MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Februari 2019 14:03
Waspada Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

BMKG Tarakan Sebut Terjadi Hingga 14 Februari

PERINGATAN DINI: BMKG pusat mencantumkan peringatan dini dari 11 Februari hingga 14 Februari, khusus perairan Kaltara masuk ke dalam tinggi gelombang sedang yang berada di atas 1,5 hingga 2,5 meter. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Jika Anda ingin bepergian melalui jalur laut selama 3 hari ke depan, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal tersebut. Sebab saat ini tinggi gelombang di Kalimantan Utara sudah mencapai 1,5 hingga 2 meter.

Kepada Radar Tarakan, Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan, Raa’ina Farah Nur Annisa, S.Tr mengatakan bahwa pada dasarnya proses terjadinya gelombang dipengaruhi oleh angin. Sebab semakin kencangnya angin, maka tinggi gelombang akan semakin tinggi. “Jadi kalau misalkan ada awan cibi (cumulonimbus) yang konvektif biasa ada petir dan kilat, itu juga kadang mempengaruhi ketinggian gelombang meskipun dalam waktu singkat,” bebernya.

Awan cibi juga mengakibatkan angin yang berada tepat di bawah awan cibi menjadi kencang, sehingga jika terjadi di perairan, maka akan terjadi perubahan kenaikan gelombang secara tiba-tiba dalam waktu tersebut. “Kalau gelombang tinggi yang diakibatkan awan cibi itu biasanya terjadi lokal, tapi kalau ini dari kondisi atmosfer, karena anginnya dari timur laut,” jelasnya.

Pada kawasan tengah Kalimantan sedang memiliki sirkulasi eddy atau vortex yang biasanya bertekanan rendah. Secara spesifik, angin merupakan udara yang gerak dari tekanan tinggi ke rendah. Untuk itu, di tengah Kalimantan terjadi perputaran rendah, sehingga hal tersebut memicu terjadinya gangguan atmosfer di daerah Kalimantan sehingga menyebabkan angin di Kaltara menjadi kencang. “Karena angin kencang itulah, maka ketinggian gelombang pun bertambah. Jadi faktor ketinggian gelombang saat ini disebabkan angin,” ucapnya.

Untuk diketahui, menurut informasi dari BMKG pusat tercantum peringatan dini dari 11 Februari hingga 14 Februari 2019. Untuk itu, khusus perairan Kaltara masuk ke dalam tinggi gelombang sedang yang berada di atas 1,5 hingga 2,5 meter.

Melalui hal tersebut, Raa’ina mengimbau agar setiap nelayan dapat bersikap waspada dan menggunakan perahu nelayan yang berada di atas 1,5 meter, sedang kapal tongkang harus berada di atas 1,5 meter. “Untuk saat ini diimbau buat nelayan dan kapal-kapal tongkang, berhati-hati saja. Ini bukan hanya disebabkan kondisi lokal saja, tapi juga secara umum. Sampai 3 hari kedepan, angin masih kencang yang menyebabkan tinggi gelombang, utamakan keselamatan,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat yang ingin melakukan pemberangkatan jalur laut, Widi mengatakan bahwa dirinya sedang mengantar sang suami untuk berangkat ke luar kota melalui jalur laut. Namun seperti biasa, para penumpang tidak diberi instruksi apapun dari pihak pelabuhan. “Tapi di pertengahan jalan, suami saya cerita katanya gelombang air laut masuk lewat jendela yang nggak ditutup,” katanya.

Suami Widi dan penumpang lain yang tidak mengetahui kondisi tingginya gelombang di permukaan laut tetap bersikap biasa, dikarenakan tidak mengetahui keadaan tinggi gelombang saat ini. Namun, ketika suami Widi berangkat pada pukul 15.20 Wita, keadaan speedboat menjadi miring dan tidak stabil, sehingga setiap penumpang menjadi panik, ac menjadi mati karena terkena percikan air laut. “Jadi pintu dibuka, dan penumpang sudah pada siap-siap mau keluar di pintu karena panik,” ujarnya.

Meski begitu, ketika hendak sampai tujuan, keadaan air sungai telah stabil tidak seperti ketika berada di laut. Suami Widi juga sempat melihat adanya beberapa speedboat yang berhenti di tengah sungai, dikarenakan takut menyebrang melalui air laut. “Jadi speedboat banyak yang berjejer karena takut lewat air laut, apalagi gelombangnya tinggi gitu,” pungkasnya. (*/shy/fly)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:18

Dapati Kendaraan Tidak Layak Jalan

TARAKAN - Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:16

Lestarikan Tari Jepin di Kalangan Pelajar

TARAKAN – Gerak gemulai para pelajar terlihat saat menarikan tarian…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:57

Dipenuhi Gundukan Pasir, Air Meluap

TARAKAN – Daerah RT 65, Kelurahan Karang Anyar, termasuk wilayah…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:31

Krisis Air Makin Dekat, Diprediksi Sisa 4 Hari

TARAKAN – Air baku pada Embung Binalatung atau Kampung Satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*