MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 14 Januari 2019 15:26
Darurat, Setop Gunakan Kantong Plastik

Pemerintah Sediakan Tas Ramah Lingkungan

PERLU SOLUSI : Masih menggunakan kantong plastik untuk mengemas barang belanjaan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Persoalan penggunaan plastik masih tinggi di Bumi Paguntaka. Kondisi overload Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Hake Babu didominasi sampah plastik yang paling banyak berasal dari sampah rumah tangga.

Akibat kondisi yang kian memprihatinkan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana mengeluarkan kebijakan terkait pelarangan penggunaan kantong plastik, yang lebih dulu sudah diberlakukan di beberapa kota seperti Balikpapan, Bali dan lainnya.

Rencana pengurangan penggunaan plastik ini belum banyak diketahui oleh masyarakat.  Pengawas Toko SR Tarakan, Kelly mengatakan sebelumnya ia pernah mendengar wacana pelarangan penggunaan kantong plastik di Tarakan. Tepatnya sekitar lima tahun silam. Namun sangat disayangkan, tidak diterapkan. Namun, wacana itu kembali ia dengar di awal 2019 ini. Itu pun belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi dari pemerintah.

“Ini baru dengar lagi. Memang dulu, mungkin empat atau lima tahun lalu sudah ada wacana ini. Kalau tidak salah waktu ada penghijauan. Tapi tidak juga dilakukan,” terangnya kepada Radar Tarakan.

Sebenarnya ia mendukung penuh jika wacana pelarangan penggunaan kantong plastik direalisasikan dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat. Namun tak serta merta langsung berjalan mulus dan sesuai dengan peraturan pemerintah. Dalam hal ini, perlu disosialisasikan kepada seluruh masyarakat. Tidak hanya kepada supermarket, juga kepada pembeli.

“Memang butuh proses, tidak langsung semuanya setop menggunakan plastik. Tapi harus disosialisasikan. Mungkin dari pemerintah dulu, baru ke toko-toko dan pembeli,” lanjutnya.

Ia mengatakan tak masalah jika sudah disosialisasikan ke masyarakat, lebih khususnya kepada pengguna kantong plastik. Alasan atau maksud baik pelarangan penggunaan kantong plastik pun dimengerti dan diketahui oleh masyarakat.

“Mungkin barang yang seperti apa yang bisa dipakaikan kantong plastik. Misalnya beli popok bayi dua bungkus, harus ditenteng atau pakai kantong plastik. Jadi semuanya harus disosialisasikan,” bebernya.

Sepengetahuannya pelarangan penggunaan kantong plastik ini sudah diterapkan di Balikpapan dan sebagian Surabaya. Ia mengatakan tidak menutup kemungkinan Tarakan pun dapat menerapkannya. Apalagi Tarakan bukanlah kota besar.

“Karena kita kasih kantong yang berwarna saja, ada pembeli yang marah. Maunya yang hitam supaya tidak kelihatan. Kita jual plastiknya, pembeli juga complain, katanya masa plastik dibeli juga. Jadi memang harus disosialisasikan dulu ke masyarakat,” katanya.

Salah seorang warga 16, Kelurahan Juata Permai, Agustina (23) mengaku baru pertama kali mendengar kebijakan ini. Mengingat belum ada sosialisasi dari pemerintah kota atau instansi terkait, ia pun tak mengetahui pasti bagaimana saat berbelanja di toko.

“Jadi kita bawa bakul? Enak yang punya mobil, kita yang bawa motor bagaimana?,” ujarnya heran.

Menurutnya jika larangan itu dikeluarkan, maka pemerintah pun harus memiliki solusi. Apalagi penggunaan kantong plastik ini sudah termasuk dari kebiasaan masyarakat.

“Menurut saya sih tetap pakai plastik tapi harus ada kebijakan dari konsumen itu sendiri. Misalnya kalau plastiknya sudah banyak, bisa manfaatkan jadi kerajinan tangan. Atau misalnya kalau belanja, nggak dikasih kantong plastik lagi tapi bawa sendiri dari rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan, Sofian Raga mengatakan hal pertama yang akan dilakukan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik, yang  nantinya akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Tarakan, diharapkannya secara bertahap diminmalisir penggunaanya.

“Sebelum menerbitkan Perwali, akan kami laksanakan sosialisasi terlebih dahulu. Komunikasi kepada masyarakat di 20 kelurahan yang ada,” kata lelaki yang baru saja berulang tahun ke 54 pada 10 Januari lalu.

