MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Februari 2019 20:59
Soal Ini, Pemkab Tak Dapat Berbuat Banyak

Tambang Emas Ilegal di Sekatak

DIAMANKAN: Tromol yang digunakan para penambang emas ilegal di Kecamatan Sekatak disita Polres Bulungan. DOKUMEN

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, H. Sudjati mengaku tak dapat berbuat banyak terhadap aksi penambangan emas secara ilegal di Kecamatan Sekatak.

Bahkan, orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini yang saat itu ditemui awak media Radar Kaltara di ruang kerjanya hanya dapat menjelaskan beberapa patah kata saja. Dan beralasan pihaknya bersikap demikian lantaran sejauh ini diakui cukup alotnya mencari jalan keluar akan aksi tersebut.

Meski, pihaknya mengetahui akan dampak kompleks jika aksi itu terus berlangsung. Mulai dari terjadinya pencemaran lingkungan, aspek sosial hingga peredaran narkotika dan tindak kriminal lainnya.

“Masalah tambang emas ilegal ini cukup sulit untuk penanganannya. Apalagi, ini kasus bukan sejak saya menjadi Bupati. Tapi sejak periode Bupati sebelumnya,” ungkap Sudjati.

Lanjutnya, hal itu juga bukan berarti pihaknya pasrah terhadap permasalahan tersebut. Yang mana, pihaknya dalam hal ini sudah berkoordinasi dengan kepolisian guna penanganannya yang lebih jauh. Sehingga diharapkan aparat kepolisian dapat secara maksimal membantu jalan penyelesaiannya.

“Saya anggap ini ranahnya kepolisian.Ya, karena memang sejauh ini upaya dalam meminimalisirnya dari mereka (polisi, Red) yang lebih memahami. Misal, dengan penjagaan dan cara-cara lainnya,” ujarnya.

Disinggung apakah Pemkab Bulungan pernah melakukan upaya pembinaan secara langsung? Sudjati mengatakan bahwa sejauh ini langkah itu sejatinya pernah dilakukan. Hanya, memang dalam pembinaan itu belum membuahkan hasil yang maksimal. Terlebih, perihal perizinan juga bukan ranahnya Pemkab Bulungan lagi.

“Ranah perizinan itu bukan pada Pemkab Bulungan. Melainkan, pihak provinsi. Itulah mengapa? Kami sejauh ini tak dapat berbuat lebih jauh lagi. Sekalipun pembinaan-pembinaan kerap dilakukan,” tuturnya.

Di sisi lain, Sudjati beranggapan cukup sulitnya jalan penyelesaiannya tambang emas ilegal ini. Hal itu dikarenakan adanya pengaruh dari orang-orang luar. Alhasil, dari sekolompok orang-orang tersebut yang selama ini terkadang menjadi problematikanya. “Tambang emas ilegal ini tak hanya orang lokal saja. Melainkan, orang luar juga banyak,” ucapnya.

“Dari banyaknya orang luar itu jadinya aksi penambangan secara ilegal terus berlangsung. Mengingat, adanya pemodal-pemodal di dalamnya,” sambungnya.

Sementara, sebelumnya aktivitas tambang emas ilegal diakui juga menjadi atensi khusus Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Utara (Kaltara). Namun, bukan pelaku penambang yang ditarget, melainkan pemodal aktivitas tersebut.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Reskrimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra menyampaikan, aktivitas tersebut terus berlanjut dikarenakan pemodal atau cukong terus memberikan mendukung. Caranya, dengan memodali warga untuk melakukan aktivitas tersebut.

“Para cukong itu memberikan modal, agar tambang emas di Sekatak itu digarap sekalipun tidak memiliki izin. Dan pemberi modal besar atau cukong tidak berada di Kaltara. Sebab, sudah ada beberapa (cukong) yang sedang kami lidik,” ucap Dir Reskrimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra.

Masyarakat yang menjadi penambang di Sekatak diberikan pembinaan. Alasannya, para petambang tersebut hanya dijadikan sebagai pekerja kasar untuk mendapatkan emas sebanyak-banyaknya. “Penambangnya tidak aman. Kami berikan pembinaan saja. Karena, kasihan juga mereka kalau kita amankan. Sedangkan otaknya terus menikmati hasil kerja penambang,” tambahnya.

Ia menegaskan aktivitas tambang emas di Sekatak dianggap ilegal karena tak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Sementara untuk mendapatkan izin tambang emas tidak mudah. Harus memiliki IUP baik, eksplorasi ataupun IUP operasi produksi.

Dengan aturan tersebut, tentunya aktivitas di Sekatak dianggap ilegal. Lantaran tidak memiliki IUP, baik secara badan usaha, koperasi, ataupun perseorangan. “Yang membedakan karena tidak miliki izin. Tapi, tentu sebelum izin diterbitkan, pasti ada pertimbangan yang harus jadi perhatian. Mulai dari amdal (analisis dampak lingkungan). Baik kepada pemerintah maupun masyarakat sekitar,” bebernya.

“Intinya, si pemberi modalnya yang akan kami berikan tindakan tegas. Saat ini, teman-teman sudah mulai melakukan penyelidikan. Kita tunggu hasilnya nanti seperti apa,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, Idewan Budi Santoso menyampaikan, adanya aktivitas tambang tentunya bahaya terus mengintai. Sebab, bahan kimia yang digunakan untuk mendapatkan emas menjadi pembunuh bagi penambang dan warga di sekitarnya. Dikarenakan, air raksa atau merkuri (Hg) yang digunakan dapat merusak kesehatan.

Seperti, bagi ibu hamil akan melahirkan anak dengan IQ rendah. Akibatnya dapat menyebabkan gangguan syaraf, pencernaan, kekebalan tubuh, ginjal, paru-paru, iritasi kulit dan gangguan mata. “Bahan yang digunakan air raksa membahayakan pernapasan. Karena terhirup merusak sistem pernapasan utamanya paru-paru. Terkadang kulit juga, ” jelasnya. (omg/eza)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*