MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 04 Februari 2019 14:22
Terdakwa Ajukan Alat Bukti

Kasus Dugaan Korupsi di UBT

JALANI SIDANG: Ketiga terdakwa dugaan kasus korupsi UBT jalani persidangan di Pengadilan Tipikor Kaltim, Samarinda, beberapa waktu lalu. IST

PROKAL.CO, TARAKAN – Sidang perkara dugaan korupsi bahan ajar (hanjar) di lingkungan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo (UBT) Tarakan kembali digelar pekan lalu.

Dalam sidang lanjutan itu, para terdakwa diberikan kesempatan untuk mengajukan pembuktian berupa surat. Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan Rachmad Vidianto melalui Kasi Pidana Khusus, Tohom Hasiholan saat dikonfirmasi mengungkapkan, dalam pembuktian pengajuan surat hanya diberikan oleh terdakwa Herdiansyah dan Aji Wiweko. Sementara terdakwa Yansar akan memberikan alat bukti dan saksi meringankan.

Adapun alat bukti surat yang diajukan oleh Aji Wiweko, merupakan surat berita acara serah terima pernyataan penjilidan hanjar kepada Riska. Diketahui di dalam surat tersebut menjelaskan bahwa pada 2014 lalu, terdakwa mengerjakan penjilidan sesuai dengan biaya yang ada. “Jadi biayanya itu Rp 125 juta. Terdakwa Herdiansyah mengajukan surat putusan Pengadilan Tipikor Kaltim dari kasus terdahulu. Ia juga mengajukan buku kas umum, dan surat permohonan peminjaman dana sebanyak Rp 100 juta,” bebernya.

Terhadap pengajuan alat bukti, JPU langsung menanggapinya. Terhadap alat bukti yang diajukan oleh Aji Wiweko, jaksa beranggapan tanda terima pembayaran benar ada namun dari keterangan saksi dan ahli tetap menyatakan adanya kerugian negara. Adapun kerugian negara yang dimaksud adalah pengerjaan penjilidan tersebut dikerjakan pada tahun 2014 lalu, namun dana penggandaan bahan ajar dicairkan di tahun 2013 berdasarkan dokumen fiktif.

“Untuk bukti yang diajukan Herdiansyah, putusan yang dilampirkan oleh terdakwa adalah putusan beda objek perkara. Kalau perkara sebelum itu terkait pemotongan honor, kali ini dugaan korupsi penggandaan hanjar,” jelas Tohom.

Sementara itu, penasehat hukum Yansar, Mansyur menjelaskan bahwa alat yang bukti yang dimiliki pihaknya belum cukup. Namun pihaknya juga sudah meminta majelis hakim untuk memberikan kesempatan mengajukan alat bukti meringankan berupa surat. “Saksi yang meringankan dari kami belum hadir. Kami minta waktu untuk memberikan alat bukti terdakwa dan majelis hakim memberikan kesempatan,” singkatnya.

Untuk diketahui, dalam perkara ini ada tiga terdakwa, mantan Dekan FKIP, Herdiansyah, mantan Ketua Panitia Program Sarjana Kependidikan Guru dalam Jabatan (PSKGJ) FKIP UBT, Yansar, dan Aji Wiweko alias Ahong yang merupakan pihak ketiga. (zar/ash)

 


BACA JUGA

Senin, 11 November 2019 11:57

Ditinggal Berbelanja, Rumah Terbakar

TARAKAN - Kebakaran menimpa dua rumah dan satu gudang yang…

Sabtu, 09 November 2019 09:58

Ular 8 Meter Bolak-balik Masuk Pasar

TARAKAN – Beberapa warga berlarian meninggalkan kiosnya di bagian Selatan…

Sabtu, 09 November 2019 09:56

Jusuf SK: Dukungan Nasdem Belum Tentu

MESKI tercatat sebagai kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dr. H.…

Sabtu, 09 November 2019 09:53

Meski Sembuh, Penyakit Mizyan Bisa Kambuh

TARAKAN – Bayi yang diketahui bernama Mizyan Haziq Abdillah, sebelumnya…

Sabtu, 09 November 2019 09:49

Anak SD Jadi Korban Badai

BELAKANGAN ini pelanggan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan…

Sabtu, 09 November 2019 09:45

Dari Penghargaan hingga Pembicara di Kampus Terkenal

Walaupun umurnya sudah jelang 67 tahun, tidak menyurutkan semangat H.…

Jumat, 08 November 2019 14:49

Menunggak Setahun, 1.800-an SR Diputus PGN

TARAKAN - Saat ini, jaringan gas (jargas) terpasang pada 15…

Jumat, 08 November 2019 14:45

Pahlawan Itu Bukan Dikendalikan Teknologi

TARAKAN – Definisi seorang pahlawan tidak harus diidentikkan dengan mengangkat…

Jumat, 08 November 2019 14:42

Temukan Indikasi Pelanggaran, Segera Laporkan!

TARAKAN – Dalam rangka upaya pembangunan wilayah bebas korupsi (WBK)…

Jumat, 08 November 2019 14:38

Mau Menginap di Hotel..?? Tolong Tunjukkan Kartu Nikah

TARAKAN - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*