus melakukan lockdown(karantina wilayah) menghadapi pandemi…

Senin, 30 Maret 2020 11:38

Bandel, Arena Sabung Ayam Terbesar di Kaltara Diratakan Yonmarhanlan

TARAKAN - Meski telah beberapa kali ditertibkan, namun gelanggang sabung…

Senin, 30 Maret 2020 09:38

Pastikan Tidak Ada Penimbuhan Bahan Pokok

TARAKAN - Semakin menyebarnya Covid-19 ini, membuat sebagian masyarakat panik.…

Minggu, 29 Maret 2020 13:15
Dua Kontak Pasien 01 Diduga Sudah Positif

Di Tarakan, 312 Orang Melapor ke Hotline Gustas

TARAKAN - Dua dari 30-an kontak pasien 01, perempuan berjenis…

Minggu, 29 Maret 2020 12:22

Satu RT di Pamusian Dikarantina

WALI Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, memutuskan untuk melakukan karantina…

Minggu, 29 Maret 2020 12:14

Jangan Tersinggung, Pasien Positif Covid-19 Diminta Jujur Ceritakan Perjalanan

TARAKAN- Direktur Utama RSUD Tarakan dr. Muhammad Hasbi Hasyim mengatakan…

Minggu, 29 Maret 2020 12:11

Pasien Positif Covid-19 Itu Sempat Tak Dirawat di Ruang Isolasi

TARAKAN – Sebelumnya tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan…

Sabtu, 28 Maret 2020 20:20

Ini yang Dikhawatirkan Jika Masih Ada Peliputan Konferensi Pers

TARAKAN – Kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 meluas. Tak terkecuali bagi…

Jumat, 27 Maret 2020 14:24

Sehari Habiskan 10 Ribu Liter, Tarakan dan Bulungan Semprotkan Disinfektan

TARAKAN - Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Tarakan, Satuan…

Jumat, 27 Maret 2020 14:06

Zero Positif, APD Bisa Dipakai Berulang

TARAKAN – Sebanyak 2.000 set bantuan alat pengaman diri (APD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers