MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Februari 2019 11:01
Pakcik Lukman Akan Dijemput Paksa
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, class="m8305754115342199389ydp41a38966msonormal">TARAKAN – Sidang perkara sabu 4 kg dengan terdakwa Herman Tawau dan Pakcik Lukman Sannai dengan agenda tuntutan, belum juga terlaksana. Sebab, terdakwa Pakcik Lukman Sannai yang diamankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan Bea Cukai, April  2017 lalu enggan menghadiri persidangan tersebut. Meski sempat ingin dijemput di Lapas Tarakan, namun beberapa kali Pakcik Lukman mengaku sakit.

Setelah tiga kali menolak menghadiri persidangan, akhirnya ketua majelis hakim yaitu Ton Irfan mengeluarkan surat penetapan dan memerintahkan Jaksa Penuntu Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tarakan untuk membawa Lukman Sannai, pada persidangan yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (14/2) pekan depan. “Kalau perlu dijemput dengan bantuan aparat pihak kepolisian,” kata Irfan.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Tarakan, Melcky Johny Ottoh saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihak pengadilan mengeluarkan surat penjemputan paksa terhadap terdakwa lantaran didapati tiga kali menolak menghadiri persidangan. Meski sering beralasan sakit, namun terdakwa juga didapati sehat dan tidak dalam keadaan sakit. “Untuk sakit, terdakwa tidak pernah melampirkan surat pemberitahuan. Meski dari lapas atau pun dokter tidak pernah mengeluarkan surat sakit terdakwa,” bebernya.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara tersebut, Muhammad Junaidi, membeberkan,dari penetapan surat yang dikeluarkan oleh majelis hakim, pihaknya akan siap melaksanakannya, yaitu menjemput Lukman Sannai. Meski demikian, dalam penjemputan tersebut pihaknya akan lebih mengedepankan langkah persuasif terhadap terdakwa, agar mau menghadiri persidangan. “Kami tak tahu alasan jelas dia tidak mau hadir dalam persidangan. Jaksa juga sudah menyurati ke lapas untuk menanyakan kondisi Lukman Sannai, tapi tidak ada konfirmasi balik,” paparnya.

Diakui Junaidi, dalam pembacaan tuntutan tersebut sebenarnya pihaknya sudah siap untuk membacakannya. Namun Lukman Sannai menolak menghadiri persidangan dan permintaan majelis hakim dua terdakwa harus hadir untuk pembacaan tuntutan.

Tertahannya Lukman Sannai oleh Kejaksaan Negeri Tarakan yang saat ini dititipakan di Lapas Tarakan diawali saat BNNP Kaltara, Bea Cukai Tarakan, pada April 2017 berhasil menggagalkan pengiriman sabu ke Samarinda. Dari tiga tersangka, Andi Untung ditangkap bersama 1 kg sabu di salah satu hotel di Jalan Mulawarman. Selanjutnya, Lukman Makmur bersama 3 kg sabu yang disimpan di rumahnya dan Rendi di Hotel Gemilang juga ditangkap. Dari keterangan ketiganya, penyidik BNN Pusat menjemput Pakcik Lukman di Lapas Tarakan pada Juli 2017 silam. Pakcik Lukman akhirnya buka suara soal keterlibatan Herman Tawau. (zar/ash)

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 11:09

Ingatkan Pengelola Tak Tebang Pilih

TARAKAN – Kamis (15/8) pagi, Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:08

Diduga Mesin Mati, Truk Kontainer Terbalik

TARAKAN - Sebuah truk kontainer berukuran 12 meter dengan muatan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:01

BPJS Pastikan Tetap Jamin Persalinan

TARAKAN – Meski tanpa surat rujukan, ibu melahirkan di rumah…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

Tiga Hari Lagi Bumi Paguntaka Diramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Tinggal menghitung hari, masyarakat Kota Tarakan dimeriahkan dengan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Meraup Pundi-Pundi Rupiah dari Balik Jeruji

“Kegiatan ini bisa menjadi wadah kami warga binaan yang ada…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:24

Warga Lapas Ikut Pemecahan Rekor Muri

TARAKAN – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Republik Indonesia (RI)…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:17

Ratusan Ambal Diamankan Pihak Bea Cukai

TARAKAN – Kantor Bea Cukai Tarakan mengamankan ratusan bal ambal…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Jalan Rawan Kecelakaan, Warga Harapkan Pelebaran Jalan

TARAKAN - Sering terjadinya kecelakaan di Jalan Aki Balak, Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:18

Kerugian Negara hingga Rp 500 Juta

TARAKAN - Perkara dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan fasilitas Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:12

WNA Filipina Terdampar di Perairan Tolitoli

TARAKAN – Sempat terombang-ambing di laut selama 5 hari, Antonius…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*