MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Februari 2019 15:45
Anggota Tim Tidak Hanya Keturunan Tionghoa

Tarian Barongsai di Kaltara, Tradisi dan Prestasi

SARAT PRESTASI: Barongsai yang dinaungi Federasi Olahraga Barongsai Indonesia Kaltara beberapa kali mencatatkan nama dalam kompetisi di dalam dan luar negeri. AZWAR HALIM/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (Fobi) Kaltara menjunjung dua hal penting di dalam atas kecintaan mereka terhadap tarian yang memiliki sejarah ribuan tahun ini. Di Kaltara, tarian barongsai tidak hanya menjadi tradisi di setiap perayaan tertentu. Namun, di bawah asuhan Fobi, barongsai mencatatkan prestasi yang gemilang.

 

YUSTINA LUMBAA

 

PERAYAAN Imlek selalu menjadi antusias, tidak terkecuali masyarakat pada umumnya. Terutama pertunjukan barongsai. Bagi masyarakat Tionghoa, selain menjaga tradisi, tarian tersebut juga dipersembahkan sebagai hiburan bagi masyarakat umum.

Ketua Umum Fobi Kaltara Alung mengatakan, barongsai adalah satu tradisi masyarakat Tionghoa, dan juga merupakan olahraga yang tidak ada hubungannya dengan agama apa pun. Barongsai Tionghoa membangun rumah baru, menggelar pesta atau sebagai tolak bala.

Atraksi olahraga ini juga tidak mudah, misalnya pemain melakukan loncatan tiang. Tiang yang dijadikan pijakan dengan ketinggian 2 meter lebih dipasang berjejer. Kata Alung, setiap kali akan melakukan atraksi, terlebih dahulu diharuskan untuk berdoa.

Pada perayaan Imlek misalnya, atraksi barongsai biasanya mulai digelar setelah upacara doa yang menjadi hal wajib sebelum memasuki Tahun Baru di Kelenteng Toa Pek Kong Kong Hu Cu Tarakan. Sejak pagi tim barongsai keliling dari rumah ke rumah masyarakat Tionghoa yang telah mengundang.

Bukan hal baru saat perayaan Imlek, Fobi Kaltara kebanjiran orderan pertunjukan.  Barongsai diyakini dapat mengusir aura negatif dan dipercaya dapat membawa keberuntungan.

Di Kaltara, para pemain barongsai dibina Fobi. Tak tanggung-tanggung, acap kali menjuarai kejuaraan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Alung mengaku tidak ada persiapan khusus ketika bertanding dalam sebuah kompetisi. Berkat kerja keras dan tekad yang kuat, tim barongsai Fobi Kaltara menjadi salah satu tim yang diperhitungkan karena pernah meraih gelar juara dunia pada 2016 lalu.

“Sampai sekarang pun kami masih sering dapat undangan, baik itu untuk bertanding maupun untuk tampil saja, jadi kami masih sangat diperhitungkan, kalau ada acara barongsai di luar negeri pasti dipanggil,” tambahnya.

Anggota barongsai Fobi Kaltara kurang lebih 30 orang, dan semua pemainnya merupakan putra daerah, dan tidak hanya dari keturunan Tionghoa saja. Fobi Kaltara sangat terbuka untuk umum, sehingga siapa pun dapat bergabung menjadi anggota. “Di tim kami, intinya semua bercampur jadi satu. Jadi tidak harus orang keturunan Tionghoa saja,” jelasnya.

 

SEJARAH FOBI KALTARA

Dibentuk pada 25 Desember 2001 dengan komposisi personel yang masih sedikit. Setelah empat tahun dibentuk meraih prestasi gemilang baik di tingkat nasional dan internasional.

Prestasi-prestasi yang diraih tersebut tidak lepas dari latihan yang rutin, ketekunan dan kedisplinan para pemain, serta keinginan kuat tim.

Salah satu ajang yang diikuti setara internasional di Surabaya, duduk sebagai juara tiga pada ajang World Lion Dance Championship 2006. Bertarung melawan tim-tim dari dari negara China, Hongkong, Singapura, hingga Malaysia.

Fobi Kaltara juga sempat menyumbang medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX/2016 di Jawa Barat.

Satu tim pemain barongsai terdiri dari delapan orang, satu orang bertugas sebagai pemain penabur, dua orang pasang cha-cha, satu orang tong-tong, dan dua lainnya sebagai pemain singa ekor dan kepala. (***/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:47

Di Tarakan, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JUMLAH pasien positif Covid-19 yang dirawat terus berkurang. Gugus Tugas…

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers