MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 18 Februari 2019 13:06
Kapal Pelni Tidak Masuk Nunukan Lagi
PERAWATAN: Salah satu kapal Pelni yang berhenti beroperasi untuk sementara waktu. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang, untuk sementara tidak berlayar menuju Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Sebab, sedang dilakukan perawatan sehingga harus dok. Belum ada jadwal resmi kedua kapal tersebut kembali masuk ke Nunukan.

Sehingga penumpang di Nunukan yang ingin menggunakan transportasi laut, hanya dapat menggunakan kapal swasta. Dengan rute Nunukan ke Parapare, Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk rute lain belum disiapkan dua kapal tersebut.

“Tidak ada jadwal kapal Pelni, sudah dari kantornya tapi hanya ada informasi bahwa kapal sedang dok,” kata calon penumpang tujuan Sulawesi Selatan, Rosmini.

Kapal PT Pelayaran Indonesia (Pelni) yang masuk ke Nunukan ada dua, yakni KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu. Namun kedua kapal sementara dok. Sesuai yang tertulis di papan informasi Kantor PT Pelni Cabang Nunukan. Jika ingin menggunakan angkutan laut hanya dapat menaiki kapal swasta.

Menurutnya, penumpang senang menggunakan kapal Pelni, karena harga tiket tidak mengalami kenaikan. Berbeda dengan kapal lain, sedangkan waktu yang dapat ditempuh tidak terlalu lama. Seperti Nunukan ke Parepare memakan waktu dua hari dua malam.

“Untuk sementara ini saya menggunakan kapal swasta, daripada tidak jadi pulang kampung,” ujarnya.

Sementara, Kepala PT Pelni Cabang Nunukan, Musli  membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kapal yang sedang dok yakni KM Lambelu sejak awal Februari. Dipastikan pertengahan Februari kembali aktif. Setelah itu dilanjutkan dok untuk KM Bukit Siguntang.

“Jadi doknya itu bergantian antara KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang,” kata Musli.

Dia menjelaskan, kapal dilakukan dok, karena ingin dilakukan pembersihan serta perawatan. Karena kapal akan dinaikkan ke daratan. Terutama bagian bawah kapal harus dibersihkan. Termasuk pemeriksaan mesin hingga baling-baling kapal.

Selama beroperasi kedua kapal tersebut, tidak pernah dilakukan perawatan secara menyeluruh hingga ke mesin. Hanya perawatan sementara jika kapal sedang jalan atau singgah di salah satu pelabuhan yang dituju.

“Sebenarnya perawatan ada dilakukan, seperti ganti oli mesin. Namun jika di dok tentu perawatan berbeda dilakukan,” ujarnya. (nal/ana)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*