MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 21 Januari 2019 13:32
Beras Lokal Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Lokal
LOKAL: Tampak hamparan sawah dengan padi menguning siap dipanen milik petani lokal yang ada di Pulau Sebatik. Meskipun setiap tahun ada kegiatan panen raya, namun beras yang diproduksi tak mampu memenuhi kebutuhan lokal masyarakat Kabupaten Nunukan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Produksi beras lokal selama ini ternyata tak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Tak ayal, untuk memenuhi kebutuhan warga, pemerintah hanya berharap kepada pengusaha mendatangkan beras asal Sulawesi Selatan (Sulsel).  Selain karena aksesnya yang sudah mudah, selama ini masyarakat Nunukan juga lebih memilih beras dari Sulsel bahkan beras asal Tawau, Malaysia.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan Cholid Muhammad membenarkan hal tersebut. Kendati demikian, Cholid yakin jika ketersedian beras di Kabupaten Nunukan tetap aman. Tidak ada kendala apa lagi sampai kekosongan. Meskipun, ia akui jika ketersedian beras lokal belum mampu memenuhi kebutuhan lokal. “Kalau untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat, tentunya kami tidak mampu. Karena keterbatasan produksi dan lahannya,” kata Cholid kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Untuk harga beras lokal saat ini sebesar Rp 105 ribu per karung ukuran 10 kg. Per liternya dihargai sebesar Rp 10.500. Hasil panen yang dihasilkan rata-rata petani lokal itu sekitar 5,7 ton per hektare. Namun dengan hasil seperti itu belum juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Nunukan. Karena diperkirakan kebutuhan beras warga Nunukan itu mencapai 7 hingga 9 ton per bulan. “Makanya, ada rencana rasionalisasi persawahan yang dimiliki. Seperti di Sebatik, Binusan dan di beberapa wilayah lainnya,” ungkapnya.

Saat ini, pertanian khususnya padi sudah mulai bergairah. Apa lagi target penghasilan padi yang mencapai 29 ton per tahun ini. Petani sudah mulai menanam dan tak membiarkan sawah mereka kosong saat ini. Penyuluh pertanian terus memberikan motivasi agar sawah-sawah mereka digarap. Bibit juga diberikan membuat petani tidak keberatan lagi.

Cholid mengatakan, selama ini pihaknya akan fokus dalam meningkatkan pertanian masyarakat. Tak hanya padi saja, namun juga jenis pertanian lainnya. Seperti cabai rawit dan buah kelapa pandan karena hasil-hasil pertanian ini sangat menjanjikan. “Apa lagi visi misi Bupati Nunukan itu di agrobisnis. Makanya, pertanian ini benar-benar digenjot,” pungkasnya. (oya/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*