Untuk sosialisasi akan dilakukan akan berlangsung satu hingga dua pekan dan nantinya akan, mengundang setiap masyarakat untuk berdialog terkait sampah plastik. Setelah itu, akan dilakukan penerbitan Perwali.

Pelaksanaan ini akan dilakukan secara bertahap, sampai pada saatnya seluruh masyarakat Tarakan siap untuk tidak menggunakan barang berbahan plastik. Dia berharap secepatnya dapat diterapkan, meski tidak 100 persen. Karena lebih baik adanya awal keinginan dan komitmen untuk memulai memerangi penggunaan terhadap plastik.

Untuk penerapannya, pihaknya nantinya akan menyiapkan tas yang dapat dimiliki setiap rumah tangga. Terutama untuk setiap ibu rumah tangga. “Karena mereka yang sering berinteraksi di pasar atau tempat perbelanjaan,” ungkapnya.

Sehingga diharapkan bisa setiap keluarga memiliki tas belanja ramah lingkungan yang bisa dibawa ke tempat perbelanjaan. Jadi tidak perlu lagi menggunakan plastik yang bisa menjadi sampah. Jika semua masyarakat bisa menerapkan hal ini, diyakininya pengurangan akan bisa dilakukan sampai pada saatnya ada Perwali yang mengaturnya. “Pada saatnya akan dilakukan pelarangan untuk menggunakan plastik yang bisa merusak lingkungan sekitar,” ucapnya.

Untuk saat ini, masih dilakukan secara bertahap terlebih dahulu, secara awal. Sofian optimistis, Tarakan ke depannya akan bisa bebas dari sampah plastik. Apalagi Tarakan sebagai kota transit, penduduk yang semakin bertambah terus menerus dan bisa menghasilkan sampah yang sangat banyak.

“Jika tidak diatur dengan baik dan sedemikian rupa, maka bisa hidup dengan dikelilingi sampah. Efek kerusakan bukan hanya dirasakan manusia, tetapi juga terhadap lingkungan dan hewan,” jelasnya.

Pengurangan sampah plastik ini, tentunya akan dimulai bukan hanya saat semua sudah siap saja, tetapi secara pelan-pelan harus langsung dilakukan. Karena seperti pemberlakuan sampah semesta yang dilakukan secara perlahan dan perlu waktu. Karena saat ini sudah mulai berjalan, meski harus lebih banyak dibina dan dikawal lagi.

“Kepedulian masyarakat sudah mulai tumbuh, jadi harus dimulai sekarang. Nanti saat sudah siap baru bisa diterbitkan pelarangannya,” ujarnya.

Ditambahkan, PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan Supriono, pelarangan penggunaan plastik ini berujung pada ancaman sampah plastik yang tak hanya mengancam kawasan pesisir dan lautan Kota Tarakan saja. Namun juga ancaman tersebut menghantui perairan Kaltara. Banyaknya sampah plastik yang terbawa arus laut dapat mengancam ekosistem ikan dan terumbu karang di perairan Kaltara.


"Bisa jadi 5 sampai 10 tahun ke depan mengancam ekosistem di perairan Kaltara. Sekarang saja kalau kita naik speedboat kelihatan banyak sekali sampah plastik yang hanyut. Kalau setiap hari bertambah tentu dalam jangka waktu yang panjang bisa merusak ekosistem laut," tuturnya.

Ia menerangkan banyaknya sampah plastik yang terbawa arus air laut, berpotensi merusak terumbu karang dan ekosistem ikan yang diakibatkan dari tengelamnya sampah tersebut sehingga dapat menutup terumbu karang. Selain itu, menurutnya hal tersebut juga mengancam poulasi ikan jika memakan sampah tersebut.

"Kalau kita lihat film dokumenter tentang dampak plastik itu kan ada yang bagian sampahnya tengelam sampai ke dasar lautan. Yang dikhawhatirkan kejadian itulah yang nanti kita alami di masa akan datang. Belum lagi kalau sampai plastik yang terurai menjadi bagian kecil yang dikhawatirkan akan dimakan ikan. Pasti ikan itu mati kalau makan plastik," tuturnya.

Dengan rencana pengurangan pemakaian bahan plastik, diharapkan hal tersebut dapat menimbulkan dampak positif bagi produksi sampah plastik di Kota Tarakan. Selain itu, dengan adanya ancaman serius ini menimbulkan kesadaran di masyarakat untuk tidak membuang sampah di laut. Karena menurutnya, selain merusak estetika lingkungan  juga dapat merusak ekosistem perikanan.

"Mudahan setelah diterapkannya kebijakan ini kita semua bisa langsung merasakan dampak positifnya. Karena kebiasaan membuang sampah di sembarang laut ini selain menimbulkan pemandangan kumuh juga bisa merusak ekosistem yang ada," pungkasnya.

 

DPRD BELUM BAHAS ATURAN PENGURANGAN SAMPAH PLASTIK

Peraturan untuk tidak menggunakan kantong belanja yang terbuat dari plastik, mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Tarakan. Hal ini dinilai sebagai bentuk pemeliharaan ekosistem yang ada di Bumi Paguntaka, namun hingga kini pembahasan tersebut belum juga dilakukan antara lembaga eksekutif dan legislatif Kota Tarakan.

Kepada Radar Tarakan, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Sofyan Udin Hianggio mengatakan berkaca dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang telah memberlakukan aturan pengurangan sampah plastik.

“Menurut yang saya baca, plastik itu sangat merusak dan ini masuk jenis sampah yang sangat lama terurai,” bebernya.

Berdasarkan pengalaman Sofyan saat berada di Balikpapan, setiap konsumen diarahkan untuk membawa kantongan belanja, sebelum berbelanja. Pasalnya, penggunaan kantong plastik sudah tidak lagi disediakan oleh pedagang.

Menyoal aturan yang akan dikeluarkan Pemkot Tarakan, Sofyan menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi tujuan dari pemimpin Kota Tarakan. Menurut Sofyan, pengurangan kantong plastik ini dipastikan dapat dilakukan, hanya saja aturan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan legislatif, namun masyarakat juga diajak untuk turut serta dalam mendukung gerakan pengurangan sampah plastik tersebut.

Akan tetapi, hingga kini Sofyan mengaku pihaknya belum melakukan pembahasan secara detail mengenai aturan pengurangan sampah plastik, sebab masih berkutat pada permasalahan TPA Hake Babu yang dinilai semakin sulit menampung sampah yang mencapai 120 ton per hari.

“Ini yang jadi masalah, jadi harus segera diselesaikan pembangunan TPA baru,” ujarnya.

Melalui hal tersebut, Sofyan mengharapkan adanya keaktifan dari pemerintah untuk segera menyampaikan hal tersebut kepada DPRD, sehingga pihaknya akan dengan mudah mensosialisasikan pengurangan sampah plastik dikalangan masyarakat.

InsyaAllah bisa diterapkan, apalagi dengan diperkuat munculnya aturan. Kami akan coba bagaimana meminimalisir penggunaan sampah plastik di Kota Tarakan,” pungkasnya. (*/one/*/naa/*/shy/*/shy/nri)

Darurat, Setop Gunakan Kantong Plastik

 


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 14:16

Kabul Pernikahan Bisa Diwakilkan

TARAKAN - Setelah hebohnya kabar perceraian dapat dilakukan secara online,…

Jumat, 13 Desember 2019 14:14

Sertifikat HGB Bisa Diubah SHM

TARAKAN – Minimnya pengetahuan soal mekanisme sertifikasi laha di Bumi…

Jumat, 13 Desember 2019 14:12

Pendapatan Samsat Terealisasi 98 Persen

TARAKAN – Pertengahan Desember ini, Kantor Pelayanan Samsat Induk Tarakan…

Jumat, 13 Desember 2019 14:08

Perpanjangan Dermaga 200 Meter

TARAKAN – Dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan rencananya akan diperpanjang ke…

Jumat, 13 Desember 2019 13:58

Apresiasi KPU Terhadap Dukungan Radar Tarakan

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mengapresiasi partisipasi SKH…

Kamis, 12 Desember 2019 11:36

Rekomendasi PAN ke Ibrahim, DPW Kaget

TARAKAN – Ibrahim Ali, A.Md, menjawab isu yang berkembang mengenai…

Kamis, 12 Desember 2019 11:33

Tegas Meminta Antrean Panjang Dihilangkan

TARAKAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara…

Rabu, 11 Desember 2019 13:21

Dukungan Independen Bisa Ditolak

TARAKAN - Untuk maju melalui jalur independen atau perseorangan pada…

Rabu, 11 Desember 2019 13:14

Siaga Nataru, PLN Tak Menjamin 100 Persen

TARAKAN – Status siaga PT PLN (Persero) Tarakan menjelang Natal…

Selasa, 10 Desember 2019 12:38

Warga Amal Tenggelam, Ditemukan Meninggal

TARAKAN - Warga RT 11 Kelurahan Pantai Amal dihebohkan dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.