MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 21 Februari 2019 13:26
Oknum Polisi Diduga Terlibat Judi Sabung Ayam
DIBUBARKAN: Lokasi sabung ayam yang terletak di Jalan Persemaian dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian, Selasa (19/2). POLRES UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Salah seorang oknum personel Polres Nunukan, diduga terlibat dalam aktivitas judi sabung ayam di Jalan Persemaian, Nunukan Tengah. Itu terungkap dari penggerebekan di lokasi judi sabung ayam tersebut, Selasa (19/2) sore kemarin.

Hal itu ditegaskan Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro ketika dikonfirmasi terkait dirinya yang turun langsung ke lokasi untuk ikut lakukan penggerebekan hingga pembubaran aktivitas judi sabung ayam itu. Teguh mengungkapkan, dalam aktivitas judi sabung ayam tersebut, diduga ada keterlibatan personel Polres Nunukan. “Ada keterlibatan anggota polres, sekarang sedang kita proses,” tegasnya kepada pewarta harian ini.

Teguh menjelaskan, penggerebekan tentunya dilakukan berkat laporan masyarakat hingga penyelidikan yang dilakukan personel keepolisian sebelumnya. Hingga diwaktu yang tepat, Teguh pun ikut turun langsung ke lokasi guna penggerebekan.

Alhasil, ketika dilakukan penggerebekan, puluhan pelaku sabung ayam beserta ayam sabungnya banyak yang berada di lokasi saat itu. Seketika aktivitas langsung bubar saat polisi mendatangi Tempat Kejadian Perkara (KTP). Dalam penggerebekan, setidaknya ada dua orang pelaku dan juga barang bukti lima ayam serta uang tunai.

“Ya, kalo pelaku untuk sementara yang kami amankan ada 2 orang, kalau ayam yang kami tangkap, ada 5, diduga ada puluhan ayam yang dibawa kabur. Para pelaku sedang kami kejar,” ungkap Teguh.

Menururt Teguh, Sabung ayam adalah tindakan perjudian, sebuah pertunjukan kekejaman terhadap hewan yang sangat tidak manusiawi. Saat penggerebekan, terlihat ada seorang anak kecil yang ikut menyaksikan pertunjukan sabung ayam tersebut. Ini adalah sebuah potret yang buruk bagi pendidikan mental anak tersebut.

“Bagaimana mereka (anak-anak, Red) akan bisa berbelas kasih dan berperilaku yang baik, sementara sejak kecilnya mereka sering disuguhi dengan sebuah perjudian atau pertunjukan berdarah dan kekejaman terhadap hewan yang dilakukan dengan diiringi sorak-sorai?,” tanya Teguh menyesalkan.

Tentunya, setelah ini, pihaknya tidak tinggal diam. Teguh berjanji personel kepolisian akan terus lakukan penyidikan dan akan lakukan pengembangan. Hal ini, seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memperbaiki keadaan. (raw/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*