MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 04 Februari 2019 11:06
Dishub Mau Benahi, Jalur Sungai Jadi Prioritas
DIPRIORITASKAN: Jalur laut Sei Bolong, Nunukan menuju Sei Ular, Seimenggaris menjadi prioritas pembenahan Dishub Nunukan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Lantaran paling populer digunakan masyarakat Nunukan, trayek armada angkutan laut Sei Bolong, Nunukan menuju Sei Ular, Seimenggaris, menjadi prioritas pembenahan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan.

Itu dilakukan tentunya menghindari permasalahan yang tak diinginkan dan demi kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalur ini sebagai jalur populer yang setiap harinya melayani penyeberangan antarkecamatan tersebut.

Itu diungkapkan Kasi Kepelabuhanan dan Penunjang Keselamatan Pelayaran (Penkespel) Dishub Nunukan  Lisman kepada media ini. Lisman mengaku, saat ini trayek Sei Bolong dan Sei Ular menjadi prioritas pembenahan lantaran jalur tersebut memang banyak digunakan masyarakat.

“Ya, Karena banyak masyarakat yang ingin pergi daerah ke Sei Ular, Seimenggaris ini. Jadi mereka mengatakan ini jalur populer karena ada terus yang masuk,” ungkap Lisman kepada pewarta harian ini.

Dari data Dishub Sendiri, Lisman mengungkapkan setidaknya ada 25 speedboat yang kini terdaftar dan melayani trayek di Sei Bolong - Sei Ular tersebut. Dari pentauan pihaknya, speedboat nyaris semua beroperasi dalam sehari. Tapi, tidak lepas dari pengawasan pihaknya dalam hal dokumen speedboat di bawah GT 7 tersebut.

“Jadi pasti ada pemeriksaan, tetap harus kita pantau kelengkapan dokumennya. Karena biasanya mereka menggunakan dokumen yang sudah kedaluarsa dan tetap beroperasi. Itu kami awasi, kalau ada langsung kami suruh urus dokumennya,” tegas Lisman.

Ia pun meminta pemilik speedboat lebih memperhatikan dokumen dan keselamatan kapal lantaran dalam perjalan mereka membawa penumpang. Lisman memastikan, selama mengikuti prosedur, maka pembuatan dokumen kapal bisa sehari selesai. Apalagi, sekarang pembuatan dokumen tidak dipungut biaya.

Ia pun tak ingin speedboat yang tidak dilengkapi dokumen tetap beroperasi. “Tidak susah membuat dokumen kapal, jadi aman kalau dokumen kapal semua lengkap. Tapi kalau tidak lengkap, Jangan dulu operasi kalau belum dokumen diperbaharui,” tegas Lisman. (raw/zia)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*