MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Februari 2019 15:43
Disorot Target yang Tak Tercapai

Imunisasi MR Gantikan Imunisasi Measles

RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski imunisasi measles (campak) dan rubella (campak Jerman) pada 2019 sudah diprogramkan menjadi imunisasi rutin secara nasional menggantikan imunisasi measles sebelumnya, masih ada persoalan lain yang memerlukan solusi sebagai upaya untuk memastikan bahwa pelaksanaan imunisasi MR berjalan lancar.

Persoalan yang dimaksud tidak lain kepastian bahwa tidak berdampak pada penurunan jumlah anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang menjangkau imunisasi MR ini. Mengingat pada pelaksanaaan imunisasi MR secara nasional di luar Pulau Jawa dari Agustus hingga Desember tahun lalu, banyak daerah yang belum mencapai target cakupan 95 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan Subono Samsudi mengatakan, pelaksanaan akan terus dipantai pihaknya.

Dirinya mengakui bahwa adanya pergantian imunisasi menjadi imunisasi MR bisa berdampak pada jumlah anak yang akan diberikan imunisasi. Mengingat di Kaltara khususnya Tarakan dalam pelaksanaan imunisasi MR tahun sebelumnya target cakupannya sebesar 95 persen tidak tercapai.

“Pasti ada pengaruhnya, namun sejauh ini laporan dari teman-teman yang ada di lapangan belum ada penolakan,” ujar Subono, Selasa (5/2).

Bila dalam pelaksanaannya nanti masih ada penolakan dari masyarakat, pihaknya akan melakukan koordinasi lagi dengan instansi terkait, untuk mencari solusi terkait hal ini.

“Apakah nanti yang menolak, kami akan lihat situasinya lagi, apakah nanti bagi yang menolak pemberian vaksin MR kami ganti dengan vaksin measles saja, jadi saat ini kami masih lakukan pemantauan untuk pelaksanaannya,” tuturnya.

 

Dirinya mengakui, rendahnya anak yang mendapatkan imunisasi MR nantinya berdampak pada potensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) pada penyakit measles dan rubella.

“Makanya target kemarin tinggi yakni 95 persen anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang mendapatkan imunisasi MR, tujuannya tidak lain agar 95 persen ini bisa memproteksi 5 persennya, hal ini tentunya nantinya bisa mencegah terjadinya KLB,” terangnya.

“Bila memang ada dikembalikan seperti semula, kami di daerah hanya menjalankan saja, yang jelas saat ini kami masih mengikuti keputusan pusat yakni menjadikan imunisasi MR sebagai program rutin menggantikan imunisasi measles,” urainya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinkes Kaltara Usman. Saat ini pihaknya masih tetap menjalankan imunisasi MR sebagai program rutin menggantikan imunisasi sebelumnya. “Masih, belum ada instruksi dari Kemenkes perihal ini, yang jelas saat ini kami menjalankan sesuai instruksi pusat yakni menjadikan imunisasi MR sebagai pengganti imunisasi sebelumnya yakni imunisasi measles,” tuturnya, Selasa (5/2).

Sebelumnya Ketua Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda PP-KIPI) Kaltara,dr. Franky Sientoro, Sp.A, menjelaskan saat ini imunisasi MR masih dievaluasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mengingat banyaknya daerah di luar Pulau Jawa yang tidak mencapai target.

Dirinya menjelaskan, target yang tidak tercapai dalam pelaksanaan imunisasi MR 2018, berdampak pada pemberian vaksin campak.

Dampak lain tidak lain kerawanan terjadinya KLB terhadap kedua penyakit tersebut. “Kita akan lihat nanti, apakah nanti ke depannya menggunakan imunisasi MR, atau yang terbaru imunisasi measles, mumps dan rubella yang disingkat dengan nama imunisasi MMR, atau kembali ke awal yakni hanya imunisasi campak saja agar cakupan imunisasi campak tercapai,” ujarnya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 12:35

Satu Hektare Lebih Lahan Dilalap Api

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi. Lahan yang terbakar merupakan…

Selasa, 17 September 2019 12:26

PARAH BAH..!! Embung Kekeringan, PDAM Hanya Bisa Berdoa

HUJAN yang tak kunjung membasahi Bumi Paguntaka, membuat Embung Binalatung…

Selasa, 17 September 2019 12:12

Waspada Penyakit Dampak Kabut Asap

TARAKAN - Meski masih dinyatakan aman, namun kabutasap di Tarakan…

Selasa, 17 September 2019 11:53

Umi dan Sofian Berebut Simpati PDIP

PETA PARPOL DI DPRD TANA TIDUNG   PARPOL        JUMLAH KURSI…

Selasa, 17 September 2019 09:32
Ramah, berwibawa dan santun. Itulah sosok Agus Priyono, S.E, Sk, CA, di mata anak buahnya. Mungkin belum banyak yang mengenal sosok pria kelahiran Banyumas, 21 April 1972 ini. Ia adalah kepala perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan K

Awal Karier Terbayang sebagai Teller Bank

MENGAWALI karir di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), sebenarnya bukanlah tujuan…

Senin, 16 September 2019 10:22

Di Nunukan, Semua Sekolah Diliburkan, Bandara Ditutup

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, meliburkan seluruh sekolah di…

Senin, 16 September 2019 09:47

Ada Tambang, Diusulkan Ada BUMD yang Kelola Sumber Daya Alam

POTENSI itulah membuat Pulau Tarakan yang saat ini sudah menyandang…

Senin, 16 September 2019 09:33

6 Pasang Peserta dari Utara ke Babak Final

PARA PEMENANG DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Juara I         …

Senin, 16 September 2019 09:16
Sejumlah benda bersejarah dan situs bangunan yang ada di Tarakan, sebagai bukti jejak sejarah perang dunia II di Tarakan. Jejak sejarah inipun diabadikan di dua museum yang ada di daerah Kelurahan Kampung Empat. Yakni Museum Perang Dunia II dan Muse

NV Tarakan Mij, Perusahaan Pertama Eksplorasi Minyak

PULAU Tarakan sangat terkenal dengan perminyakannya. Lantas dari catatan sejarah…

Minggu, 15 September 2019 01:06

Maklumat Kapolda, Bakar Lahan Terancam Pasal Berlapis

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengeluarkan maklumat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*