MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Februari 2019 00:45
Yonif 613 Siap Halau Massa Anarkis
SIAP PEMILU: Massa mengepung Kantor KPU Tarakan dan dihalau pasukan anti huru-hara, kemarin (11/2). FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Terjadi keributan di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan, Senin (11/2). Sejumlah massa melakukan aksi protes dan berusaha merangsek masuk ke dalam Kantor KPU Tarakan. Namun, aksi massa yang mulai anarkis tersebut berhasil dihalau oleh sejumlah pasukan anti huru-hara.

Danyonif Raider 613/Raja Alam Tarakan Letkol Inf Fardin Wardhana melalui Wadanyonif Raider 613/Raja Alam Tarakan Mayor Inf Bruri Gumono S mengungkapkan, pihaknya menggelar latihan simulasi penanggulangan pengamanan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada Pemilu 2019 mendatang. Personel yang dilibatkan dalam latihan simulasi ini berjumlah 200 prajurit dari Yonif Raider 613/Raja Alam Tarakan.

“Bagaimana penanggulangan massa, terutama prosedur bantuan TNI kepada Polri dan pemda. Kami telah melakukan berbagi latihan, dan pada latihan simulasi ini diibaratkan di daerah sebenarnya dilakukan penanggulan massa yang bisa terjadi pada pemilu,” tuturnya.

Latihan simulasi tersebut berawal dari kekecewaan dan ketidakpuasan sejumlah massa yang berasal dari pendukung salah satu paslon terhadap hasil pemilu. Massa menduga dan mengindikasikan telah terjadi kecurangan dalam proses penghitungan suara pemilu di Kantor KPU Tarakan.

“Sehingga massa yang tidak menerima hasil penghitungan melakukan aksi demo dan memaksa dilakukan penghitungan ulang,” ungkapnya.

Melihat situasi yang mulai memanas, Polri meminta bantuan kepada TNI, dalam hal ini Yonif Raider 613/Raja Alam Tarakan untuk segera terjun dan mengantisipasi kemungkian hal-hal yang tidak diinginkan. Pasukan anti huru-hara kemudian turun menjaga situasi di Kantor KPU Tarakan.

“Sesuai prosedur dimulai dari pengendalian massa awal, kemudian pengendalian massa lanjutan, hingga selesai di mana pada akhirnya dilaksanakan pembubaran massa,” lanjutnya.

Pada pengendalian awal, Yonif Raider 613/Raja Alam Tarakan berusaha menenangkan massa yang terus melakukan aksi demo dan memaksa penghitungan ulang. Massa terus berteriak dan melempari prajurit. Melihat situasi yang mulai memanas, tambahan sejumlah prajurit pasukan anti huru-hara kemudian diturunkan. Terlihat massa mulai anarkis dan bersitegang dengan pasukan anti huru-hara.

“Pada saat massa tidak bisa dikendalikan dan menyerang pasukan anti huru-hara, dilakukan penyemprotan air kepada massa untuk mengurai massa. Hal itu untuk menghindari kemungkinan adanya korban,” tegasnya.

Namun massa tidak bisa lagi dikendalikan dan terus menyerang pasukan anti huru-hara. Kemudian pada situasi terakhir pasukan anti huru-hara bersenjata melakukan tembakan peringatan dengan amunisi hampa untuk membubarkan massa. Namun ada seorang provokator yang anarkis dan mengabaikan peringatan dari pasukan anti huru-hara.

“Sesuai dengan prosedur kedua, apabila terjadi situasi yang sudah membahayakan aparat pasukan melakukan pelumpuhan terhadap provokator dengan menggunakan peluru karet. Sehingga dengan simulasi ini TNI dalam hal ini Kodam VI/Mulawarman siap turut serta mengamakan proses Pemuli 2019,” ucapnya. 

Sementara itu Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo ketika ditemui Radar Tarakan mengatakan, pada prinsipnya sebagai leading sector pengamanan pemilu berada di tangan Polri dalam hal ini di Kota Tarakan adalah Polres Tarakan. Yonif Raider 613/Raja Alam Tarakan beberapa waktu yang lalu menyampaikan pelaksanaan simulasi pengamanan pemilu di depan Kantor KPU Tarakan.

“Saya melihat hal ini sangat positif dan bagus. Secara psikologis, Yonif Raider 613/Raja Alam Tarakan telah siap untuk masuk ke tahapan atau situasi tersebut. Ini juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa negara telah siap melaksanakan tahapan pemilu,” ungkapnya.

Ia sangat yakin instansi yang terkait cukup siap untuk mengamankan seluruh tahapan Pemilu 2019 ini. Dengan demikian pihaknya sangat menginginkan untuk dapat bekerja dengan situasi yang nyaman dan aman. Terlepas dari pengamanan pemilu tersebut, pihaknya selaku penyelenggara pemilu juga harus melaksanakan tahapan pemilu ini dengan benar dan maksimal, sehingga tidak memberatkan tugas pengamanan. “Kondisi  merupakan cambuk agar dapat melaksanakan proses pemilu dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. (*/jhn/lim)  


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:18

Dapati Kendaraan Tidak Layak Jalan

TARAKAN - Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:16

Lestarikan Tari Jepin di Kalangan Pelajar

TARAKAN – Gerak gemulai para pelajar terlihat saat menarikan tarian…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:57

Dipenuhi Gundukan Pasir, Air Meluap

TARAKAN – Daerah RT 65, Kelurahan Karang Anyar, termasuk wilayah…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:31

Krisis Air Makin Dekat, Diprediksi Sisa 4 Hari

TARAKAN – Air baku pada Embung Binalatung atau Kampung Satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*