MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Februari 2019 15:47
Imlek Tahun Ini Lebih Ramai
MENJAGA TRADISI: Ketua Umum Federasi Olahraga Barongsai IndonesiaKaltara Alung Tjandra melempar buah jeruk mandarin kepada pemain barongsai di kediamannya, di Jalan Slamet Riady, Karang Anyar, Tarakan Barat, kemarin (5/2). AZWAR HALIM/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Nuansa perayaan Tahun Baru Imlek di tahun babi tanah ini jauh lebih ramai dibandingkan tahun anjing tanah 2018 lalu. Itu diungkapkan sejumlah tokoh Tionghoa di Tarakan.

Ketua Umum Federasi Barongsai Indonesia (Fobi) Kalimantan Utara Alung Tjandra mengatakan, bahwa perayaan Imlek 2570 jauh lebih meriah. Banyak keluarga etnis Tionghoa memilih melakukan penyambutan Tahun Baru Imlek di dalam kota.

Alung yang mengundang pemain barongsai di kediamannya, mengaku jika tradisi tahunan terus dipertahankan. Seperti pertunjukan seni barongsai yang dapat dinikmati oleh banyak orang. “Itu (barongsai) sampai seribu orang datang ke sini (kediaman Alung) untuk melihat tampilan barongsai. Bahkan anak kecil pun ada, pokoknya banyak sekali,” kata Alung yang ditemui Radar Tarakan, Selasa (5/2) siang.

Selain barongsai, Imlek juga tak lepas dari angpau. Angpau diberikan kepada setiap tamu yang berkunjung ke kediamannya. Baginya, angpau merupakan ucapan syukur selama satu tahun. “Kami memberikan angpau ke siapa pun, tidak melihat status atau apa pun. Pokoknya siapa saja yang datang, pasti diberikan,” ujarnya.

Melalui perayaan Imlek tahun ini Alung berharap agar masyarakat Indonesia dapat hidup tentram dan aman. Ia menitipkan pesan agar menjaga pola makan dan menjaga kesehatan agar tidak terserang penyakit.

Sementara itu, Owner Toyota Sumber Harapan Tarakan Edi Gunawan mengatakan sebagai salah satu pelaku usaha dirinya menginginkan agar kondisi perekonomian dapat semakin membaik di tahun ini. “Kalau ekonomi bagus, kan otomatis perekonomian di Tarakan akan semakin berkembang. Usaha-usaha masyarakat juga berkembang dan penjualan bidang otomotif juga semakin membaik,” ujarnya.

Sama seperti Alung, menurut Edi dalam perayaan Imlek 2019 ini justru lebih ramai dari tahun sebelumnya. Sebab pada tahun 2018 lalu, antusias masyarakat akan penyambutan Imlek terbilang kurang. “Tapi tahun ini ramai, ya bersyukurlah karena Imlek disambut dengan antusias,” katanya.

Di tahun politik ini, Edi juga berharap agar setiap masyarakat lebih memahami akan demokrasi yang aman, sehingga meski diwajibkan untuk memilih, masyarakat tetap damai, stabil dan aman dalam menyambut calon pemimpin Indonesia yang baru.

“Mudah-mudahan segalanya berjalan baik dan damai tanpa adanya kegaduhan,” harapnya.

 

TEMPAT WISATA TAK SIGNIFIKAN

Libur imlek yang jatuh pada 5 Januari kemarin menjadi salah satu kesempatan untuk setiap keluarga yang ada di Tarakan untuk dapat mengunjungi tempat wisata. Namun libur Imlek kali ini objek wisata belum begitu ramai.

Seperti yang diungkapkan penjaga Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Samsul, pengunjung saat masih seperti di hari minggu. Meski begitu, ada peningkatan dibanding hari biasa. Pengunjung mencapai 100-200 orang.

Menurutnya, memungkinkan liburan kali ini masyarakat justru menikmati objek wisata lain seperti Derawan. Saat ini sudah tersedia jalur ke Berau.

Pihaknya berharap, karena telah dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, sehingga ke depannya menjadi lebih baik. Seperti halnya jalan atau jembatan yang ada di KKMB yang banyak rusak, diharapkan agar segera diperbaiki. “Masih banyak jembatan di belakang yang rusak, kami harap secepatnya diperbaiki. Mudah-mudahan bisa menjadi lebih baik lagi karena sudah diambil alih oleh Provinsi (Pemprov),” jelasnya.

Didi (28) salah satu pengunjung KKMB mengaku baru berkunjung ke Kota Tarakan dan sangat penasaran dengan mangrove. “Saya belum pernah datang ke sini, jadi saya coba datang lihat-lihat,” ungkapnya.

Pengunjung yang berasal dari Kecamatan Krayan tersebut, menilai hutan mangrove sudah cukup baik. Hanya jumlah binatang yang ada tidak sesuai dengan penjelasan mengenai jenis binatang yang tertera di papan pemberitahuan.

Adi Setyo (28) juga mengaku belum pernah mengunjungi KKMB sebelumnya. Dirinya merasa penasaran dengan isi yang ada di KKMB. “Setahu saya, mangrove ini hanya ada di Kalimantan. Selama saya di Jawa, saya belum pernah melihat mangrove. Jadi saya penasaran aja,” ujar pria asal Jogja ini.

Adi menjelaskan bahwa jika pemerintah dapat dengan lebih memperhatikan dan lebih mengembangkan KKMB. KKMB dinilai menarik bagi wisatawan luar.

Di Pantai Amal, juga tidak demikian padat masyarakat yang menikmati libur. “Saya pilih Pantai Amal karena menjadi salah satu tempat wisata di Tarakan. Saya datang bersama teman-teman, karena keluarga juga jauh,” kata Florentina (18), salah satu pengunjung.

Baginya Pantai Amal cukup bagus, walaupun banyak sampah yang berserakan di mana-mana. “Pemerintah seharusnya menyediakan tempat sampah di sekitaran pantai ini agar pengunjung juga tidak sembarangan membuang sampahnya,” pintanya. (*/shy/*/naa/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:47

Di Tarakan, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JUMLAH pasien positif Covid-19 yang dirawat terus berkurang. Gugus Tugas…

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers