MANAGED BY:
MINGGU
25 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Februari 2019 10:16
Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan
DITEMPATI: Terdapat sekitar 25 pelaku UKM yang kini menempati pinggir alun-alun. IST

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tampaknya tak sesuai dengan kenyataaan di lapangan. Sebab, dari sejumlah potensi sumber retribusi ternyata tak terkelola dengan maksimal. Salah satunya, alun-alun kota yang terletak pusat keramaian Kabupaten Nunukan.

Sampai saat ini para pedagang yang menggunakan aset Pemkab Nunukan untuk berjualaan tak juga memberikan retribusi resmi ke Pemkab Nunukan. Padahal, penambahan PAD dapat lahir dari lokasi tersebut. “Memang belum tapi konsepnya telah dibicarakan dengan di tingkat pimpinan. Rata-rata untuk pedagang kuliner dan pedagang mainanan itu sebesar Rp 5 ribu. Kecuali penyewaan permainan dan tempat bermain itu. Rencananya dibebankan Rp 40 ribu per hari,” kata Fitraeni, Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (B2RD) Nunukan.

Ia mengatakan, dasar hukum penarikan retribusi tersebut ada pada Peraturan daerah (Perda) nomor 4/2015 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah. Hanya saja, saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut lagi. Namun, kepala B2RD Nunukan telah menyerahkan konsep atau dasar pelaksanaan beserta jumlah wajib retribusi dari sejak 2017 lalu. “Inilah yang masih ditunggu. Kapan dibahas lebih lanjut agar pemungutan retribusi tersebut dapat dilakukan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakaman Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan Ahmadi Noor mengatakan, kendala belum dilakukan pungutan retribusi kepada pedagang dan pengguna lainnya di alun-alun sampai saat ini adalah dasar hukumnya. “Kendala pemerintah di situ. Makanya, sampai saat ini belum ada penarikan retribusi kepada pelaku UMKM itu,” kata Ahmadi Noor saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, sampai saat ini pihkanya hanya menyiapkan petugas kebersihan untuk membersihkannya. Karena, sudah menjadi tanggung jawab pihaknya terhadap kebersihan dan hal-hal yang berkaitan dengan taman yang ada di Alun-alun Nunukan tersebut. “Selama ini masih berjalan sesuai kesepakatan. Setelah trotoarnya digunakan malam, paginya itu sudah harus bersih. Jadi, tidak ada masalah saat ini,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindusrtrian (Diskop UMKM dan Perindustrian) Nunukan Hasriansyah membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, sekitar 25 pelaku UKM yang kini menempati pinggir alun-alun merupakan binaan dari pihaknya. Karena menjadi binaan maka apapun persoalannya terus menjadi tanggug jawab pihaknya. Termasuk penarikan retribusi. “Masih tidak ada pungutan. Gratis. Pedagang yang menjadi binaan kami hanya menjaga kebersihan dan tak menjual di pagi hari saja,” kata Hasriansyah.

Menurutnya, penarikan retribusi memang seharusnya dapat diberlakuklan lantaran alun-alun merupakan aset daerah. Apalagi retrisbusi ini menjadi sumber PAD juga. Sehingga wajib didukung karena dampaknya ke pedagang dan masyarakat juga. “Jika memang mau dipungut saya rasa pedagang siap saja. Tapi, harus ada sosialisasi dulu. Biar mereka tidak kaget dan menimbulkan pro dan kontra lagi,” pungkasnya. (oya/udn)

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:18

AKHIRNYA..!! Setelah 74 Tahun Merdeka, Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

NUNUKAN – Desa Long Midang, Kecamatan Krayan, daerah yang sangat…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:17

Pembayaran Air Boros, Ada Kelalaian Pelanggan

NUNUKAN – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, sering…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:15

Satu ASN Kembali Gugur Saat Menjalankan Tugas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, kembali mendapat kabar duka.…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:13

Disdikbud Tingkatkan Kompetensi Guru

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan akan meningkatkan…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:37

Gunakan Dana Desa Atasi Banjir

SEBATIK – Banjir di Sebatik, salah satunya di Desa Sungai…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:10

Seminggu, Dua Kali Dilakukan Deportasi

NUNUKAN – Penggunaan jalur ilegal sepertinya terus menjadi pemicu deportasi.…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:09

PENDIDIKAN

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, menjanjikan kepada seluruh siswa…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:07

Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Lanal Nunukan

NUNUKAN - Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan Letkol Laut…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:27

Gunakan APBN, Embung Baru Dianggarkan Rp 15 M

NUNUKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan melakukan menambah…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:26

Pindah Golongan, Tarif Dianggap Memberatkan

NUNUKAN – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*