MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 21 Januari 2019 10:07
Membuat Penonton Terpukau, Tampilkan Cerita Rakyat dan Tarian

Gala Internasional Didominasi Mahasiswa Indonesia

Kegiatan Gala International melibatkan 22 negara dari seluruh dunia. Kali ini, mahasiswa yang berasal dari Indonesia cukup mendominasi. Dengan membawakan ragam budaya Indonesia. Mereka mampu membuat setiap penonton yang berada di Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College, China terpukau.

 

YEDIDAH PAKONDO

Di awal tahun 2019 ini, Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College melaksanakan ragam persembahan panggung dari seluruh budaya yang ada di dunia, tahun ini didominasi para mahasiswa perwakilan Indonesia.

Dalam menyambut pesta tahun baru China, Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College melakukan kegiatan Gala International setiap tahunnya, tepat di bulan Januari yang juga bertepatan dengan musim dingin.

Dalam kegiatan besar ini melibatkan 22 negara perwakilan dari seluruh dunia, yang mencakup Indonesia, Laos, Bangladesh, Liberia, Kongo, Angola, Ethiopia, Benin, Gabon, Yemen, Ivory Coast, Tajikistan, Ukrania, Mnyamar, Malaysia, Nigeria, Mongolia dan masih banyak lagi perwakilan negara yang turut mengambil peran dalam kegiatan Gala International.

Presiden of Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College China, Rico Edi Murfi mengatakan dalam pelaksanaan Gala International merupakan wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk memamerkan keunikan budaya Indonesia.

Sebab pada dasarnya Indonesia memiliki ragam budaya dan adat istiadat unik, sehingga sangat wajar bila ditampilkan ke hadapan wakil dari seluruh negara. Dalam perayaan Gala International ini juga, mahasiswa Indonesia menampilkan aksi panggung dari cerita rakyat seperti Roro Jonggrang, Tari Dogdog lojor khas Jawa Barat, Taiji dan Gongfu, lagu Meraih Bintang, lagu Indonesia Pusaka, dan Uptown Funk milik Mark Ronson.

“Ini sebagai bentuk kecintaan kami terhadap budaya Indonesia, meskipun kami berada di luar negara, tapi rasa cinta terhadap Bumi Pertiwi tidak akan pernah pudar dalam sanubari kami. Kami berupaya untuk menampilkan budaya terbaik dari Indonesia lewat panggung internasional. Ini juga salah satu jalan memperkenalkan budaya Indonesia ke publik internasional,” bebernya.

Tak hanya itu, dalam persembahan tersebut, mahasiswa Indonesia juga mempersembakan Taiji dan Gongfu. Rico mengungkapkan alasan mahasiswa Indonesia mengangkat persembahan tersebut ialah untuk menghormati kegiatan yang dilaksanakan oleh Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College yang sedang menyambut perayaan tahun baru China.

“Karena itu, selain menampilkan budaya Indonesia, kami juga mengkolaborasikan tarian Gongfu dari China,” jelasnya.

Dalam kegiatan Glaa internasional melibatkan 37 mahasiswa Indonesia yang terdiri dari mahasiswa semester 2, 4 dan 6. Dalam kampus Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College, China memiliki organisasi yang bernama CIA yang merupakan ranting dari PPI Tiongkok. Melalui organisasi tersebutlah muncul ide kreatif saat hendak mempersembahkan aksi-aksi panggung.

“CIA ini ada divisi seni dan budaya, nah dari situlah kami jadikan sebagai koordinator untuk mengatur teman-teman yang akan mengikuti kegiatan Gala International. Jadi tidak ada pelatih, tapi sama-sama belajar,” ucapnya.

“Jadi nilai-nilai kreativitas dimunculkan dari kesepakatan ide bersama yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan persembahan mahasiswa Indonesia dalam Gala International,” sambungnya.

Lebih lanjut Rico menjelaskan, kegiatan Gala International ini merupakan kegiatan yang telah diikuti 3 tahun berturut-turut oleh sebagian mahasiswa dari Indonesia, sebab hanya dilaksanakan satu tahun satu kali di pertengahan Januari.

Hingga kini mahasiswa Indonesia dikenal dengan mahasiswa yang berprestasi di Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College karena dianggap memiliki kemampuan yang baik di dalam seni dan budaya.

“Kegiatan ini membawa nilai positif khususnya untuk mahasiswa Indonesia, karena kami tak hanya sebagai mahasiwa yang belajar dalam bidang akademik tapi kami juga bisa menjalankan fungsi kampus untuk mencari jati diri dan mengembangkan bakat. Dengan adanya ini, setiap mahasiswa yang memiliki bakat seni bisa semakin berkembang melalui kegiatan ini,” pungkasnya. (***/nri)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers