MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 25 Februari 2019 11:31
WADUH BAHAYA..!! Sungai Tanjung Rumbia Tercemar

Bupati Minta DLH Jemput Bola

TERCEMAR: Kondisi sungai Tanjung Rumbia yang dialiri limbah oli. IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Akhir pekan kemarin, sungai Tanjung Rumbia, Tanjung Selor Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) dicemari limbah oli. Namun, belum diketahui sumber limbah tersebut, apakah dari industri atau dari kapal masyarakat.

Bupati Bulungan, H. Sudjati mengatakan, saat ini persoalan pencemaran lingkungan memang sedang dibahas. Namun, untuk terjadinya tumpahan oli tersebut, ia baru mengetahui informasinya dari media ini.

“Kalau memang diduga berbahaya, itu harus dilakukan pemeriksaan kualitas air. Tapi perlu juga dilihat terlebih dahulu, apakah itu terjadi setiap hari atau temporer,” ujar Sudjati kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor akhir pekan kemarin.

Mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan ini meminta instansi terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun ke lapangan atau jemput bola untuk menyikapi persoalan tersebut. Artinya, DLH tidak harus menunggu ada laporan secara resmi dulu dari masyarakat baru turun menindaklanjuti. Karena, dengan adanya informasi seperti ini, sudah masuk kategori laporan dari masyarakat.

“Sama seperti rumah sakit, jangan tunggu orang meninggal dulu baru mau dilakukan pemeriksaan,” kata Sudjati.

Pastinya, hal seperti ini tidak boleh dibiarkan secara terus menerus. Jika sumbernya dari kapal masyarakat, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak membuang limbah ke sungai. Karena, untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih itu perlu peran dari semua pihak, bukan hanya pemerintah.

“Tapi, jika sudah diberitahu tetap dilakukan, maka terpaksa dilakukan penindakan secara tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Artinya, untuk menyikapi segala persoalan yang terjadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tetap mengupayakan langkah-langkah previntif atau hal yang bersifat mencegah. Jika tidak diindahkan, baru dilakukan penindakan.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pencemaran DLH Bulungan, Mahmuddin mengatakan, jika ada laporan yang masuk, maka pihaknya akan langsung melakukan peninjauan ke lapangan. Karena air sungai itu mengalir, jadi tidak bisa ditunda.

“Artinya, kalau menunggu besok, limbah oli itu bisa hilang. Pastinya kalau ada laporan atau aduan, kita akan ajukan untuk uji laboratorium,” tuturnya. (iwk/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*