MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 07 Januari 2019 10:39
Kejar Inpres Jembatan Bulan

Estimasi Pembangunan Butuh Rp 7 Triliun

BUTUH DUKUNGAN: DED proyek pembangunan jembatan Bulan di Kaltara yang diupayakan dapat memiliki Inpres. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Setelah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) kembali melobi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) untuk menerbitkan payung hukum jembatan Bulungan–Tarakan (Bulan).

Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Suheriyatna menjelaskan, untuk desain sudah lengkap. Namun pihaknya tetap berhasrat melobi Kemen-PUPR, karena melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kemen-PUPR juga sudah dimasukan ke dalam program.

“Maksud dari BPIW ini kita ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dahulu untuk nantinya dimasukan ke dalam program Bappenas,” ungkap Suheriyatna kepada Radar Kaltara, Sabtu (5/1).

Nantinya, kata Suheriyatna, pola yang akan digunakan juga beragam. Salah satunya bagaimana menggandeng investor untuk membangun jembatan itu. Karena jika hanya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tidak akan mampu membangun. karena biaya yang dibutuhkan untuk membangun jembatan itu diestimasi mencapai Rp 7 triliun lebih.

“Jadi anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan jembatan ini tidak sedikit,” ujarnya.

Selain itu, pola kerja sama juga harus dibangun sejak awal. Jika seandainya memang sistemnya Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang bisa membantu. Bisa saja pengembalian kepada negara itu selama 20 tahun ke atas. “Saya sudah sampaikan hal ini dengan pemerintah pusat, untuk menanyakan apakah menggunakan sistem KPBU atau tidak,” ujarnya.

Sedangkan untuk akses jalan pendekat sejauh ini terus berproses dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang secukupnya. Biasanya jika sudah ada jalan pendekat tahap selanjutnya baru akan merespons pembangunan jembatan. “Tapi untuk membangun jembatan ini prosesnya juga panjang,” ujarnya.

Karena harus dilakukan penelitian yang mendalam. Apalagi jembatan yang dibangun bukan hanya satu jembatan saja. Kalau sesuai rencana akan ada tujuh jembatan yang akan dibangun. Oleh karena itu saat ini pihaknya terus berupaya menerbitkan Inpres jembatan Bulan tersebut.

“Kalau Inpres sudah ada tentu akan banyak dukungan dari pemerintah pusat untuk melakukan percepatan pembangunan jembatan Bulan itu,” katanya.

Apabila Inpres ini dapat terealisasi tentu nantinya akan sama dengan KBM dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. “Pada intinya rencana pembangunan jembatan Bulan ini saat ini terus berproses, apalagi jembatan ini juga sudah ditinjau langsung oleh Kemen-PUPR,” pungkasnya. (*/jai/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*