MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Februari 2019 13:45
Kelola Padi, Petani Masih Senang Cara Lama
ENGGAN BERALIH: Petani masih suka gunakan cara lama dalam menugal padi. RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Kebiasaan para petani menggarap lahannya dengan cara menugal atau padi gunung sudah sejak lama dilakukan bahkan puluhan tahun sehingga sangat sulit bagi para petani beralih mengelola pertanian dengan cara modern yang ditawarkan oleh pemerintah.

Petani menganggap bahwa hasil tugal jauh lebih banyak apalagi padi jenis ini minim pengairan. Seperti yang diungkapkan salah satu petani di Kecamatan Sesayap, Agus belum lama ini bahwa padi tugal juga tidak membutuhkan banyak bibit.

“Sudah menjadi kebiasaan nenek moyang kami kalau mengelola pertanian terutama menanam padi pakai cara tugal, karena letaknya di pegunungan makanya kami tidak membutuhkan air yang banyak seperti menggarap sawah kebanyakan orang sekarang ini, masih tetap bertahan dengan kebiasaan lama,” katanya.

Ia mengaku kebiasaannya menanam padi hanya untuk makan keluarga dan jika ada kelebihan saat panen akan dibagikan ke tetangga, kerabat saja tanpa mau menjualnya. Sebab ia sendiri selain menggarap padi tugal juga terbiasa bekerja di salah satu perusahaan swasta, makanya garapan padi tugal ini tidak ditanganinya setiap hari dan masih tetap menghasilkan padi sesuai keinginannya.

“Malahan kami petani sekitar diajarkan menanam padi cara modern agak bingung, sebab banyak betul yang harus dikerjakan, bibit yang kami tebar tidak banyak tapi hasil lumayan dan setelah panen kami akan langsung berpindah ke lahan yang jauh lebih subur dan ini sudah kami lakukan sejak lama,” ujarnya.

Kebiasaan petani lokal inilah yang menjadi pekerjaana rumah (PR) bagi pemerintah melalui instansi terkait sebab pemerintah sedang giat-giatnya meningkatkan pertanian baik dari petani lokal dan petani non lokal yang sedang menggarap pertanian di Kabupaten Tana Tidung (KTT). (*/rko/udn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 09:01

Antisipasi Pengetap, Pelat Kendaraan Dicatat

TANA TIDUNG- Pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium untuk…

Sabtu, 14 September 2019 08:55

Dua Rumah Tak Layak Huni Direhab

TANA TIDUNG - Koramil 0903/08 Kodim 0903/Tsr dibantu warga melaksanakan…

Jumat, 13 September 2019 11:42

Permasalahan pada SDM

TANA TIDUNG – Hasil perikanan sampai saat ini sebagian besar…

Jumat, 13 September 2019 11:39

Berbuah 5 Tahun Sekali, Lepiu Diburu Warga

TANA TIDUNG - Buah lepiu merupakan buah asli Kalimantan Utara.…

Selasa, 10 September 2019 11:26
Kenakalan Remaja

Hutan Ini Dijadikan Tempat Favorit Ngelem, Ini Buktinya...

TANA TIDUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali…

Senin, 09 September 2019 14:23

Warga Kesal Sering Tidak Kebagian LPG 3 Kg

TANA TIDUNG - Warga di Desa Tideng Pale,Kecamatan Sesayap, kembali…

Sabtu, 07 September 2019 10:24

Tolak Life Jacket, Speedboat Tak Mau Jalan

TANA TIDUNG -  Kesadaran penumpang speedboat di Kabupaten Tana Tidung…

Jumat, 06 September 2019 10:49
Miras

Ratusan Miras Hasil Sitaan Satpol PP Akan Dimusnahkan

TANA TIDUNG – Ratusan botol minuman keras hasil sitaan Satuan…

Kamis, 05 September 2019 12:20

Akta Kelahiran Bisa Dicetak Sendiri

TANA TIDUNG - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tana…

Kamis, 05 September 2019 12:18

Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

TANA TIDUNG - Maraknya penyalahgunaan narkoba saat ini membuat kepolisian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*