MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Februari 2019 09:31
Belum Berani Tarik Retribusi di Alun-Alun, Ini Alasannya
POTENSI PAD: Alun-alun Nunukan di sore hari. Warga tak hanya dapat menikmati suasana taman, tetapi juga dapat menikmati aneka kuliner dari pedagang UMKM. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Alun-alun Nunukan yang selama ini menjadi ikon Kabupaten Nunukan semakin ramai dikunjungi warga. Tak hanya untuk menikmati rekreasi keluarga, namun juga menjadi tempat berbelanja kebutuhan masyarakat. Mulai kebutuhan pokok, seperti makanan hingga pakaian. Sehingga Alun-alun kini dapat disebut pasar dadakan malam hari.

Di beberapa wilayah, pedagang yang menggunakan fasilitas daerah biasanya diwajibkan membayar retribusi. Sebab, retribusi ini merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga, warga yang memanfaatkan fasilitas daerah atau negara dapat berkontribusi. Khususnya untuk kepentingan Alun-alun itu sendiri. Seperti perawatan dan kebutuhan sarana dan prasarana lainnya.

Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Nunukan, Andi Nilawati mengatakan, pihaknya belum berani melakukan penarikan retribusi kepada pedagang UMKM binaannya selama ini. Sebab, penggunaan Alun-alun untuk berjualan sebenarnya bukan fungsi sebenarnya. Hanya saja, ada kebijakan yang diberikan ke pedagang karena dianggap penting. “Kami memang belum menarik retribusi. Sudah pernah dirapatkan dengan pejabat yang berwenang. Tapi, hal itu (penarikan retribusi) masih belum dapat dilakukan,” jelasnya kepada media dalam sebuah kesempatan.

Salah seorang pedagang UMKM yang ditemui media ini membenarkan tak adanya retribusi yang dipungut. Hanya saja ada biaya kebersihan dilakukan secara sukarela yang diberikan kepada petugas kebersihan. Jumlahnya, tergantung kemampuang pedagang yang bersangkutan. “Tapi, standarnya itu Rp 20 hingga Rp 50 ribu. Itu sukarela dan ada yang koordinir,” akunya seraya meminta namanya tak dikorankan.

Menurutnya, para pedagang UMKM sebenarnya tidak keberatan jika ada penarikan retribusi dari pemerintah. Sebab, penarikan tersebut jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Hanya saja, itu semua tergantung pemerintah. Sebagai pedagang hanya mengikuti apa yang menjadi kewajibannya sebagai warga negara. “Kami lebih senang kalau jelas ada retribusi. Karena jelas arahnya. Daripada dipungut tapi tidak jelas peruntukannya,” bebernya.

Sebelumnya, Asisten Ekbang Sekkab Nunukan Rpbby Nahak Serang  mengatakan, untuk pembenahan terhadap taman Alun-alun Nunukan itu dalam waktu dekat tidak ada. Namun, jika berbicara untuk jangka waktu ke depan memang ada. Tapi, bukan sekarang. “Apalagi kondisi ekonomi yang saat ini begitu sulit di masyarakat. Jadi, saat ini masih seperti semula,” ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin.

Menurutnya, keberadaan PKL di Alun-alun Nunukan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memperbaiki kondisi ekonomi di Kabupaten Nunukan. Selama hal tersebut dapat diberikan kebijaksanaan tentunya tidak masalah. “Memang ada penataan. Tapi bukan sekarang ini. Pemerintah masih memikirkan di mana lokasi yang baik,” kat Robby Nahak serang kepada media ini.

Ia mengatakan, penataan Alun-alun memang wajib dilakukan. Hanya saja, sebelum penataan dilakukan banyak faktor yang harus dipikirkan dulu. Tidak hanya langsung menata dan memindahkan PKL yang ada. “Bertahap dilakukan. Makanya ada koordinasi untuk mendapatkan solusi khususnya lokasi yang dianggap bagus untuk menempatkan para PKL yang ada,” pungkasnya. (oya)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 11:27

Gunakan APBN, Embung Baru Dianggarkan Rp 15 M

NUNUKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan melakukan menambah…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:26

Pindah Golongan, Tarif Dianggap Memberatkan

NUNUKAN – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, masih…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:23

Penderita HIV menurun

NUNUKAN – Periode Januari-Agustus 2019, jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:21

Lima Fraksi Telah Terbentuk

NUNUKAN – Setelah dilakukan pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:30

Aji Kuning Kini Jadi Langganan Banjir

NUNUKAN – Sejumlah desa yang ada di Sebatik menjadi langganan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:26

PLBN Krayan Dibangun Akhir Tahun

LONG BAWAN - Pos lintas batas negara (PLBN) yang berada…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:09

Daya Berkurang Hingga 2,5 MW, Listrik Bakal Mati-Mati Lagi

NUNUKAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan, kembali…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:06

Tak Hadiri Apel Pagi, Kinerja Honorer Dipertanyakan

NUNUKAN - Banyaknya tenaga honorer di lingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab)…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:05

Hakim Tunda Sidang Selama Dua Pekan

NUNUKAN – Sidang perdana preperadilan kasus dugaan kayu ilegal akhirnya…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:04

Tabrakan dengan Pelajar, Honorer Tewas di Tempat

NUNUKAN – Seorang honorer di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*