MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 06 Februari 2019 14:27
Selama Dikukus Tidak Dianjurkan Bicara

Pembuatan Kue Keranjang Diteruskan Generasi Keempat

GENERASI KETIGA: Melyana merupakan generasi ketiga dari keluarga Fung Luk Moy pembuat kue keranjang. MEGA WULANDARI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Selasa (5/2) hari ini masyarakat Tionghoa tengah bersuka cita merayakan Tahun Baru Imlek 2570, dan berkumpul bersama sanak saudara. Selain memakai pakaian berwarna merah saat perayaan, Imlek pun sangat identik dengan kue keranjang.

 

LISAWAN YOSEPH LOBO

 

DALAM bahasa mandarin, kue ini disebut nian gao. Dalam dialek Hokkiah disebut ti kwe, yang selalu tersaji di rumah warga Tionghoa.Kue ini diproduksi hanya sekali dalam satu tahun. Saat perayaan Imlek, momen pembuat kue keranjang pun disibukkan dengan pesanan.

Tak terkecuali keluarga Melyana, yang sudah turun-temurun membuat kue keranjang setiap tahunnya. Melyana mengaku, ini termasuk pesan dari sang ibu Fung Luk Moy, yang telah berpulang pada Desember 2018.

“Pesannya dilanjutkan sama cucunya, soalnya sudah turun-temurun. Jadi harus tetap dilanjutkan. Kalau cucunya ini generasi ke-empat,” terang wanita berusia 54 tahun ini.

Cetakannya pun dibuat sendiri. Kue berbentuk bulat dan bundar ini tampak sederhana. Tapi siapa sangka, pembuatannya membutuhkan proses yang panjang. Paling tidak sekali produksi membutuhkan waktu tiga hari untuk menyelesaikannya. Untuk mengukusnya saja, mulai persiapan pukul 05.00 WITA, dan dikukus hingga pukul 21.00 WITA.

Maka tak heran, keluarga Melyana jauh-jauh hari, minimal 20 hari sebelum Imlek sudah mulai membuat kue keranjang.

“Satu hari ayak dan aduk tepung bermalam. Paginya baru dikukus sampai malam, diangkat dan didinginkan. Didinginkan sampai jam 12 siang, baru dipotong. Sore baru keluar (diantar ke toko atau pesanan),” bebernya.

Biasanya kue tradisional atau kue khas, memiliki pantangan yang tidak boleh dilanggar selama proses pembuatan. Nah, bagaimana dengan kue keranjang ini? Ternyata kue yang bertekstur kenyal dan lengket ini pun memiliki pantangan. Beberapa di antaranya, selama proses pembuatan tidak bisa ditinggal atau pergi melayat. Kemudian tidak boleh banyak berbicara atau berprasangka buruk.

Pengalamannya, keluarganya pernah melanggar pantangan tersebut. Siapa sangka, kue yang dikukus selama 12 jam ternyata tepung ketannya tidak masak. “Makanya ini sudah selesai baru kami berani bicara, karena sudah pernah kejadian,” kata wanita berkulit putih ini.

Tahun ini total memproduksi 225 kilogram (kg) tepung ketan. Selain dijual ke toko-toko dan pesanan orang, juga dibagi-bagikan ke keluarga. Dalam pembuatannya harus manis, agar dapat bertahan lama. Perbandingan tepung ketan dan gulanya, hampir satu banding satu.

“Kami buat ada 9 sak, beras ketan yang 25 kilogram. Tahun lalu kita buat 10 sak. Kalau ketannya 24 kilogram, gulanya juga 24 kilogram. Jadi harus manis,” jelasnya.

Siapa sangka, kue keranjang ini dapat bertahan selama bertahun-tahun. Disimpan di dalam lemari pendingin, setidaknya bertahan satu tahun hingga dua tahun. Namun di suhu ruang, sekitar sepuluh hari.

“Zaman dulu kan tidak ada kulkas, jadi disimpan di suhu ruang, dibuka baru lap bagian atasnya, kasih kena sinar matahari. Jadi bisa awet,” katanya.

Harganya pun barvariasi, sesuai dengan ukurannya. Ukuran besar dipatok Rp 75 ribu, ukuran sedang seharga Rp 50 ribu dan yang ukuran kecil seharga Rp 25 ribu.

“Harganya masih sama dengan yang tahun lalu,” terangnya.

Selain manis, ternyata banyak cara untuk menikmati kue keranjang ini. Bisa juga digoreng dengan campuran telur, dikukus kembali dan disiram santan.

Dahulu kue keranjang dibungkus dengan daun pisang. Namun mengingat sekarang ini agak sulit mendapatkan daun pisang, ia pun mengganti dengan plastik bening. Namun apakah ada perbedaannya?

Kue keranjang yang dibungkus dengan daun pisang ternyata memiliki aroma yang lebih harum. Namun untuk mengerjakan daunnya pun tidak seperti pembuatanya penganan lainnya. Daun pisang ini tidak dijemur, tetapi direbus.

“Daun pisangnya harus dicuci, disikat baru direbus, baru bisa kita kerjakan. Jadi butuh banyak tenaga,” katanya.

Konon, kue keranjang ini memiliki makna. Terbuat dari tepung ketan, teksturnya pun lengket. Yang menggambarkan persaudaraan yang erat dan menyatu.

Cita rasa manisnya ini memiliki makna, suka cita, kegembiraan, menikmati berkat dan memberikan yang terbaik. Bentuknya yang bulat atau bundar, bermakna dalam kekeluargaan tanpa merasa ada yang lebih penting dari yang lain.(***/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:47

Di Tarakan, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JUMLAH pasien positif Covid-19 yang dirawat terus berkurang. Gugus Tugas…

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers