MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 10 Januari 2019 15:22
Tiga ASN Dalam Penyidikan Bawaslu
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan, Sulaiman. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Dugaan pelanggaran terhadap tiga orang diduga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turut serta dalam kegiatan kampanye Sandiaga Uno, hingga kini masih dalam tahap penyidikan Bawaslu. Pasalnya, dalam aturan ditegaskan bahwa seorang ASN dilarang untuk berpihak pada salah satu peserta pemilu.

Kepada Radar Tarakan, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan, Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya masih mengirim surat kepada tiga anggota ASN tersebut untuk menanyakan kebenaran status jabatan ketiga orang tersebut dalam sebuah instansi.

Hingga kini pihaknya masih melakukan deteksi tentang keterlibatan tindakan ASN tersebut dalam proses kampanye Sandiaga Uno. Sebab pada dasarnya ASN memiliki beberapa larangan seperti berfoto langsung bersama peserta pemilu, memamerkan simbol jari yang merujuk pada angka salah satu peserta pemilu dan sebagainya.

“Kalau hadir dalam kampanye, saya pikir tidak. Tapi kalau sudah berfoto, baru melanggar,” bebernya.

Dari ketiga ASN tersebut, ada satu yang didalami oleh Bawaslu. Sebab alasan ASN tersebut menghadiri kampanye Sandiaga Uno adalah karena ASN tersebut merupakan pejabat daerah tersebut dan dekat dengan lokasi tempat tinggalnya. Sehingga ASN tersebut pergi untuk melihat lokasi tersebut.

“Tapi kami tetap dalami kasusnya. Yang jelas kalau kami tahu apa yang dikemukakan dengan tindakannya, kami bisa padukan jadi bisa memberikan keyakinan kepada kami, bahwa apa yang disampaikan dengan tindakannya benar-benar sejalan. Kalau sejalan, berarti tidak ada yang salah, tapi kalau tidak sejalan itu ada sesuatu,” jelasnya.

Hingga kini pihaknya belum melakukan klarifikasi terhadap tiga orang ASN tersebut. Bawaslu ingin memastikan bahwa ketiganya memang merupakan ASN. Untuk itu, Bawaslu sudah melakukan pengiriman surat kepada instansi terkait untuk mendapatkan jawaban status pekerjaan tiga orang yang diduga ASN tersebut.

“Kan dalam sebuah instansi itu ada honor, kalau itu tidak masalah. Tapi ASN-nya itu yang dilarang. Kami sudah kirimkan surat ke beberapa instansi,” ucapnya.

Dalam menyelesaikan kasus tersebut, Bawaslu memiliki waktu selama 1 minggu atau 7 hari kerja tak terhitung Sabtu dan Minggu. Sebab pada Sabtu dan Minggu tidak masuk dalam masa kerja Bawaslu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagyo mengatakan bahwa pasal 282 dan 283 UU nomor 7 tahun 2017 disebutkan bahwa pejabat negara struktural dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang untuk mengadakan kegiatan yang mengarah pada kegiatan peserta pemilu sebelum, selama dan sesudah masa kampanye.

“Artinya kalau mengadakan kegiatan dan ikut terlibat secara aktif yang mengarah, atau menguntungkan peserta pemilu tertentu maka dilarang. Itu jelas dalam aturan,” ujarnya.

Larangan tersebut dapat berupa pertemuan, ajakan, imbauan, seruan atau pemberian barang kepada ASN dalam lingkungan lingkup kerja, anggota keluarga dan masyarakat. Dalam kode etik UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah yang mengatur kode etik ASN telah ditegaskan agar setiap ASN bersikap netralitas dalam pelaksanaan pemilu.

Meski begitu, sebagai WNI, seorang ASN tetap memiliki hak untuk mengetahui visi dan misi peserta pemilu yang merupakan calon pemimpin Indonesia. Namun pada dasarnya, jika terlibat dalam pelaksanaan kampanye, menurut Teguh seorang ASN cenderung bersikap aktif sehingga hal ini akan memberatkan ASN.

“Dalam hal ini, ASN masih sama seperti penyelenggara. Penyelenggara masih punya hak pilih, tapi kalau terlibat di sana kan menjadi justifikasi negatif dari orang, makanya paling aman memantau dari jauh,” bebernya.

Jika hanya sekadar mencari visi dan misi peserta pemilu, seorang ASN masih memiliki banyak cara dan tidak harus berperilaku aktif dalam kegiatan kampanye. Sebab hal tersebut merupakan kode etik ASN. “Artinya jangan menimbulkan prasangka-prasangka keberpihakan. Itukan memang janji etik termasuk ASN, kalau sudah tahu rawan dan berisiko ya jangan lakukan,” tegasnya.

Menurut Teguh, jika hanya ingin mengetahui dengan jelas visi dan misi calon tertentu, maka setiap ASN dapat meminta bantuan kepada temannya yang bukan anggota ASN untuk merekam kegiatan kampanye maupun orasi dari peserta pemilu tanpa harus menghadiri langsung proses kampanye salah satu peserta pemilu. “Berpihak atau tidak, pada dasarnya ASN itu tahu dan sadar aturan,” ucapnya.

Menurut Teguh, pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Sandiaga Uno beberapa waktu lalu merupakan proses kampanye. Sebab bertatap langsung dengan masyarakat Kota Tarakan. Untuk itu, Teguh menginginkan agar setiap ASN dapat menjaga diri dan menjaga netralitasnya. (*/shy/eza)


BACA JUGA

Selasa, 20 Agustus 2019 10:26

Batas Waktu Pengambilan Doorprize 26 Agustus

TARAKAN – Bagi Anda pemenang doorprize jalan sehat BUMN Hadir…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:24

Mengenal Anggota Legislatif Periode 2019-2024 (Bagian-8)

Pernah gagal dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009, tidak membuat H.…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:19

Pemkot Rencanakan PJU di 6.800 Titik

TARAKAN - Sebanyak 6.800 titik di wilayah Bumi Paguntaka akan…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:14

Investor Oksigen Minta Izin Pemkot

TARAKAN - Penyedia oksigen di Kota Tarakan masih terbilang kurang.…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:06

Tidak Dipungut Petugas, Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di Jalan P.Diponegoro Kelurahan…

Senin, 19 Agustus 2019 12:39

Bank Indonesia Inisiasi Transaksi via QR Code

ADA yang unik dalam festival kuliner di kegiatan pawai pembangunan…

Senin, 19 Agustus 2019 12:38

Janji Digelar sebagai Wisata Tahunan

TARAKAN – Akhirnya rindu masyarakat terobati dengan pawai pembangunan 2019…

Senin, 19 Agustus 2019 12:37

Terharu Pertama Kalinya Dapat Hadiah Jalan Sehat

TARAKAN – Jalan sehat BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:36

Al Rhazali, Janji Penambahan Fasilitas Pendidikan

Meski sempat ditentang sang istri untuk maju menjadi calon anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 11:49

Banyak Pengendara Jatuh, Berharap Jalan Diaspal

TARAKAN - Hingga saat ini warga RT 09 Jalan Gunung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*