MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 29 Agustus 2015 09:14
Polisi Tetapkan KS Tersangka Tunggal

Istri dan Ayah Tersangka Tidak Terbukti Terlibat Pembunuhan

TKP ALM.FITR DIBUNUH. FOTO : AGOES SUWONDO/RADAR TARAKAN

 TARAKAN–Penyelidikan yang dilakukan kepolisian terhadap kasus pembunuhan Fitri Shara Hasugian (16), akhirnya hanya menetapkan satu orang tersangka tunggal berinisial KS, warga Jalan Mulawarman Gang Rukun, RT.17 no.4 Tarakan. Terkait istri tersangka dan ayahnya yang sempat dicurigai, dinyatakan tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut.

“Perkembangan penyelidikan, penyidik sudah memastikan hanya satu tersangka penyebab kematian Fitri, yaitu KS yang merupakan pelaku utama dari hilangnya korban sejak tanggal 9 Agustus hingga ditemukannya mayat korban pada tanggal 23 Agustus lalu,” kata Iptu Sudaryanto, Kaur bin Ops (KBO) mewakili Kapolres Tarakan AKBP Sarif Rahman SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Muhammad Irfan, kemarin.

Sudaryanto mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari keluarga tersangka, baik dari istrinya maupun bapak tersangka. “Kami sudah memintai keterangannya, dan tidak ada mengarah kesana karena saat pembunuhan terjadi, keduanya berada di dalam gereja dan tidak mengetahui peristiwa itu terjadi,” jelasnya.

Sementara dari pemeriksaan yang telah dilakukan oleh penyidik, Sudaryanto mengatakan istri dan Ayah tersangka tidak ada keterlibatan dalam pembunuhan tersebut.

“Sudah selesai dilakukan pemeriksaan. Sejak KS mengakui perbuatannya, dia adalah pelaku utama dari kejadian ini,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, seseorang yang dikatakan perbantuan tetapi tidak terlibat dalam kejadian pembunuhan tersebut, atau menghilangkan nyawa orang lain tentu bukan sebagai pelaku. “Tersangka melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain karena pada saat itu pak pendeta (ayah tersangka) sedang khotbah dan istrinya sedang beribadah,” kata Sudaryanto.

 

Terkait kecurigaan orangtua korban bahwa istri dan ayah tersangka diduga ikut terlibat, ditindaklanjuti kepolisian dengan melakukan pemeriksan terhadap beberapa saksi tambahan. “Ada saksi yang memperingan dan ada saksi yang memperberat. Dari keterangan semua penyidik berkesimpulan, KS melakukan sendiri di dalam rumah itu,” tegasnya.

 

Lantas kenapa istri dan ayah tersangka ini belum dipulangkan? Sudaryanto mengatakan pihaknya sudah mengizinkan untuk pulang ke rumah, namun karena seluruh masyarakat telah mengetahui bahwa tersangka ini adalah anak dari pendeta tersebut, maka ada rasa kecemasan dan kekhawatiran keluarga sehingga sementara waktu mereka memilih berdiam di Polres Tarakan.

“Mungkin karena ada rasa ketakutan terhadap keluarga korban dan para pencari fakta sudah tahu ayah tersangka ini adalah pendeta di gereja itu, sehingga meminta perlindungan kepada polisi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Sudaryanto mengatakan pasal yang akan menjerat tersangka yaitu pasal 338 KUHP junto pasal 340 dan KUHP Jo pasal pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-undang no 35  tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Sementara itu, polisi juga telah memberikan pendampingan penasehat hukum kepada tersangka.

“Untuk kuasa hukum tersangka, akan didampingi dari lembaga bantuan hukum Universitas Borneo Tarakan,” sebut Sudaryanto.

Kapan dilakukan rekonstruksi? Sudaryanto mengatakan sejauh ini belum dilakukan karena masih dalam pemberkasan. Namun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Tarakan terkait rekon tersebut.

“Apabila berkas sudah lengkap dan dilimpahkan Kejaksaan atau untuk melengkapi berkas, secara otomatis pasti ada rekonstruksi,” jelasnya.

 Sejauh ini, pihaknya masih melakukan perlengkapan berkas perkara. “Untuk pemeriksaan sudah cukup, namun tidak menutup kemungkinan akan ada pemeriksaan tambahan lagi terkait berkas perkara ini,” ungkapnya.

Ia berharap, berkas perkara ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tarakan. “Kalau menurut saya, secepatnya diserahkan ke Kejaksaan, tetapi butuh proses, karena dalam penahanan itu ada batas waktu selama 20 hari,” pungkasnya.(ule/ddq)

 


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers